Dampingi Puan Maharani di Solo, Bambang Pacul Singgung Tata Krama PDIP, Sindir Ganjar?

Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Pacul, menyinggung soal tata krama di PDIP saat kunjungan Puan Maharani ke Solo. Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, tidak ikut menemati Puan.

 Ketua Bapilu DPP PDIP, Bambang Wuryanto diwawancara wartawan di sela kegiatan kunjungan kerja Ketua DPR RI, Puan Maharani, di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Sabtu (12/6/2021). (Solopos.com/Kurniawan)

SOLOPOS.COM - Ketua Bapilu DPP PDIP, Bambang Wuryanto diwawancara wartawan di sela kegiatan kunjungan kerja Ketua DPR RI, Puan Maharani, di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Sabtu (12/6/2021). (Solopos.com/Kurniawan)

Solopos.com, SOLO -- Ketua DPD PDIP Jawa Tengah yang juga Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDIP, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul menyinggung ihwal unggah ungguh, etika atau tata Krama di PDIP. Hal itu ia ungkapkan saat diwawancara wartawan di sela mendampingi Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, dalam kunjungan kerja di Balai Kota Solo pada Sabtu (12/6/2021).

Sebagai Ketua DPD PDIP Jateng, menurut dia, sudah seharusnya dirinya mendampingi Puan dalam kegiatan di Jateng, seperti di Solo.

"Saya sebagai Sekretaris Fraksi, Pak Utut Ketua Fraksi dan Mbak Puan Ketua DPR RI dari PDIP. Saya tentu saja menemani kunjungan kerja Mbak Puan. Saya juga Ketua DPD PDIP Jateng, kalau ada dari Jakarta saya tentu menemani, mengawal ta. Kuwi jenenge unggah ungguh, itu namanya etika, itu namanya tata krama yang ada di PDIP. Understand?" kata dia.

Baca Juga: Puan Maharani Ke Solo, Ganjar Malah ke Tawangmangu, Nah Lho

Disinggung tidak hadirnya Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Bambang menyatakan kegiatan hari itu merupakan kunjungan kerja Ketua DPR RI. "Ini kan kunjungan DPR, tuan rumahnya di Solo sini," respons dia.

Sementara disinggung kemungkinan Megawati Soekarnoputri maju dalam Pilpres 2024, Bambang menyatakan dirinya merupakan kader partai. Sudah menjadi kewajiban kader untuk taat terhadap Keputusan Kongres V PDIP.

"PDIP menetapkan bahwa untuk capres dan cawapres kewenangan ada pada ketua terpilih, formatur terpilih, formatur tunggal. Jadi mohon maaf tentu Ibu [Megawati Soekarnoputri] punya pertimbangan sendiri. Dan tentu ndak mungkin pertimbangannya kosong kosong, enggak mungkin. Pasti ada petimbangannya," terang dia.

Baca Juga: Ganjar Kunjungi Sragen, Minta Wali Kota/Bupati Tidak Perlu Takut Citra Buruk

Sementara ihwal rekaman suaranya yang menyebut siapa pun capresnya, Puan Maharani wapresnya, Bambang menegaskan pernyataan tersebut merupakan off the record atau bukan untuk kepentingan publikasi.

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Konflik Internal Persis Solo, Michele Kuhnle Akhirnya Meminta Maaf

Mantan Humas Persis Solo Michelle Kuhnle melalui ibundanya menyampaikan permintaan maaf kepada manajemen PT PSS pimpinan Kaesang Pangarep.

Catat! 2.569 Pekerja di Solo Terdampak Covid-19

Sebanyak 2.569 di antaranya terdampak Covid-19, dengan perincian 2.460 dirumahkan dan sisanya mengalami PHK.

Masih Ada 1 Kasus Positif, Satgas Covid-19 Juwiring Klaten Belum Izinkan Pemancingan Buka

Satgas Covid-19 Kecamatan Juwiring, Klaten, belum mengizinkan tempat wisata pemancingan buka karena masih ada kasus positif yang belum sembuh.

Gelontor 25.000 Dosis, Menhub Berharap Bisa Bantu Atasi Ketimpangan Vaksinasi Covid-19 Soloraya

Kementerian Perhubungan menggelontorkan 25.000 dosis vaksin Covid-19 untuk wilayah Soloraya salah satunya ke Boyolali.

Terungkap! Begini Alur Pembuangan Limbah Ciu yang Cemari Sungai Bengawan Solo

Dua pelaku yang tertangkap polisi Sukoharjo di Polokarto memeragakan alur pembuangan limbah ciu yang mencemari Sungai Bengawan Solo.

Wow, Atlet Judo Wonogiri Tak Pernah Gagal Tembus PON Sejak 1989

Sejak 1989, Wonogiri belum pernah absen mengirim atlet judo ke ajang Pekan Olahraga Nasional atau PON, termasuk tahun ini di Papua.

Pemkot Solo Perluas Sasaran Vaksinasi Covid-19, Warga KTP Luar Kota Boleh Mengakses

Pemkot Solo memperluas sasaran vaksinasi Covid-19 kepada warga ber-KTP luar Solo yang berdomisili di Kota Bengawan.

Karanganyar Punya Pabrik Produksi APD di Gondangrejo, Langganan Kemenkes dan RS di Indonesia

Kabupaten Karanganyar memiliki pabrik yang memproduksi alat pelindung diri (APD) berskala nasional, PT Natatex Jaya Garmindo.

Dikunjungi Kepala Bappenas, Bupati Karanganyar Curhat Pembangunan RSUD Enggak Kelar-Kelar

Bupati Juliyatmono meminta Kepala PPN/Bappenas membantu mengingatkan kementerian terkait soal penyelesaian pembangunan RSUD Karanganyar.

Pengerjaan Proyek Koridor Jl Juanda Solo Senilai Rp4,3 Miliar Molor, Kontraktor Didenda

Kontraktor pelaksana proyek koridor Jl Juanda Solo tahap II senilai Rp4,3 miliar dikenai denda sekitar Rp32 juta lantaran terlambat menyelesaikan pengerjaan proyek.

Tikus Pithi Disebut Organisasi Tak Jelas saat Lawan Gibran di Pilkada Solo, Tuntas Subagyo Berang

Tuntas Subagyo tersinggung dengan pernyataan Refly Harun yang menyebut Tikus Pithi sebagai organisasi tidak jelas saat melawan Gibran di Pilkada Solo.

Petugas DLHK dan Polisi Klaten Cek Air Saluran Irigasi yang Berubah Merah, Hasilnya?

Petugas dari DLHK dan Polres Klaten mengambil sampel air di saluran irigasi yang sebelumnya dikabarkan berubah warna menjadi merah.

Pemkab Sukoharjo Bantu Biaya Pendidikan Anak Pasutri Tinggal di Kolong Meja Wedangan Kartasura

Pemkab Sukoharjo akan memberikan bantuan biaya pendidikan kepada anak dari pasangan suami istri Cahyo Yulianto, 50 dan Wiwin Haryati, 48.

Dibujuk Bupati Sukoharjo, Sekeluarga Tidur di Kolong Meja Wedangan Tetap Tolak Tempati Rusunawa

Bupati Sukoharjo Etik Suryani membujuk satu keluarga pasutri Cahyo Yulianto dan Wiwin Haryati yang terpaksa tinggal dan tidur di kolong meja wedangan di Kartasura untuk menempati rusunawa.

5 Rumah Sakit di Sragen Punya Rapor Merah, Bupati Mencak-Mencak

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, meluapkan kemarahannya setelah mendapati lima dari 10 rumah sakit di Bumi Sukowati mendapat rapor merah dari BPJS Kesehatan.

RSUD Sragen Kini Punya Generator Oksigen Mandiri, Nilainya Rp6,4 Miliar

RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen kini memiliki generator oksigen secara mandiri yang dipasang dengan anggaran senilai Rp6,4 miliar.