Belum Ambil BST? Tak Perlu Khawatir, Kantor Pos Gladak Solo Tetap Buka Saat Lebaran
Ilustrasi bantuan sosial.

Solopos.com, SOLO -- Kantor Pos Gladak, Solo, dipastikan tetap buka pada libur Lebaran 2020 untuk melayani pengambilan bantuan sosial tunai atau BST dari Kementerian Sosial.

Data yang diperoleh Solopos.com, saat ini hampir 90 persen BST sudah tersalurkan ke keluarga penerima manfaat (KPM) di Solo. Dari total 34.143 KPM, 30.100-an di antaranya sudah mengambil jatah uang tunai Rp600.000 itu di 54 kelurahan.

Jadwal terakhir di dua kelurahan diselesaikan pada Jumat (22/5/2020). Bagi KPM yang belum sempat mengambil di kantor kelurahan, Kantor Pos Besar Solo membuka layanan pada Minggu (24/5/2020) dan Senin (25/5/2020).

Tanpa Keliling, Lomba Takbir Baluwarti Solo dari Tiap Musala Kampung

Pengambilan BST di Kantor Pos Gladak Solo itu dilayani mulai pukul 08.00 hingga pukul 13.00 WIB. Kepala Kantor Pos Besar Solo, Elan Pramudiansyah, mengatakan syarat pengambilan BST itu tidak ribet.

KPM cukup membawa identitas berupa fotokopi KTP, Kartu Keluarga (KK) asli, dan undangan.

“Mereka yang satu keluarga dan masih terdaftar di KK yang sama bisa mewakili pengambilan. Kami imbau masyarakat tidak perlu terburu-buru dan berbondong-bondong ke kantor pos. Selain dua hari itu, pada hari biasa selain Lebaran juga bisa mengambil,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Jumat (22/5/2020).

2 Kasus Baru Positif Covid-19 Boyolali, Salah Satunya Kontak Erat Jenazah di Senting

Elan mengatakan 10 persen data KPM yang belum mengambil jatah, beberapa di antaranya merasa tidak layak, datanya tidak ditemukan, atau datanya ganda. Sisanya mengembalikan undangan dan minta namanya dicoret dari daftar.

Jika begitu, dana BST akan dikembalikan oleh Kantor Pos Solo ke Kementerian Sosial. “Mereka [yang tidak mengambil BST] diminta membuat berita acara,” jelas Elan.

Dalam penyaluran BST sepekan terakhir, ia mengatakan tidak banyak kendala di lapangan. Kendati begitu, masih ditemukan perbedaan nomor induk kependudukan (NIK) dengan data dari pemerintah pusat.

Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 Sukoharjo Tambah 1 Lagi dari Klaster Gowa

Jika hal itu terjadi, PT Pos Indonesia membutuhkan surat keterangan dari kelurahan. Surat tersebut menjadi validitas bagi KPM.

Terjadi Penumpukan

Kendala lain dalam penyaluran BST oleh Kantor Pos Solo yaknni banyaknya KPM dalam satu hari penyaluran sehingga terjadi penumpukan seperti di Kelurahan/Kecamatan Serengan pada Rabu (20/5/2020).

“Sebenarnya petugas kami sudah hadir di lapangan, tapi proses penyaluran dengan cara giro tunai mengalami keterlambatan. Sistem tidak bisa mengimbangi ritme jumlah KPM BST yang datang,” ucapnya.

1 Pasien Sembuh, Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 Solo Tinggal 3 Orang

Hal tersebut menjadi bahan evaluasi agar tidak lagi terjadi antrean hingga mengabaikan pembatasan fisik pada penyaluran tahap berikutnya. Salah satu solusinya adalah mengurai antrean menjadi dua kelompok hari sehingga lebih memudahkan.

“Karena penyaluran akan berlangsung setiap bulan sampai akhir tahun, kami akan terus berkoordinasi dengan Pemkot untuk kemudian menyusun jadwal,” tandas Elan.

Mau Lebaran, Boyolali Malah Tambah 2 Kasus Baru Positif Corona

Sebelumnya, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, meminta warga terdampak Covid-19 memilih antara paket sembako bantuan dari Pemkot atau BST dari pemerintah pusat.

Mereka tidak boleh mengambil keduanya sekaligus guna pemerataan. Warga yang sudah menerima undangan pengambilan BST tidak boleh menerima paket sembako Pemkot Solo.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho