Borong Saham WMUU, Direktur Widodo Makmur Keluarkan Rp85,20 Miliar

Direktur Keuangan PT Widodo Makmur Unggas Tbk. (WMUU) Wahyu Andi Susilo membeli 600 juta saham WMUU di pasar negosiasi pada Kamis (23/6/2022).

 Ilustrasi pergerakan saham. (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pergerakan saham. (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis)

Solopos.com, JAKARTA — Direktur Keuangan PT Widodo Makmur Unggas Tbk. (WMUU) Wahyu Andi Susilo membeli 600 juta saham WMUU di pasar negosiasi pada Kamis (23/6/2022).

Wahyu diketahui memborong 600 juta lembar saham WMUU dengan harga pembelian Rp142 per lembar. Dengan demikian, dia merogoh kocek sekitar Rp85,20 miliar.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Melalui aksi pembelian ini, total kepemilikan saham Wahyu di WMUU meningkat signifikan dari hanya 8 juta saham atau setara 0,06 persen menjadi 608 juta saham atau 4,70 persen dari seluruh saham WMUU.

“Setelah transaksi, maka kepemilikan saham WMUU menjadi 4,70 persen dari seluruh saham,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi yang dikutip Minggu (26/6/2022).

Pengalihan kepemilikan ini tidak mengakibatkan perubahan posisi PT Widodo Makmur Perkasa Tbk. (WMPP) sebagai pengendali WMUU.

Baca Juga: Harga Ayam Melonjak, PT Widodo Makmur Unggas Tbk Optimistis Raih Target

Dalam keterbukaan informasi pada hari yang sama, WMPP selaku induk WMUU juga melaporkan telah menjual 521,06 juta saham WMUU di pasar negosiasi dengan harga Rp142.

Sebelum transaksi, WMPP memiliki 7,67 miliar saham atau setara dengan 59,32 persen total saham WMUU. “Setelah transaksi, maka kepemilikan saham WMUU oleh WMPP menjadi 7,15 miliar saham atau 55,29 persen dari seluruh saham WMUU.”

WMUU tercatat membukukan pendapatan senilai Rp630,45 miliar pada kuartal I/2022 atau naik 5,5 persen dibandingkan dengan 597,43 miliar pada kuartal I/2021.

Adapun, laba bersih yang diperoleh WMUU pada periode ini mencapai Rp41 miliar, turun 37,6 persen dibandingkan dengan kuartal IV/2022.

Baca Juga: Widodo Makmur Perkasa-Nanotech Indonesia Global Jalin Kemitraan

Penurunan laba WMUU disebabkan oleh turunnya kinerja segmen karkas sebesar 31,3 persen secara kuartalan imbas dari turunnya aktivitas perdagangan di tengah kenaikan harga broiler di pasar.

Andi sebelumnya menyampaikan target pertumbuhan kinerja perseroan cenderung konservatif dan didorong oleh optimisme kinerja RPHU baru di Jawa Barat tahun ini.

Dia juga memastikan serapan capex masih sesuai dengan rencana awal tahun. Perusahaan menyiapkan Rp1,2 triliun untuk ekspansi pabrik pakan (feedmill), breeding parent stock ayam, peternakan ayam broiler, dan fasilitas pemotongan unggas.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul: Rogoh Rp85,20 Miliar, Direktur Widodo Makmur Unggas WMUU Borong Saham.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Pemerintah Perkuat Industri, Perdagangan, dan Investasi, Ini Hasilnya

      Menko Airlangga Hartarto menyatakan perlu dilakukan pendekatan multilateral yang tidak membatasi perdagangan ekspor dan impor dengan mengikuti aturan World Trade Organization.

      Gaji Pekerja Migran Indonesia di Taiwan Jadi Rp9,9 Juta, Berminat?

      PMI sektor domestik di Taiwan juga akan mendapat penambahan upah senilai NT$1.000 bagi PMI yang telah mengakhiri periode kontrak kerjanya selama tiga tahun dengan majikan yang sama.

      Tenang, Bos Indofood Sebut Harga Indomie Tidak akan Naik 3 Kali Lipat

      Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) Franciscus Welirang memastikan harga mi instan Indomie tidak akan meningkat sampai 3 kali lipat sebagaimana dikhawatirkan publik belakangan.

      HUT ke-6, Ini yang Ingin Dicapai Rumah Sakit UNS

      Di usia keenam ini, RS UNS terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanan dan terus berupaya mencapai target sebagai rumah sakit pendidikan utama.

      Gaji Pegawai BUMN dan PNS, Lebih Besar Mana?

      Menjadi impian para pencari kerja sebenarnya lebih besar mana, gaji pegawai negeri sipil (PNS) dibandingkan pegawai BUMN? Berikut ulasannya.

      Kenapa Emas Antam Lebih Mahal? Ini Alasannya

      Sebagai salah satu instrumen investasi, tahukah Anda kenapa emas Antam harganya lebih mahal? Begini penjelasannya.

      Tarif Ojol Naik, Driver di Solo Tak Khawatir Customer Berkurang

       Sejumlah driver ojek online (ojol) di Kota Solo tak khawatir kehilangan pelanggan bila seandainya keseluruhan tarif ojol di Kota Solo ikut naik.

      Disebut akan Naik 3 Kali Lipat, Harga Mi Instan Jadi Berapa?

      Disebut-sebut terdampak naiknya harga gandum, berapa harga mi instan jika harganya naik hingga tiga kali lipat?

      Harga Pangan Rabu 10 Agustus 2022, Minyak Hingga Cabai Turun Harga

      Pantauan harga pangan di sejumlah daerah di Indonesia terpantau stabil dan cenderung banyak mengalami penurunan harga, Rabu (10/8/2022).

      Harga Mi Instan Berpotensi Naik 3 Kali Lipat, Pengaruhi Inflasi?

      Harga mi instan dalam negeri berpotensi naik hingga 3 kali lipat lantaran tingginya harga gandum dunia akibat adanya perang Rusia-Ukraina.

      BI Ajak Pemda Gelar Operasi Pasar, Ini Tujuannya

      Menggiatkan operasi pasar (OP) sebagai langkah agar inflasi pangan bisa turun ke level 6% atau bahkan 5%.

      Hadir di Pesta Rakyat Simpedes, SuperApps BRImo Makin Diminati

      Lebih dari 25.000 warga tumpah ruah dalam Pesta Rakyat Simpedes (PRS) yang digelar oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di Lapangan Galuh Mas, Karawang, Jawa Barat.

      Antam dan UBS Naik! Cek Harga Emas Pegadaian, Rabu 10 Agustus 2022

      Harga emas hari ini yang dijual di Pegadaian, Rabu (10/8/2022) terpantau naik, baik untuk cetakan Antam dan UBS.

      BEI HUT ke-45, Pergerakan IHSG Hari Ini Diprediksi Menguat Tipis

      Bertepatan dengan HUT pasar modal Indonesia yang ke-45, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu (10/8/2022) hari ini diprediksi menguat.

      BCA Butuh 5.000 Talenta Digital 5 Tahun ke Depan, Cek Kualifikasinya

      PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) terus mencari  sumber daya manusia di bidang teknologi informasi (IT) alias talenta digital dalam jumlah besar.