Covid-19 Sudah Akibatkan 253 Tenaga Medis Gugur
Sejumlah dokter bersama tenaga medis lainnya di Aceh melepas jenazah dokter spesialis paru yang positif Covid-19 di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin, Banda Aceh, Aceh, Selasa (29/9/2020). (Antaranews.com)

Solopos.com, JAKARTA — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat 253 tenaga medis gugur akibat virus corona jenis baru. Jumlah petugas medis dan kesehatan yang dipublikasikan meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19 itu terdata dalam data terkini Tim Mitigasi IDI.

Dari Maret hingga 25 Oktober 2020, Tim Mitigasi IDI mencatat 253 tenaga medis yang gugur tersebut terdiri atas 141 dokter, 9 dokter gigi, dan 103 perawat. Adapun, para dokter yang wafat tersebut meliputi 75 dokter umum (5 guru besar), dan 64 dokter spesialis (5 guru besar), 2 residen yang berasal dari 18 IDI Wilayah (provinsi), dan 66 IDI Cabang (kota/kabupaten).

SM Entertainment Resmi Tanggapi Rumor Trainee Yoo Ji-min

"Lebih dari satu semester masa pandemi ini, angka kematian tenaga medis dan tenaga kesehatan semakin bertambah dan mengkhawatirkan. Pandemi Covid-19 telah mengingatkan kita semua tentang peran penting para petugas medis dan kesehatan untuk meringankan penderitaan dan menyelamatkan nyawa masyarakat,” kata Tim Advokasi dan Hubungan Eksternal dari Tim Mitigasi PB IDI, dilansir dari keterangan resminya, Minggu (25/10/2020).

Berdasarkan data propinsi, persebaran asal dokter yang meninggal akibat Covid-19 antara lain dari Jawa Timur (35), Sumatra Utara (23), DKI Jakarta (20), Jawa Barat (11), Jawa Tengah (10), Sulawesi Selatan (6), Bali (5), Sumatra Selatan (4), Kalimantan Selatan (4), Aceh (4), Riau (4), Kalimantan Timur (3), Banten (3), Kepulauan Riau (2), Yogyakarta (2), Nusa Tenggara Barat (2), Sulawesi Utara (2), dan Papua Barat (1).

Ahli Malaysia Yakin Bungkus Makanan Tak Tularkan Covid-19

Sementara itu, dia juga menekankan selain tenaga medis gugur, ada pula peningkatan laporan pelecehan verbal, diskriminasi, dan kekerasan fisik. Tindakan itu tertuju kepada petugas medis dan kesehatan selama masa pandemi Covid-19 ini.

“Perlindungan dan keamanan para tenaga medis dan kesehatan adalah mutlak diperlukan dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini. Selain tentu diperlukan juga peran serta pihak-pihak lainnya baik pemerintah pusat daerah, swasta dan para tokoh agama/masyarakat [multihelix],” tambahnya.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Bisnis



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom