Bulan Purnama Biru Muncul Besok, Langka Sejak 76 Tahun Lalu
Ilustrasi blue moon atau bulan purnama biru. (Bisnis)

Solopos.com, JAKARTA — Bulan purnama biru atau blue moon yang disebut sebagai fenomena alam langka sejak 76 tahun lalu bakal terjadi Sabtu (31/10/2020) pukul 10.49 EDT dan puncak purnama di Indonesia pukul 21.49 WIB . Fenomena alam yang lazim disebut bulan pemburu itu lebih istimewa karena terjadi bersamaan dengan bulan purnama ganda.

Sebagaimana dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) dari Live Science, Jumat (30/10/2020), bulan purnama pada malam Hallowen itu akan menjadi lebih spektakuler dari biasanya pada tahun ini. Langit akan diterangi bulan purnama pada malam Hollows yang hanya terjadi setiap 19 tahun.

Hal lain yang membuat bulan purnama yang juga disebut "bulan pemburu" lebih istimewa karena ini merupakan bulan biru atau blue moon yang berarti bulan purnama kedua yang terjadi di bulan Oktober, dan satu-satunya bulan purnama ganda dalam tahun 2020.

Ini 7 Warna Cat Ruang Tamu Pembawa Hoki

Namun, karena bulan purnama datang pada saat bulan berada pada jarak terjauh dari Bumi, ia juga akan menjadi bulan mikro kebalikan dari bulan super yang berarti terlihat sedikit lebih kecil dari bulan purnama biasa.

Menurut NASA, yang menjadikan bulan purnama ini lebih spesial yaitu statusnya sebagai bulan purnama kedua di musim gugur menjadikannya bulan berang-berang. Ini akan menjadi kali pertama sejak 1944 bahwa bulan purnama Halloween akan terlihat pada malam hari (jika cuaca mengizinkan) di semua zona waktu di Amerika Serikat, menurut Farmer's Almanac.

Puncak Purnama

Fase bulan purnama ditentukan oleh posisi bulan di orbitnya, bukan visibilitasnya di langit. Fenomena alam itu dimulai pada 31 Oktober pukul 10.49 EDT dan puncak purnama itu di Indonesia akan terjadi pada pukul 21.49 WIB .

Ngeri! Ini Bukti Santet Mantan Istri Caisar YKS

Oktober dimulai dengan bulan purnama harvest moon yang muncul pada 1 Oktober. harvest moon adalah bulan purnama pertama yang mengikuti ekuinoks September, dan biasanya jatuh pada Oktober setiap beberapa tahun sekali ungkap NASA.

Bulan biru tidak benar-benar biru meski namanya begitu. Pada tahun 1940-an, kontributor majalah astronomi Sky and Telescope mulai menggunakan istilah blue moon atau bulan biru pada bulan purnama ekstra dalam siklus musiman. Seiring waktu berjalan nama ini tetap digunakan menurut laporan Sky and Telescope pada tahun 2006.

Seperti semua bulan purnama, Blue Moon terbit di timur sekitar Matahari terbenam dan terbenam di barat sekitar Matahari terbit. Bulan tertinggi pada larut malam dan dini hari ungkap NASA. Sementara bulan biru mikro di Indonesia juga bisa disaksikan pada malam Minggu 31 Oktober 2020, puncak purnama akan terjadi pukul 21.49 WIB terletak di konstelasi Aries menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional disingkat dengan Lapan.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Bisnis



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom