Cek Fakta: Makan Kumbang Bisa Bikin Kebal Covid-19?

Pencegahan Covid-19 bisa dilakukan melalui disiplin melaksanakan 3M.

SOLOPOS.COM - Tangkapan layar hoaks makan kumbang bisa cegah Corona. (Facebook)

Solopos.com, SOLO — Sebuah pesan beredar di Facebook perihal mengonsumsi rampal atau sejenis kumbang diklaim bisa mencegah virus Corona Covid-19.

Pesan itu diunggah oleh akun Facebook Wahyu Pratama di Grup Facebook Kabar Wonogiri, 16 Oktober lalu. Wahyu mengunggah sebuah foto bergambar sepiring rampal berwarna kecokelatan seperti sudah digoreng.

Cek Fakta: Foto Jurnalis Solopos.com Dicatut Jadi Janda Dory Harsa

Foto itu diunggah dengan status bertuliskan, “Jare Ben Ora Kenek Corona, Lurr [Katanya supaya tidak terkena Corona, saudara].”

Informasi yang dihimpun Solopos.com, rampal atau puthul merupakan binatang yang lazim dikonsumsi oleh masyarakat Desa Petir, Gunungkidul. Binatang ini biasanya muncul pada saat awal musim penghujan dan keluar pada pada sore hari.

“Binatang ini oleh masyarakat Desa Petir biasanya diolah sebagai lauk atau camilan. Ada dua rasa yang umumnya digunakan dalam mengolah rampal atau puthul ini yaitu rasa asin original dan manis pedas,” tulis redaksi petir-rongkop.desa.id.

Pejabat Humas RS Triharsi Solo, dr. Andrew Santoso, mengatakan klaim mengonsumsi serangga atau kumbang mampu mencegah atau mengobati Covid-19 tidak memiliki dasar hasil riset maupun bukti klinis. Ia justru khawatir mengonsumsi serangga memberikan efek lain terhadap tubuh.

Cek Fakta: Hoax Mantan Menkes Anjurkan Jemur Uang Buat hindari Covid-19

Sebab, serangga berhabitat di tempat lembab dan di perutnya memiliki banyak bakteri. “Kita tidak tahu pada saat mengolahnya apakah sudah cukup matang? Nanti malah menimbulkan masalah lain,” kata dia, saat dihubungi Solopos.com, Senin (19/10/2020).

Jangan Percaya Hoaks

Jika masyarakat akan mengonsumsi serangga, lanjut Andrew, pengelolaannya harus benar-benar baik dan benar. Serangga juga harus dimasak dengan matang sebab ada serangga yang makan jamur, akar busuk dan serangga kecil lainnya. “Kalau amannya sih enggak makan. Tapi kalau makan, pengolahannya harus benar-benar diperhatikan,” ujar dia.

Ia berpesan kepada masyarakat agar tidak mudah mempercayai hoaks seputar Covid-19. Informasi yang beredar di media sosial sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu melalui internet, misalnya dengan mengakses laman Kementerian Kesehatan atau WHO.

“Dua sumber itu menjadi guideline yang sahih dengan pembuktian medis lainnya. Di Kementerian Kesehatan juga segala informasi mengenai Covid-19 tersaji lengkap,” ujar dia.

Andrew juga mengingatkan upaya pencegahan Covid-19 bisa dilakukan melalui disiplin melaksanakan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta mencuci tangan pakai sabun. Hal itu berlaku bagi semua orang.

Cek Fakta: Corona Bukan Bisnis dan Politik

“Karena Corona mudah sekali menular. Orang sehat yang memiliki daya tahan tubuh bagus bisa terinfeksi tanpa gejala. Tapi, jika tidak melakukan protokol kesehatan, [orang tanpa gejala] bisa menularkan ke orang lain lagi,” imbau dia.

Berita Terbaru

Benarkah Ruqyah Bisa Obati Covid-19? Cek Faktanya

Solopos.com, SOLO -- Sebuah unggahan menyebutkan ruqyah (rukiah) bisa menjadi obat Covid-19 yang disebabkan virus Corona SARS-Cov2. Benarkah demikian? Klaim...

Cek Fakta: Hoaks Covid-19 Tak Masuk Akal

Solopos.com, SOLO — Sebuah pesan beredar di Facebook mengenai virus Corona yang dinilai tak masuk akal. Klaim itu berangkat dari...