Bupati Sragen Sambat ke Wagub Soal Angka Kemiskinan yang Tak Juga Turun

Bupati Sragen sambat ke Wagub Jateng. Ia mengaku sudah mengeluarkan anggaran banyak untuk mengentaskan kemiskinan namun angkanya tidak turun, justru naik.

 Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen bersama Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati melihat foto-foto progres pembangunan RTLH dan Jembatan Sepan saat berkunjung ke Bonagung, Tanon, Sragen, Kamis (27/1/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen bersama Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati melihat foto-foto progres pembangunan RTLH dan Jembatan Sepan saat berkunjung ke Bonagung, Tanon, Sragen, Kamis (27/1/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengadu ke Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin Maimoen, soal kemiskinan di wilayahnya. Bupati mengatakan upaya pengentasan kemiskinan yang sedemikian masif di Sragen ternyata tidak mampu menurunkan angka kemiskinan 1% pun.

Ironisnya, angka kemiskinan di Sragen justru naik dari angka 13,38% pada 2020 menjadi 13,83% pada 2021.

PromosiDi Balik Mistis Alas Donoloyo Wonogiri dan Pohon Jati Ratusan Tahun

Aduan Bupati itu disampaikan kepada Wagub Jateng saat berkunjung ke wilayah Desa Bonagung, Kecamatan Tanon, Sragen, untuk meresmikan Jembatan Sepan, Kamis (27/1/2022) siang. Bupati menerangkan kemiskinan di Sragen masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Baca Juga: Bappeda Sragen Pertanyakan Sedikitnya Jumlah Sampel Susenas 2021

Yuni, sapaan akrabnya, menyebut angka pertumbuhan ekonomi, indeks perspektif gender, dan indeks pembangunan manusia (IPM) di Sragen berada di atas rata-rata Provinsi Jateng. Namun, hal itu tak sejalan dengan angka kemiskinan yang justru makin meningkat.

“Ketika melihat data kemiskinan di Sragen yang naik pada 2020-2021, dari 13,38% menjadi 13,83%, rasanya makdeg. Di Soloraya, kami menjadi daerah paling miskin.  Kami membuat road map untuk menurunkan kemiskinan itu. Kami juga berkunjung ke Badan Pusat Statistik (BPS) Sragen maupun BPS Provinsi Jateng. Kami minta BPS memaparkan bagaimana problem di Sragen dan kenapa masih masuk zona merah kemiskinan di Jawa Tengah,” ujar Yuni.

Tanya BPS

Saat ke BPS itu, Yuni juga minta petunjuk agar dana miliaran rupiah yang sudah digelontorkan untuk penanggulangan kemiskinan itu bisa membuahkan hasil. Yuni bertanya tentang manajemen survei di BPS.

Baca Juga: Angka Kemiskinan di Sragen Terus Naik, Kini Mencapai 13,83%

“Ternyata responden dalam surveinya BPS itu hanya 10-20 responden per kecamatan padahal penduk di Sragen itu di atas 1 juta jiwa,” ujarnya.

Atas dasar itulah, Yuni mengambil langkah untuk menggerakan semua potensi di Sragen, termasuk menggerakkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Lazismu, Lazisnu, dan corporate social responsibility (CSR) untuk bersama-sama mengentaskan kemiskinan. Bank Jateng Sragen telah menyumbang Rp1 miliar untuk pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH).

“Tetapi semua itu kok enggak menggerakan 1% pun penurunan angka kemiskinan. Atas dasar itulah, kami di Sragen meminta dawuh [perintah] dari Pak Wagub, apa yang harus kami lakukan?” ujar Yuni.

Baca Juga: 51 Desa di Sragen Miskin Ekstrem, 25 Desa Jadi Contoh Penanganan

Yuni melanjutkan, pembangunan jembatan dan pembangunan RTLH yang dilihat Wagub di Bonagung, Tanon, ini pun bagian dari upaya pengentasan kemiskinan. Yuni meminta Pemerintah Provinsi Jateng tetap meneruskan program pendampingan desa-desa miskin di Sragen supaya keluar dari zona merah kemiskinan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPU BMCK) Jateng, A.R. Hanung Triyono, memastikan pihaknya tahun ini masih akan mendampingi desa-desa miskin di Sragen. Pendampingan akan difokuskan di Desa Ketro, Tanon, dan Gabugan di Kecamatan Tanon.

“Di Bonagung, kami menggunakan dana CSR membangun 10 unit RTLH dengan pagu Rp15 juta per rumah. Setiap warga yang dibantu RTLH selalu ada swadaya. Termasuk bantuan jamban satu unit senilai Rp5 juta serta jembatan penghubung antardukuh senilai Rp204 juta. Jembatan ini kalau dikerjakan murni bisa menelan dana Rp300 juta. Semua dikerjakan swadaya,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Pentagon Buka Suara Soal UFO, Bukan Fiksi dan Jadi Ancaman Serius

+ PLUS Pentagon Buka Suara Soal UFO, Bukan Fiksi dan Jadi Ancaman Serius

Setelah puluhan tahun Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) bungkam mengenai fenomena UFO (Unidentified Flying Object) atau benda terbang tak dikenal, akhirnya mereka buka suara pada audiensi publik pertama, Selasa (17/5/2022), yang dapat ditarik kesimpulan bahwa fenomena tersebut bukan fiksi dan dianggap sebagai ancaman serius.

Berita Terkini

Lokasi Laka Maut 2 Truk di Teras Boyolali Ternyata Rawan Kecelakaan

Untuk mengatasi kerawanan laka, Budi mengatakan Satlantas Polres Boyolali selalu melakukan evaluasi jika di suatu tempat sering terjadi laka lantas.

Kabar Duka, Kades Jambeyan Sragen Meninggal Dunia Mendadak

Kades Jambeyan, Slamet Prabowo, meninggal mendadak pada Rabu (18/5/2022) petang. Ia tidak sakit sebelumnya dan masih datang ke kantor pagi harinya.

7 Rekomendasi Wisata Dekat Stasiun Solo Balapan, Ada yang Buka 24 Jam

Solopos.com merekomendasikan tujuh tempat wisata dekat Stasiun Solo Balapan, ada yang buka 24 jam dan ada yang harus memesan dahulu sebelum berkunjung.

Kecelakaan Boyolali: Mobil Tabrak Hik Gegara Hindari Truk Tetiba Belok

Pria yang dalam perjalanan dari Jogja menuju Tengaran itu membanting setir ke arah kiri namun malah menabrak warung hik di pinggir jalan.

Tragedi Gas Bocor Mojosongo Solo: Korban Mau Nolong Tapi Malah Kena Api

Salah satu korban meninggal dalam tragedi tabung gas bocor di Mojosongo, Solo, EP, bermaksud menolong korban lainnya tapi malah terkena sambaran api.

Insiden Mobil Nyasar ke Alas Grojogan Sewu, Warga: Bisa Karena Faktor X

Warga sekitar Grojogan Sewu, Tawangmangu, Karanganyar ada yang mengaitkan insiden mobil nyasar korban google map dengan kejadian mistis.

Solo Hari Ini: 19 Mei 2015, Isu Babi Ngepet Hantui Warga Jagalan

Tujuh tahun lalu, tepatnya 19 Mei 2015, Solopos.com menurunkan berita tentang isu babi ngepet di Kota Solo, Jawa Tengah.

GPH Paundra Mendadak Kritik Pedas PMI Solo Lewat IG Story, Ada Apa Ya?

Pangeran Sepuh Mangkunegaran Solo, GPH Paundrakarna mengunggah story di Instagram yang isinya kritik terhadap kinerja PMI Solo.

Korban Google Maps, Mobil Ini Nyasar di Tengah Alas Dekat Grojogan Sewu

Mobil Toyota Avanza berpelat luar kota ditemukan warga di jalan setapak di tengah alas dekat Grojogan Sewu, Karanganyar, tanpa pengemudi. Pengemudi nyasar karena mengikuti google map.

Alhamdulillah, 1.977 Guru PPPK di Klaten Akhirnya Terima SK

Sebanyak 1.977 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) guru akhirnya menerima surat keputusan (SK) pengangkatan dan penandatanganan perjanjian kerja.

Picu Macet, Kecelakaan di Penggung Boyolali Libatkan Truk, Mobil, Motor

Kecelakaan melibatkan sebuah truk Hino bernomor polisi AD 1770 OC, mobil berpelat nomor DK 1446 HL serta sebuah sepeda motor yang terparkir di depan warung makan kaki lima.

3 Atlet Asli Klaten Unjuk Gigi di SEA Games Vietnam, Begini Kata Bupati

Setidaknya ada tiga atlet asal Klaten yang masuk kontingen Indonesia pada SEA Games 2021 di Vietnam.

Ini Kisah Lengkap KKN Rumah Kosong Klaten, Serem Lur!

Inilah kisah lengkap penuh misteri dari pengalaman KKN di Rumah Kosong Klaten.

Tragedi Tabung Gas Bocor di Mojosongo Solo, 2 Nyawa Melayang

Dua orang meninggal dunia akibat luka bakar tersambar api dari gas bocor di lokasi industri tahu dan tempe Mojosongo, Jebres, Solo.

Ini Politikus PDIP yang Berpotensi Gantikan Sukamto di DPRD Sragen

Naniek Budhi Darmawati berpotensi jadi anggota DPRD Sragen menggantikan Sukamto yang meninggal dunia pada Rabu (18/5/2022).

BPS Wonogiri Adakan Sensus Penduduk Lanjutan, untuk Apa?

Badan Pusat Statistik (BPS) Wonogiri mengadakan sensus penduduk lanjutan pada Mei-Juni 2022. Sensus tersebut merupakan tahapan kedua sensus penduduk 2020.