Tutup Iklan
Cegah Duit Keluarga dan Usaha Tercampur, Aplikasi Ini Wajib Dimiliki UMKM
Calon konsumen memilih tas pada pameran hasil produksi UMKM di Semarang, Jateng, Kamis (1/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

Solopos.com, SOLO -- Sebanyak 25 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Soloraya yang terpilih sebagai peserta UMKM Virtual Expo 2020 #umkmhebatekonomikuat mengikuti pelatihan manajemen keuangan secara virtual melalui aplikasi Zoom pada Kamis (30/7/2020) pagi.

Para peserta diajak mengatur keuangan secara mudah melalui Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (Si Apik) yang dipandu oleh Pemimpin Redaksi Solopos, Rini Yustiningsih.

Konsultan Bank Indonesia Semarang, Saptono, menjelaskan beberapa persoalan terkait keuangan yang sering dialami bagi pelaku usaha mikro kecil seperti membedakan keuangan keluarga, keuangan usaha, dan keuangan operasional.

Harga Tembus Rp1 Juta/Gram, Warga Soloraya Serbu Investasi Emas

Sehingga, pelaku usaha sulit mengetahui usahanya laba atau rugi. Melalui aplikasi akuntansi Si Apik, pelaku usaha dapat mencatat informasi keuangan yang digunakan UMKM.

"Jadi kalau sudah memakai aplikasi Si Apik, kalau pelaku usaha bisa disiplin setiap transaksi dimasukkan ke aplikasi maka peran dari buku manual lain bisa diminimalkan atau bisa saya sebut itu tidak diperlukan lagi. Kalau kita tidak sedang memegang aplikasi itu, yang diperlukan hanya buku pencatatan transaksi saja. Setelah itu baru dipindahkan masuk ke aplikasi," ujar Saptono.

Update Usaha

Ia menambahkan tahapan akuntansi panjang juga sudah tidak diperlukan, aplikasi itu sudah mengerjakan tahapan sistem akuntansi panjang.

3 Tips Bisa Berkurban Walaupun Tabungan Anda Belum Cukup

Perwakilan BI Solo, Bimala, menyampaikan para pelaku usaha yang terpilih dalam UMKM Virtual itu diharuskan aktif bertanya, update produk usaha, dan rutin mengikuti mengikuti pelatihan pada 27 Juli hingga 26 Agustus itu.

"Saya meminta para peserta fokus dalam pelatihan ini. Semoga melalui pelatihan ini sebagai satu langkah maju untuk Indonesia," ujar dia.

Dalam kegiatan itu seluruhnya berbasis digital diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo bersama Harian Solopos dan Solopos.com untuk memfasilitasi UMKM yang terdampak pandemi Covid-19 itu.

Joss! Mahasiswa UMS Sukoharjo Ini Bisa Kendalikan Traktor Pakai Smartphone

Sebanyak 25 UMKM yang mengikuti pelatihan itu merupakan pelaku usaha terpilih dari 107 UMKM yang mendaftar. Para peserta akan memperoleh edukasi pemanfaatan platform digital, marketplace, transaksi pembayaran, dan pencatatan transaksi oleh pemateri berkompeten.

UMKM itu akan dibantu mengembangkan produk unggulan dengan memanfaatkan teknologi digital sehingga dapat memperluas akses pemasaran hingga mancanegara.

Para UMKM itu pun sudah memulai mengembangkan usaha mereka secara online lewat laman umkmexpo.com.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho