Bermula dari Empati Warga Denmark, Tedy Si Kuda Poni Kini Menghuni TSTJ Solo
Kuda poni, Tedy, di kandang TSTJ Solo, Kamis (17/9/2020). (Solopos-Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO -- Taman Satwa Taru Jurug atau TSTJ Solo mengadopsi seekor kuda berusia tujuh tahun yang diberi nama Tedy.

Kedatangan Tedy menambah koleksi kuda TSTJ yang kini sebanyak lima ekor dan jumlah koleksi satwa sebanyak 400 ekor terdiri dari 77 spesies.

Pada Kamis (17/9/2020), Tedy yang merupakan kuda poni jantan terlihat mengunyah wortel dan apel setibanya di pintu masuk TSTJ di Kecamatan Jebres, Solo. Luka di perut kuda poni itu mulai sembuh.

Sebelumnya, Tedy merupakan koleksi seorang kusir bernama Galengsong, warga Kecamatan Juwiring, Klaten. Tiga tahun terakhir, kuda itu sehari-hari menarik andong sejauh 25 kilometer.

Satu Pekan Tambah 10 Kasus Positif Covid-19 di Wonogiri

Si kusir selalu mencambuk perut untuk mulai memacu kuda Tedy. Namun, saat dalam perjalanan mengantarkan penumpang, si kuda poni tidak bisa berjalan karena luka akibat pecut pada perutnya.

Hal tersebut disaksikan oleh warga Negara Denmark, Thomas Laholm, yang ingin menolong dengan membeli kuda yang sakit. Tapi kala itu Thomas tidak membawa sejumlah uang untuk membayar dan menyelamatkan kuda.

Pengusaha yang memiliki pabrik di Kecamatan Baki, Sukoharjo, tersebut akhirnya mencari alamat Galengsong dan membayar Tedy pada pertemuan berikutnya.

Duh, Penutup Saluran Air Underpass Makamhaji Sukoharjo Kerap Hilang Dicuri

β€œAnd we found the guy and deal to paid [kami menemukan kusir dan sepakat membayar kuda]. We taken it to the factory [kami membawa kuda ke pabrik],” kata Thomas.

Meminta Bantuan Menampung Kuda

Thomas tidak memiliki rumah untuk merawat kuda lebih lama lagi. Ia mengontak Founder Rumah Difabel Meong, Hening Yulia, untuk meminta bantuan menampung kuda. Rumah Difabel Meong menyambungkan ke TSJT Solo yang bersedia mengadopsi Tedy.

Tokoh Ini Usulkan Solo Menjadi Daerah Otonomi Khusus

Salah satu dokter hewan TSTJ Solo, Nalia Yustika, sudah mengecek kesehatan dengan mengetes feses dan sampel darah sebelum translokasi kemarin siang. Tedy akan mendapatkan suplai vitamin.

β€œIni merupakan kuda pacuan dan biasa membawa beban. Kami akan berikan makanan rumput dan konsentrat sesuai bobot dan kondisi tubuhnya. Kami juga akan membawa jalan kuda supaya terbiasa wilayah sini,” katanya.

Sebelumnya, satu koleksi harimau betina, Vidi, dijodohkan dengan harimau jantan koleksi Lembaga Konservasi Lembah Hijau, Kota Bandar Lampung. Vidi dikirim ke Bandar Lampung Jumat (11/9/2020) dan tiba Sabtu (12/9/2020).



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom