Tutup Iklan
Bukan Pembatas, Ini Fungsi Patok Jalan Tol Solo-Jogja yang Mulai Dipasang di Klaten
Patok proyek jalan tol Solo-Jogja terpasang di tepi persawahan wilayah Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Kamis (30/7). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN — Patok sebagai penanda proyek jalan tol Solo-Jogja mulai dipasang di sejumlah desa di Klaten. Namun, patok itu bukan berfungsi sebagai pembatas antara yang terkena proyek tol dan tidak.

Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Sawaldi, menyatakan patok itu bukan sebagai patok pembatas lahan yang bakal terdampak proyek jalan tol.

“Sebenarnya mereka memasang [patok] poligon. Jadi itu diambil titik tengahnya atau as [rencana jalan tol] dulu nanti tinggal ke kanan kirinya. Itu yang melakukan bukan dari kami [pemkab],” jelas Jaka.

Boleh di Lapangan, Mayoritas Warga Klaten Pilih Salat Iduladha di Masjid

Patok jalan tol Solo-Jogja ini sudah terpasang di Desa Glagahwangi dan Kapungan, Kecamatan Polanharjo, Klaten.

Patok berbentuk silinder berbahan peralon dengan bagian tengah dicor itu berderet di lahan pertanian serta tepi jalan.

Kepala Desa Kapungan, Rahim Fauzi, membenarkan pemasangan patok itu dilakukan untuk kepentingan rencana pembangunan jalan tol Solo-Jogja.

4 Hari Hilang, Alif Hanya Makan Tebu & Tidur Di Emperan Bengkel

Rahim menuturkan warga sudah diberi tahu mengenai pemasangan patok jalan tol di wilayah Klaten melalui ketua RT.

Berdasarkan data calon bidang terdampak jalan tol Solo-Jogja, luas lahan yang terdampak di wilayah Kapungan sekitar 25 ha.

Selain sawah milik warga dan tanah bengkok sekitar 2 ha, ada perkampungan yang diperkirakan terdampak jalan tol. Pada perkampungan itu diperkirakan ada 22 rumah yang bakal terdampak.

Terbelah Jadi Tiga

Rahim menjelaskan jika merunut data yang sebelumnya diterima pemerintah desa, jalan tol bakal membagi wilayah Kapungan yang terdiri dari 12 dukuh menjadi tiga daerah yakni di sisi barat, selatan, serta utara dan timur.

Dianggap Keramat, Warga Tak Berani Pindahkan Watu Sigong Klaten

“Harapan kami seumpama terdampak jalan tol, dari segi fisik pembangunan di Kapungan bisa didukung. Pembangunan kami harapkan bisa memanfaatkan tenaga kerja lokal yang mumpuni,” urai dia.

Sekretaris Desa (Sekdes) Ngabeyan, Kecamatan Karanganom, Sardono, mengatakan hingga Kamis (30/7/2020) belum ada pematokan di wilayah Ngabeyan.

Desa ini bersebelahan dengan Glagahwangi yang sudah lebih dahulu dipasangi patok jalan tol Solo-Jogja di Klaten.

“Sampai sekarang juga belum ada petugas dari jalan tol yang datang ke desa untuk memasang patok. Biasanya, sebelum ada kegiatan semacam itu ada yang datang ke balai desa istilahnya kula nuwun,” tutur dia.

5 Tempat Ikonik di Lagu Didi Kempot yang Bikin Hati Ambyar

Sardono menjelaskan jika sesuai data yang sebelumnya diterima pemerintah desa, hanya sebagian kecil wilayah Ngabeyan terdampak jalan tol. Ruas jalan proyek tol bakal mengenai sekitar 12 rumah di salah satu perkampungan.

“Harapan kami kalau memang benar-benar terdampak jalan tol ganti-rugi yang diberikan bisa sesuai. Selain itu, juga perlu dipertimbangkan keribetan orang-orang terdampak jalan tol seperti harus pindah dan mencari rumah baru lagi,” urai dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho