Tutup Iklan
Boleh di Lapangan, Mayoritas Warga Klaten Pilih Salat Iduladha di Masjid
Petugas mengecek suhu salah satu jemaah sebelum mengikuti Salat Idul Adha di Alun-alun Klaten, Jumat (31/7/2020). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Mayoritas warga Klaten memilih melaksanakan Salat Iduladha di dalam masjid meski Pemkab memperbolehkan warga menggelar salat tersebut di lapangan, Jumat (31/7/2020).

Pemkab Klaten memperbolehkan warga menggelar Salat Iduladha di lapangan dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat.

Hal itu sesuai Surat Edaran (SE) Bupati Klaten tentang Penyelenggaraan Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19.

16 Kasus Temuan Cacing Hati Warnai Penyembelihan Hewan Kurban Di Wonogiri

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Klaten, Anif Solikhin, mengatakan meski diperbolehkan menggelar Salat Iduladha di lapangan, mayoritas warga ikut salat di masjid wilayah masing-masing.

“Kalau Salat Iduladha sebelumnya kan banyak yang di lapangan. Untuk tahun ini meskipun diperbolehkan di lapangan, banyak yang menggelar Salat Iduladha di masjid-masjid kampung,” jelas dia.

2.000-An Masjid

Anif memperkirakan dari 2.000-an masjid di Klaten dan lebih dari 1.000 di antaranya digunakan untuk pelaksanaan Iduladha, Jumat (31/7/2020). Saat Idulfitri beberapa bulan lalu pun, kata dia, banyak warga yang melaksanakan Salat Id di masjid kampung.

Hendak Disembelih, Sapi Kurban Di Sangkrah Solo Kabur dan Nyemplung Kali Jenes

Saat itu, warga diimbau tidak melaksanakan Salat Idulfitri di lapangan atau pun masjid melainkan di rumah masing-masing. “Sementara pada Iduladha kali ini warga Klaten boleh menggelar salat di lapangan atau masjid. Saya yakin ada 1.000 masjid yang menggelar Salat Iduladha,” jelas dia.

Sementara itu, takmir Masjid Raya Klaten menggelar Salat Iduladha di Alun-alun Klaten yang bersebelahan dengan masjid. Meski di lapangan, pelaksanaan Salat Iduladha dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Panitia memberi pembatas mengelilingi lapangan. Pada pintu-pintu masuk ke lapangan, ada petugas memakai sarung tangan dan masker yang ditempatkan untuk mengecek suhu tubuh menggunakan thermo gun serta menyemprotkan hand sanitizer kepada setiap jemaah.

2 Warga Sragen Positif Covid-19 Sepulang Dari Karanganyar dan Surabaya

Ada pula petugas yang mengarahkan warga Klaten untuk menempati saf yang sudah diberi tanda untuk jaga jarak sebelum pelaksanaan Salat Iduladha. Setiap warga yang akan masuk ke lapangan diwajibkan mengenakan masker.

Petugas memberikan masker gratis kepada jemaah yang datang tak pakai masker. Seperti Hendrik, salah satu warga Kecamatan Klaten Tengah yang ikut Salat Iduladha di alun-alun.

“Sudah tahu diwajibkan mengenakan masker. Tetapi ini tadi kebetulan tidak bawa,” jelas Hendrik saat ditemui wartawan di Alun-alun Klaten, Jumat.

Tambah 14 Kasus, Kumulatif Positif Covid-19 Boyolali Tembus 208 Orang

Salat Iduladha di Alun-alun Klaten dipimpin Syamsudin selaku imam sementara khotbah disampaikan Syamsudin Asyrofi. Salat Iduladha diikuti jemaah yang berasal dari warga di sekitar alun-alun serta rombongan pejabat Klaten.

Disiplin Protokol Kesehatan

Salah satu poin yang disampaikan Syamsudin dalam khotbahnya yakni mengajak seluruh jemaah untuk tetap menjaga kesehatan dan disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Ini Sebabnya Keuangan Selalu Minus Walaupun Gaji Sudah Besar

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan pemkab mengizinkan warga menggelar Salat Idul Adha di tengah persebaran virus corona yang hingga kini belum mereda. Hanya, panitia pelaksanaan Salat Iduladha tetap wajib menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Saya langsung mengikuti Salat Iduladha di alun-alun dan sangat tertib. semuanya saya lihat sudah sesuai SOP. Hingga kini untuk pelaksanaan Salat Iduladha di tempat lainnya sudah dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan,” jelas Mulyani.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho