Berantas Pengedar Narkoba, Kudus Diminta Segera Bentuk BNN

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus segera membentuk BNN guna memerangi peredaran narkoba di wilayah itu.

 Kepala BNN Jateng Purwo Cahyoko. (Solopos.com-ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

SOLOPOS.COM - Kepala BNN Jateng Purwo Cahyoko. (Solopos.com-ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Solopos.com, KUDUS — Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng) diminta untuk segera membentuk Badan Narkotika Nasional kabupaten. Hal ini sebagai salah satu upaya mempersempit ruang gerak pengedar narkoba sehingga pemberantasan narkoba di Kabupaten Kudus bisa berjalan lebih maksimal.

Hal itu disampaikan Ketua BNN Jateng, Purwo Cahyoko, saat berada di Kudus, Selasa (28/9/2021). Purwo mengaku rencana pembentukan BNN Kabupaten Kudus sudah cukup lama, namun hingga kini belum terwujud.

“Rencana pembentukan BNN kabupaten memang sudah lama. Namun, naskah akademik sebagai syarat pembentukan belum terpenuhi,” ujar Purwo, dikutip dari Antara.

Baca juga14 Kasus Penyalahgunaan Narkoba Diungkap Polres Kudus

Purwo mengaku sudah berkoordinasi dengan Bupati Kudus terkait pembentukan BNN Kabupaten Kudus itu dalam bentuk naskah akademik. Naskah akademik itu pun nantinya akan diajukan ke BNN pusat dan diteruskan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) untuk pendirian.

Purwo juga meminta bantuan data-data, baik dari kepolisian maupun pemerintah kabupaten. Kalau sudah terbentuk, dukungan anggarannya dari BNN Pusat, sedangkan Pemkab Kudus bisa membantu dalam bentuk hibah kendaraan operasional, lahan, atau kantor.

Purwo menambahkan dengan terbentuknya BNN Kabupaten Kudus juga akan memberikan dampak pemberantasan narkoba di daerah sekitarnya seperti Jepara dan Pati. Terlebih saat ini di Jateng baru ada sembilan BNN di tingkat kabupaten/kota.

Baca juga: 2 Pemuda Karanganyar yang Ditangkap BNNP DIY Ternyata Edarkan Sabu-Sabu Pasokan Napi Lapas Sragen

Sementara itu, Bupati Kudus, Hartopo, menyatakan kesiapannya mendukung usulan pembentukan BNN Kabupaten Kudus.

“Karena baru audiensi, nanti dari Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) akan berkoordinasi dengan BNN provinsi apa yang harus dipersiapkan. Tentunya tempat kesekretariatan dan rehabilitasi juga harus dipersiapkan,” ujarnya.

Hartopo menambahkan saat ini di RSUD Kudus sudah memiliki unit jiwa, sehingga kelak ada area khusus untuk rehabilitasi pecandu narkoba.


Berita Terkait

Berita Terkini

Ratusan Ribu Batang Rokok Disita Bea Cukai Kudus

Sebanyak 358.560 batang rokok ilegal disita Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus, Jawa Tengah.

Tak Kuat Tanjakan, Truk Kontainer Sebabkan Kecelakaan di Tol Semarang

Kecelakaan melibatkan truk kontainer dengan empat mobil terjadi di Tol Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Petani Di Grobogan Tewas Tersetrum Jebakan Tikus di Sawah

Warijo, 56, warga Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Grobogan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik jebakan tikus di sawahnya.

109 Objek Wisata Banyumas Buka Lagi, Pemerintah Wajibkan Ini

Sebanyak 109 objek wisata di Kabupaten Banyumas mulai buka kembali di tengah PPKM level dua, tetapi wajib memiliki aplikasi PeduliLindungi.

Mantap! Seniman Soloraya Dominasi Bhayangkara Mural Festival

Polda Jateng menggelar Bhayangkara Mural Festival 2021, di mana urutan 11 terbaik didominasi seniman dari wilayah Soloraya.

Tak Hanya di Salatiga, Gempa Juga Guncang Semarang & Temanggung

Gempa bumi di daratan atau gempa darat tidak hanya terjadi di Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), tapi juga di wilayah Kabupaten Semarang dan Temanggung.

Waduh! Solar Kian Langka, Nelayan di Rembang Enggan Melaut

Nelayan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng) harus menghentikan aktivitas melaut menyusul solar langka.

Menikmati Night View Purwokerto dari Puncak Agaran, Syahdu...

Bukit Agaran ini berada di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanten, atau sekitar 15 km dari Purwokerto menuju arah utara.

Jangan Panik! Rentetan Gempa Salatiga Tak Berpengaruh ke Merapi

BPPTKG menyebutkan rentetan 15 kali gempa bumi yang terjadi di Salatiga dan Ambarawa tak berpengaruh pada aktivitas Gunung Merapi.

Rentetan 15 Kali Gempa Terjadi di Salatiga & Ambarawa, Ini Kata BMKG

Sejak Sabtu (23/10/2021) dini hari hingga siang pukul 14.00 WIB, rentetan 15 kali gempa bumi terjadi di wilayah Kota Salatiga dan Ambarawa.

Salatiga & Ambarawa Diguncang Gempa, Netizen: Setiap 15 Menit Gempa

Rentetan gempa bumi yang terjadi di Salatiga, Ambarawa, dan sekitarnya membuat warganet panik.

Salatiga-Ambarawa Diguncang Gempa, BMKG: Dangkal, Warga Tak Perlu Panik

BKMG menyebut gempa yang terjadi di Kota Salatiga dan Ambarawa merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal Merapi-Merbabu.

Istimewanya Lentog Tanjung, Perpaduan Opor dan Semur yang Nikmat

Lentog tanjung merupakan hidangan lontong dicampur dengan sayur lodeh tahu dan gori atau nangka muda.

2 Gempa Susulan Kembali Goyang Ambarawa

Gempa susulan pada 09.34 WIB berkekuatan Magnitudo 3.0 dan gempa kedua pada pukul 09.51 WIB berkekuatan Magnitudo 3.3.

Dipicu Sesar Aktif, Inilah Rentetan 8 Kali Gempa Salatiga-Ambarawa

Dampak gempa berupa guncangan dirasakan di Ambarawa, Salatiga, Banyubiru, dan Bawen dalam skala intensitas II MMI dimana benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Gempa Guncang Salatiga, Diduga Dipicu Sesar Merbabu, Merapi, & Telomoyo

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif.