Bejo! Ditolak Ajukan Subsidi Listrik, Janda Miskin Sebatang Kara di Madiun Ini Malah Dapat Gratis
Ilustrasi aplikasi listrik pintar. (Twitter)

Solopos.com, MADIUN – Keinginan seorang janda miskin di RT 020/RW 008, Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur memasang jaringan listrik di rumahnya terwujud. Hal ini terjadi setelah ada donatur yang memasangkan jaringan listrik di rumah janda bernama Painem itu.

Sebelumnya Painem sempat mengajukan pemasangan jaringan listrik bersubsidi dengan daya 450 VA ke PLN. Namun harapannya itu pupus karena janda berusia 63 tahun ini tidak masuk dalam data kemiskinan yang berhak menerima listrik subsidi PLN.

Meski keinginan pemasangan jaringan listrik subsidi yang diharapkan pupus. Tetapi dia justru mendapatkan yang lebih dari keinginannya.

Viral Jalur Gowes Gadis Desa, Pesepeda Bisa Foto dengan Wanita Berkemben di Tepi Sungai

Ada seorang donatur yang bersedia membiayai pemasangan jaringan listrik baru di rumahnya dengan daya 900 VA non-subsidi.

Pejabat Humas PLN UP3 Madiun, Bintara Toa Situmorang, mengatakan pengajuan pemasangan jaringan listrik bersubsidi atas nama Painem memang ditolak. Penolakan ini karena Painem tidak masuk dalam data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

"Karena untuk listrik subsidi, data kita mengacu pada TNP2K yang tidak bisa diutak-atik oleh PLN," jelas dia, Sabtu (12/9/2020).

Dia membenarkan ada seorang donatur yang membiayai pemasangan jaringan listrik baru 900 VA di rumah Painem. Rencananya alat kWh meter akan dipasang di rumah nenek-nenek yang hidup sebatang kara itu pada Senin.

"Pemasangan kWh meter di Madiun Kota habis. Itu alatnya kita ambilkan dari Ngawi. Kita upayakan paling lambat Senin dipasang," kata Bintara.

Dory Harsa Nikah, Penggemar Ambyar Unfollow Berjemaah

Donatur

Meski menggunakan jaringan listrik non-subsidi, tetapi selama pandemi Covid-19 ada kebijakan dari pemerintah untuk pengguna jaringan 900 VA mendapatkan potongan 50%. Sehingga nanti biaya bulanannya bisa lebih murah.

Lebih lanjut, pihaknya juga akan berkunjung ke pemerintah kecamatan/kelurahan di tempat Mbah Painem tinggal. Tujuannya untuk membantu pendaftaran usulan janda miskin itu masuk dalam daftar subsidi via web DJK.

"Jadi nanti tarif yang awalnya non-subsidi akan diubah menjadi tarif subsidi," teran Bintara.

Ketua RT 020/RW 008, Wahono, membenarkan ada donatur yang telah membiayai pemasangan jaringan listrik 900 VA di rumah Painem. Bahkan donatur juga siap membayarkan tagihan bulanannya.

Yuni-Suroto Dipastikan Lawan Kotak Kosong di Pilkada Sragen 2020

"Alhamdulillah ada donatur yang membiayai pemasangannya. Mbah Painem pun sangat senang mendengar kabar ini. Karena beliau memang tidak mampu dan berhak mendapatkan bantuan ini," kata dia.

Sebatang Kara

Sebagai informasi, selama ini Painem tinggal seorang diri di rumahnya yang sederhana di kampung tersebut. Untuk kebutuhan listrik, saat ini ia hanya mengandalkan saluran dari lingkungan.

Pria Penusuk Syekh Ali Jaber Ngaku Dihantui, Halusinasi?

Ditemui di rumahnya, Kamis (10/9/2020) siang, Painem terlihat sedang mendengarkan acara ceramah di radio kuno yang diletakkan di atas meja. Nenek-nenek berusia 63 tahun ini harus membelakkan mata saat wartawan datang ke rumahnya. Maklum, karena penglihatannya sudah tidak sempurna karena penyakit yang diderita.

Painem menceritakan dirinya saat ini sedang menunggu petugas dari PLN untuk memasangkan meteran listrik di rumah. Ia sudah menyiapkan uang senilai Rp500.000 untuk membayar biaya pemasangan meteran listrik. Uang itu merupakan bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah yang diberikan kepadanya saat pandemi Covid-19.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom