Cegah Covid-19, Keraton Solo Tiadakan Grebeg Maulud dan Sekatenan Tahun Ini
Gamelan Sekaten diusung dari Kompleks Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menuju Masjid Agung, Sabtu (2/11/2019). (Solopos-Mariyana Ricky P.D.)

Solopos.com, SOLO -- Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat atau Keraton Solo resmi meniadakan kegiatan Grebeg Maulud dan sekaten.

Namun, ritual adat seperti jamasan dan wilujengan tetap berlangsung meski hanya secara internal. Peniadaan kegiatan tahunan lantaran berpotensi memunculkan kerumunan yang bisa jadi sarana penularan Covid-19.

Nyalon Wakil Bupati Klaten Lewat Partai Lain, Harjanta Dipecat dari Keanggotaan PDIP

Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH Adipati Dipokusumo, mengatakan peniadaan acara itu sesuai perintah Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi.

Sesuai kalender Islam, Grebeg Maulud akan digelar Kamis (29/10/2020). Sedangkan sekaten merupakan tradisi yang biasanya digelar Keraton Solo menjelang peringatan Hari Lahir Nabi Muhammad SAW.

Anggota DPR Dari Jateng Ini Khawatir Pembelajaran Daring Bikin Kualitas Generasi Muda Turun

“Tahun ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat resmi meniadakan gunungan dan sekatenan. Ini sebagai antisipasi munculnya kerumunan massa saat penyelenggaraan dua kegiatan itu," terangnya, Rabu (21/10/2020) sore.

Gusti Dipo mengatakan segala kegiatan adat lainnya yang berhubungan dengan Maulud tetap akan digelar secara internal. Misalnya, ritual jamasan pusaka dan wilujengan.

Perkembangan Covid-19 Solo: Muncul 8 Kasus Baru, Meninggal Tambah 1 Orang

Namun, tradisi menabuh gamelan pusaka, Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari, selama tujuh hari saat sekaten Keraton Solo tidak akan dilaksanakan.

Sebagai gantinya Keraton telah berkomunikasi dengan RRI Surakarta yang bersedia menyiarkan tetabuhan gamelan itu melalui radio.

Didatangi Gibran Cawali Solo Lewat Blusukan Online, Warga Sumber Sambat Jalan Rusak

Gusti Dipo meminta warga memaklumi kebijakan tersebut guna menekan persebaran Covid-19.

“Kita harus melaksanakan anjuran pemerintah untuk menghindari kerumunan dan menjaga jarak. Karena itu, kegiatan yang berpotensi memunculkan kerumunan ditiadakan,” katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom