Belum Punya Alat Mumpuni, PMI Wonogiri Siap Antar Pendonor Plasma Konvalesen ke Solo
Foto ilustrasi. (Reza Fitriyanto/JIBI/Solopos)

Solopos.com,WONOGIRI--Palang Merah Indonesia (PMI) Wonogiri belum memiliki alat yang mumpuni untuk membuat plasma konvalesen. Jika ada penyintas Covid-19 yang mau mendonorkan plasma konvalesen, mereka akan di antar ke PMI Solo yang memiliki peralatan khusus dan mumpuni.

Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Wonogiri, Heri Susanto, mengatakan pihaknya belum memiliki alat yang bisa menghasilkan plasma konvalesen. Di sisi lain, juga harus ada standar khusus agar plasma itu bisa diberikan kepada pasien Covid-19.

"Sebenarnya kami bisa membuat plasma tersebut. Namun, kualitasnya menjadi pertanyaan. Kami belun tahu apakah yang kami buat, istilahnya secara konvensional, dan kami berikan kepada pasien itu efektif. Karena ada alat khusus namanya apheresis, itu jelas efektif. Tapi kami belum punya," kata dia saat dihubungi Solopos.com, Minggu (17/1).

Inspiratif! 30 Pegawai Pertamina Donorkan Plasma Darah untuk Pasien Covid-19

Atas kondisi itu, jika ada penyintas Covid-19 yang berniat mendonorkan darahnya, maka akan di antarkan ke PMI Solo. Karena, se-Soloraya baru di Solo yang sudah ada alatnya. Hingga saat ini baru ada lima pendonor dari Wonogiri yang diantar PMI Wonogiri ke Solo.

Plasma konvalesen, kata Heri, untuk saat ini belum menjadi terapi. Namun, riset terkait plasma konvalesen masih dilakukan. Hal itu untuk mengetahui apakah plasma konvalesen bisa digunakan sebagai pengobatan bagi pasien Covid-19. Plasma itu semacam antibodi yang didapatkan dari penyintas Covid-19. Hal itu cukup membantu penderita covid-19 yang kondisinya sudah berat atau parah.

"Jadi bisa membantu meringankan sakit yang dialami para pasien Covid-19. Berdasarkan pengakuan pasien yang telah diberi plasma konvalesen, mereka mengalami perkembangan yang baik. Misalnya hari ini diberi, besok merasa lebih baik. Kebanyakan seperti itu," ungkap dia.

Beda Vaksin Covid-19 dan Terapi Plasma Konvalesen

Heri menggambarkan, plasma konvalesen itu ibarat polisi. Sebelumnya polisi itu telah terlatih karena pernah menghadapi virus korona. Saat plasma konvalesen diberikan kepada pasien, maka polisi itu langsung menyerang virus di dalam tubuh pasien.

Beda Dengan Donor Darah Biasa

Lebih jauh ia menjelaskan, cara mendonorkan plasma konvalesen berbeda dengan donor darah biasa. Karena ada alat khusus yang digunakan untuk menyaring plasma dari darah pendonor. Biasanya membutuhkan waktu satu jam hingga satu setengah jam.

"Diambil plasmanya saja, kemudian masuk ke kantong. Darah merahnya masuk lagi ke pendonor. Cukup signifikan prosesnya, 400cc sekali pengambilan," paparnya.

1.948 Penyintas Covid-19 Sragen Diharapkan Jadi Donor Plasma

Ia mengatakan tidak semua penyintas Covid-19 bisa mendonorkan plasam konvalesennya. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Di antaranya berusia 18-60 tahun, berat badan lebih dari 55 kilogram, sembuh dari Covid-19 dengan hasil swab negatif dan bebas gejala selama 14 hari setelah sembuh.

Selain itu, diutamakan laki-laki atau perempuan yang belum menikah. "Saat terpapar harus bergejala. Karena kalau tidak bergejala, polisinya tadi tidak banyak. Jadi jika tetap diambil percuma. Gambarannya seperti itu," ujar dia.

Hingga saat ini masih sulit menemukan calon pendonor plasma konvalesen. Maka, ia mendorong para penyintas Covid-19 yang memenuhi kriteria, terutama yang pernah dirawat di rumah sakit karena bergejala untuk mendonorkan plasma konvalesennya.

Stok Plasma Konvalesen Menipis, PMI Solo Dorong Penyintas Covid-19 Mau Donor Darah

"Kebutuhannya cukup banyak, tapi yang mendonor sedikit. Jika ada penyintas Covid-19 di Wonogiri yang mau mendonorkan plasma konvalesennya, kami siap mengantar ke PMI Solo," kata Heri.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom