Lacak Alamat TKW yang Jenazahnya Telantar di Malaysia, Disnaker Sragen Malah Kaget
Ilustrasi jenazah. (Dok Solopos)

Solopos.com, SRAGEN -- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sragen menyatakan telah melacak alamat tenaga kerja wanita atau TKW bernama Ellen Kusuma Wahyuni yang jenazahnya terkatung-katung di Malaysia.

Ellen yang beralamat di Sragen dikabarkan meninggal dunia sejak akhir November 2020 namun belum dimakamkan hingga kini. Meski sudah dua bulan berjalan, belum ada pihak keluarga yang mengambil jasad TKW itu di Malaysia.

Diketahui, dalam postingan di media sosial yang juga meramaikan grup WhatsApp (WA) di Sragen dan diterima Solopos.com, Senin (11/1/2021), sesuai paspor disebutkan Ellen lahir di Sragen pada 21 Maret 1979.

Larangan WNA Masuk ke Indonesia Diperpanjang 14 Hari

Kasi Informasi Pasar Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Dalam dan Luar Negeri Disnakertrans Sragen, Ernawan, kepada Solopos.com, Senin, mengaku pihaknya telah berusaha melacak alamat TKW tersebut melalui KBRI di Malaysia.

Setelah ditelusuri, Ellen tercatat sebagai warga Desa Newung, Kecamatan Sukodono, Sragen.

Setelah alamat lengkap dikantongi, Ernawan pun berusaha memberi tahu kabar duka itu kepada pihak keluarga Ellen. Namun, betapa terkejutnya dia saat mendapati warga setempat dan ketua RT sama sekali tidak mengenal Ellen.

“Warga setempat dan ketua RT merasa kebingungan karena tidak ada warga sekitar yang bernama Ellen. Mereka juga tidak mengenali foto dia. Jadi, siapa itu Ellen sebenarnya, sampai sekarang juga belum ada kejelasan,” papar Ernawan

Sengaja Dipinjam

Ernawan menduga alamat itu sengaja dipinjam untuk pembuatan paspor Ellen. Praktik semacam itu, kata Ernawan, bisa saja terjadi di masa lalu saat syarat administrasi pembuatan paspor tidak seketat saat ini.

“Mungkin dia sudah puluhan tahun membuat paspor itu. Tidak tahu Ellen itu warga mana, tapi diduga dia sengaja meminjam alamat di Sragen. Informasi terkait adanya TKW yang meninggal dunia itu benar adanya, tapi bisa dipastikan dia bukan warga Sragen,” terang Ernawan.

Ternyata Ini Dampak BLT Terhadap Pembangunan Desa di Wonogiri

Ernawan mengakui postingan mengenai jasad TKW asal Sragen di Malaysia yang belum dijemput keluarganya itu seakan ada pembiaran dari Disnakertrans Sragen.

Padahal, sejak info itu beredar di media sosial, Disnakertrans Sragen langsung menelusuri kebenaran informasi itu.

“Dalam hal ini, Disnaker juga tidak tinggal diam. Kalau memang dia warga Sragen, pasti ada upaya penjemputan. Tapi, setelah kami telusuri, hanya alamatnya di Sragen, tapi tidak ditemukan keluarganya di sana. Warga sekitar juga tidak mengenalinya,” pungkas Ernawan.

PPKM Dimulai, Gubernur Ganjar Ngoprak-Oprak Warga Pakai Masker

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom