Bukan Teoritis, Ini Cara Tanamkan Nilai-Nilai Pancasila ke Anak Lewat Keseharian
Ilustrasi anak pamit ke orang tua. (Freepik)

Solopos.com, SOLO — Mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada anak sebenarnya tidak perlu menunggu buah hati masuk sekolah dasar. Sejak usia dini, anak bisa diperkenalkan dengan nilai-nilai Pancasila yang tentunya bukan bersifat teoritis.

Penanaman nilai-nilai Pancasila sejak anak usia dini dinilai penting karena mereka berada dalam usia emas sehingga mudah menangkap dan mempraktikan suatu hal. Berikut beberapa kegiatan rutin harian yang bisa menjadi ajang untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagaimana dikutip dari laman Sahabat Keluarga Kemendikbud, beberapa waktu lalu.

Rutin Mengajak Anak Beribadah Bersama

Sila pertama Pancasila mengandung nilai Tetuhanan. Di dalamnya memberikan tugas kepada orang tua untuk mengenalkan dan mengajarkan anak tentang agama. Untuk anak yang masih berusia dini, salah satu cara termudah mengenalkan anak dengan agama dan Tuhan adalah dengan mengajaknya beribadah bersama.

Lebih baik jika rutin kita ajak beribadah di tempat ibadah sesuai agama masing-masing. Cara lain yang bisa orang tua ajarkan pada anak sebagai penanaman nilai-nilai Pancasila sila pertama ini adalah membiasakan berdoa di setiap aktivitas anak.

Inilah Tips Amankan Ponpes dari Covid-19 Ala Pak Kiai

Misalnya sebelum makan, tidur, atau bermain. Jangan lupa orang tua selalu mengingatkan untuk berdoa terlebih dahulu. Mengenalkan anak pada kitab suci juga menjadi salah satu pengamalan Pancasila untuk anak kita yang masih berusia dini.

Berkunjung ke Rumah Saudara

Berkunjung ke rumah sanak saudara, teman atau tetangga merupakan salah satu cara menumbuhkan nilai-nilai Pancasila pada anak usia dini. Sila kedua yang mengandung makna kemanusiaan, berarti menugaskan kepada orang tua agar senantiasa menanamkan karakter simpati dan empati dalam diri anak.

Cara yang dapat dilakukan orang tua misalnya meminta anak menghibur temannya yang sedang menangis, menolong teman jika melihatnya terjatuh atau kesusahan, dan lain sebagainya.

Waspada! Pandemi Covid-19 Pengaruhi Kesehatan Mental Masyarakat

Pembiasaan-pembiasaan ini lambat laun akan menjadikan anak kita tumbuh dengan jiwa kemanusiaan yang tinggi.

Mengajak Teman Bermain Bersama

Pada sila ketiga Pancasila terkandung makna persatuan. Dalam hal ini orang tua wajib membiasakan anak untuk rukun. Baik rukun dengan teman bemain, dengan cara mengajak teman bermain bersama tanpa membedakan status sosial.

Jangan lupa pula untuk mengajarkan anak tentang kebersamaan. Misalnya sesekali mengajak anak dan teman-temannya makan kue bersama di teras rumah. Selain membuat anak-anak senang, hal ini juga membelajari anak kita tentang makna penting dari kebersamaan.

Beri Kesempatan ke Anak untuk Memilih

Musyawarah untuk mufakat menjadi makna sila keempat Pancasila. Tugas sebagai orang tua adalah memberikan kebebasan atau kesempatan untuk anak dalam menentukan keinginan mereka.

Garam Bisa untuk Menghilangkan Jerawat dengan Cepat, Kamu Percaya?

Salah satu cara sederhana menanamkan nilai-nilai Pancasila sila keempat ini misalnya menanyakan kepada anak tentang menu makanannya. Anak tentu akan memberikan beberapa argumen tentang makanan apa yang mereka inginkan.

Bisa juga dengan memberikan kesempatan pada anak untuk memilih pakaian yang ingin mereka pakai sendiri. Dari dua contoh kebiasaan ini, menjadi dasar orang tua untuk membiasakan anak berpendapat dan mendengarkan pendapat orang lain.

Berbagi dengan Teman

Keadilan menjadi makna penting dalam sila kelima Pancasila. Orang tua dapat menbiasakan anak untuk berbagi dengan orang lain. Contoh sederhana misalnya berbagi mainan atau makanan dengan teman.

Ibu Muda Naik Gunung Sambil Gendong Anak, Bagi Tips ke Netizen

Mengingat anak untuk bersikap adil terhadap semua teman, tidak membedakan teman, senantiasa untuk mau bermain bersama dengan semua teman menajdikan anak kita terbiasa untuk hidup adil dalam segala hal.

Memahami nilai-nilai Pancasila memang tidak bisa dengan mudah diajarkan pada anak, terlebih lagi pada anak usia dini. Ketelatenan dan kebiasaan yang diterapkan orang tua di rumah yang membuat anak terbiasa hidup dengan berpegang teguh pada nilai-nilainya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom