Tutup Iklan

Cek Fakta: Hoax Mantan Menkes Anjurkan Jemur Uang Buat hindari Covid-19

Pernyataan menyesatkan lainnya juga ada dalam klaim bahwa virus corona tidak menyebar melalui udara.

 Tangkapan layar hoaks agar menjemur uang untuk membunuh virus Corona mencatut nama mantan Menteri Kesehatan Nila Moeloek. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Tangkapan layar hoaks agar menjemur uang untuk membunuh virus Corona mencatut nama mantan Menteri Kesehatan Nila Moeloek. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Baru-baru ini di grup-grup Whatsapp beredar pesan berantai mencatut nama mantan Menteri Kesehatan Nila Moeloek. Dalam pesan itu, Nila disebut menganjurkan warga tidak memegang uang kembalian dan menjemurnya untuk membunuh virus corona.

Cek Fakta: Memeriksa Klaim Yahya Waloni Soal Tudingan Bisnis Corona

Ini ada usulan dari ibu Nila Muluk ( mantan menkes)..Assalamualaikum, Saya menganjurkan kepada kita semua untuk membawa plastik bening ukuran 1 kg kalau keluar. Pastikan semua uang kembalian jangan dipegang, tapi masukan ke kantong plastik itu dan tutup rapat,” demikian bunyi pesan itu.

“Setelah ada kesempatan jemur plastik tersebut beserta uang tadi di matahari,.paling tidak 30 menit, insyaa Allah sudah cukup aman,” sambung pesan itu. “Mari kita mulai putuskan mata rantai penularan dari diri kita sendiri. Insyaa Allah bermanfaat ?Jangan lupa habis pegang uang cuci tangan, karna banyak yang tertular itu sebenernya bukan dari interaksi, melainkan dari uang.”

Pesan itu menyebutkan di Italia 70 persen orang-orang tertular virus SARS-CoV-2 dari uang. “Padahal mereka sudah safety pakai masker dll, tapi mereka gak pada sadar ternyata mereka tertular dari uang. Makanya sekarang mereka pembayaran sudah mulai beralih ke elektronik, kalau di kita seperti ovo gopay dll.

Belum selesai, pesan itu masih disambung dengan pernyataan, “Virus corona itu kan nyebar bukan terbang melalui udara, tapi nempel di barang, ya salah satu yang paling ringkih ya uang, uang kan kotor dari tangan siapa aja . Jadi rajin2 lah cuci tangan pakai sabun, dan selalu bawa hand sanitizer dimana pun. Semoga kita selalu diberikan kesehatan, dan dilindungi dimanapun kita berada, Amin ????.”

Seperti halnya hoaks-hoak lain, pesan ini juga mengandung ajakan agar orang lain menyebarkan isi pesan ke grup-grup lainnya. “Share d grup kalian msing2 kwan.”

Hoaks Jemur Uang Bunuh Virus Corona

Penelurusan Espos menemukan pesan ini sebetulnya hoaks lama yang beredar kembali di grup-grup whatsapp. Dalam pesan itu ada sejumlah pernyataan yang keliru dan menyesatkan. Hal ini masuk ke dalam kategori missleading.

Cek Fakta: Foto Jurnalis Solopos.com Dicatut Jadi Janda Dory Harsa

Kekeliruan itu misalnya terkait menjemur plastik dan uang selama minimal 30 menit bisa membunuh virus corona. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan seseorang tetap bisa tertular Covid-19 tak peduli seberapa panas suhu udara di wilayah tersebut. WHO merekomendasikan agar mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penularan.

“Menjemur diri di bawah matahari atau pada suhu di atas 25 derajat Celcius tidak mencegah atau mengobati Covid-19,” tulis WHO.

Selain itu, sejumlah studi menunjukkan virus SARS-CoV-2 bisa bertahan selama 72 jam di plastik dan stainless steel. Virus ini juga bisa bertahan selama 4 jam di tembaga dan kurang dari 24 di cardboard.

Maka, penting agar seseorang rajin membersihkan tangan pakai bahan berbasis alkohol atau mencuci tangan dengan sabun dan air. Warga juga diminta menghindari menyentuh mata, mulut, dan hidung.

“Bagaimanapun, tidak ada bukti bahwa sinar matahari mampu membunuh virus corona,” sambung WHO.

Selain itu, Universitas Gadjah Mada melalui laman resmi chbp.fk.ugm.ac.id, memberitakan hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan virus corona mati pada suhu ekstrem. Hal ini terlihat dari kasus di negara-negara subtropis seperti China, Korea dan Eropa juga memiliki Covid-19.

“Oleh karena itu, menyeterika uang kertas atau menjemur uang kertas di terik matahari tidak menjamin uang tersebut akan bebas dari virus corona [SARS-CoV-2],” demikian dilansir dari FK-KMK UGM.

Pernyataan Lain

Pernyataan menyesatkan lainnya yakni virus corona menyebar bukan melaui interaksi melainkan melalui uang. WHO dalam laman resminya who.int menjelaskan studi mengenai Covid-19 pada umumnya penyakit ini menyebar melalui droplet yang keluar dari hidung atau mulut saat batuk, pilek maupun menghembuskan napas. Maka itu, WHO merekomendasikan agar menjaga jarak minimal 1 meter guna mencegah persebaran virus corona.

Cek Fakta: Hoaks Utas Kepala Klinik Penyakit Menular Universitas Maryland

Hingga kini belum ditemukan laporan resmi yang menunjukkan penularan kasus Covid-19 di Italia terjadi melalui uang. Pernyataan ini juga kontradiktif dengan laporan WHO yang menyebutkan penularan terjadi melalui droplet.

Laporan WHO menunjukkan 75-85 persen dari 75.465 kasus Covid-19 di China terjadi di dalam rumah tangga. Hal serupa terjadi di Korea Selatan yakni 9 dari 13 kasus sekunder terjadi di antara kontak rumah tangga.

Kementerian Kesehatan Italia juga tidak mengeluarkan pernyataan mengenai hal ini. Rekomendasi yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Italia sama persis seperti yang disebutkan WHO.

Hal itu terlhat dari dekrit yang diterbitkan Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte. Conte mengumumkan agar warganya bersiap-siap menghadapi gelombang kedua Covid-19 pada 27 April 2020.

Menghadapi hal itu, Conte mengeluarkan kebijakan harga masker diturunkan menjadi setengah Euro. Orang yang demam bersuhu di atas 37,5 wajib tinggal di rumah.

Begitu pula pemakaman yang dihadiri lebih dari 15 orang mulai diizinkan. “Mulai 4 Mei, layanan restoran take away diizinkan,” kata Conte seperti dilansir salute.gov.it.

Covid-19 Airbone?

Pernyataan menyesatkan lainnya juga ada dalam klaim bahwa virus corona tidak menyebar melalui udara. WHO melaporkan hasil riset-riset terbaru menunjukkan penularan virus corona bisa terjadi melalui udara atau disebut aerosol. Potensi penularan ini bisa terjadi di tempat-tempat seperti latihan paduan suara, restoran, dan kelas kebugaran.

Maka itu, untuk mencegah penularan ini, WHO merekomendasikan penggunaan masker kain saat berada di ruang publik dan menjaga jarak.

“Setiap saat, sering-seringlah mempraktikkan kebersihan tangan, menjaga jarak secara fisik dari orang lain jika memungkinkan, dan etika pernapasan. Hindari tempat keramaian, pengaturan kontak dekat da dan ruang terbatas dan ruang tertutup dengan ventilasi buruk. Kenakan masker kain saat berada di ruang tertutup dan penuh sesak untuk melindungi orang lain. Dan memastikan ventilasi lingkungan yang baik[…] serta pembersihan dan disinfeksi lingkungan yang sesuai,” pesan WHO.

Namun, dari serangkaian pernyataan menyesatkan itu, yang paling utama yakni Nila Moeloek menyatakan tidak pernah mengeluarkan usulan itu. Pesan yang beredar itu bukanlah dari dirinya.

“Hoaks. Terima kasih. Saya enggak buat itu,” kata Nila, seperti diberitakan Tempo, 16 Maret 2020.


Berita Terkait

Berita Terkini

727 Peserta Tak Lolos CBT Seleksi Perangkat Desa Wonogiri

Peserta CBT seleksi perangkat desa Wonogiri yang memenuhi batas minimal sebanyak 1.869 orang.

Rawat Inap BPJS Kesehatan akan Dibuat Standar, Ada Layanan Tambahan?

Pemerintah berencana menghapus kelas rawat inap BPJS Kesehatan mulai tahun depan dan diganti dengan kelas standar.

Bertambah 4 Jenazah, Korban Erupsi Semeru 43 Orang

Pencarian korban serta pembersihan lokasi yang dilakukan sejak pukul 05.30 WIB itu sempat dihentikan sementara setelah terpantau awan hitam pekat dan mendung di sekitar Dusun Curah Kobokan.

+ PLUS Mengenal De Tjolomadoe yang Baru Saja Merayakan HUT ke-160

Setelah mengalami revitalisasi pada 2017, kini De Tjolomadoe menjadi salah satu destinasi wisata.

Nikita Mirzani Bongkar Chat Fuji Soal Tarif, Minta Dibayar Rp10 Juta

Nikita Mirzani bongkar isi chat adik Bibi Andriansyah yang minta tarif tertentu untuk tampil di podcast.

Nataru, Jogja Larang Pesta Kembang Api tapi Pentas Seni Masih Boleh

Pemkot Yogyakarta masih mengizinkan kegiatan pentas seni dan olahraga, tetapi melarang pesta kembang api pada momen libur nataru.

PPKM Level 3 Batal, Pelaku Pariwisata Percaya Diri Pasang Target Tinggi

Pembatalan PPKM Level 3 membuat pelaku bisnis perhotelan optimistis bisa menaikkan target okupansi pada libur Nataru nanti.

Playoff USW Championship Season 2 Dimulai

Turnamen e-sports antartim kampus se-Indonesia, Unity Student Warchief Championship Season 2, memasuki babak akhir mulai Kamis (9/12/2021).

Vaksinasi Covid-19 Pelaku Seni Jathilan Kulonprogo, Siap Pentas Lagi

Upaya vaksinasi Covid-19 yang dilakukan oleh BIN Kulonprogo menyasar pelaku seni Jathilan di Kelurahan Cerme, Kecamatan Panjatan, Kulonprogo.

Ini Tampang Guru Cabul Perkosa 13 Santri hingga Lahirkan 9 Anak

Inilah tampang Herry Wirawan, guru cabul yang tega memperkosa 13 santri di Bandung hingga melahirkan sembilan anak.

Seleksi Perangkat Desa Wonogiri Terhenti 40 Menit, Peserta Sempat Panik

Setelah bisa diatasi, peserta dapat mengerjakan soal sampai akhir dengan waktu dari nol lagi.

Sumberbulu Karanganyar Raih Sertifikat Desa Wisata Berkelanjutan

Di Jateng hanya ada dua desa wisata yang meraih sertifikat desa wisata berkelanjutan. Salah satunya adalah Desa Wisata Sumberbulu di Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar.

Hindari Banjir Lahar, Posko Induk Tim SAR Dipindah dari Sumberwuluh

Banjir lahar dingin menerjang Desa Sumber Wuluh dan mengakibatkan rumah-rumah warga terendam pasir hingga nyaris seatap rumah.

Investor Milenial Tumbuh, Pasar Modal Himpun Dana Rp335,8 Triliun

OJK mengungkapkan penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai Rp335,8 triliun dari 180 penawaran umum sejak Januari hingga 7 Desember 2021,

Pedagang Pasar Legi Solo Galang Bantuan untuk Korban Erupsi Semeru

Pedagang menghimpun bantuan sejak Sabtu (4/12/2021) hingga Kamis (9/12/2021) pagi