Beda Gaya Jekek di Pilkada Wonogiri 2015 dan 2020: Dari Batik sampai Akronim Nama
Beda pilihan batik resmi Joko Sutopo (Jekek) dan pasangannya di Pilkada Wonogiri 2015 dan 2020. (Dokumen Solopos)

Solopos.com,WONOGIRI — Sama-sama maju sebagai calon bupati di Pilkada Wonogiri 2015 dan 2020, Joko Sutopo yang akrab disapa Jekek punya gaya berbeda.

Dari sisi pakaian, Jekek yang pada Pilkada 2020 berpasangan dengan sesama politikus PDIP, Setyo Sukarno, memilih batik warna merah hati dengan kombinasi motif yang lebih berwarna.

Berdasarkan dokumen Solopos.com, pada Pilkada Wonogiri 2015, Jekek yang berpasangan dengan Edy Santosa juga memakai baju resmi batik berwarna merah.

Solopos Hari Ini: Unjuk Gigi Penantang PDIP

Batik yang dipakai Jekek-Setyo pada 2020 sama-sama berwarna dasar merah, namun motif dan pilihan warnanya berbeda.

“Merah hati berarti kami berangkat dari hati dan kami sudah sehati,” kata Jekek kepada wartawan saat konferensi pers deklarasi koalisi Wonogiri Sukses, di Rumah Makan Saraswati Wonogiri, Kamis (3/9/2020).

Sedangkan terkait motif, ada warna biru, hijau dan kuning. Ini merupakan bentuk keberagaman dan semangat kebhinekaan Jekek dan pasangannya di Pilkada Wonogiri.

KPU Klaten Tunda Pemeriksaan Kesehatan kepada Cawabup Fajri

Batik Wonogiren

Di sisi lain, mitra koalisi PDIP di Pilkada 2020 juga mempunyai simbol warna yang ada di motif batik. Biru menunjukkan PAN, sedangkan kuning menunjukkan Golkar.

Sama seperti 2015, batik resmi pasangan Jekok-Setyo atau Josss di Pilkada Wonogiri 2020 juga merupakan batik Wonogiren. Ini adalah batik khas Wonogiri yang ditandai dengan motif remukan. Remukan atau motif pecah malam menjadikan batik karya pengrajin Wonogiri itu istimewa.

Pria yang saat ini menjabat Bupati Wonogiri tersebut mengatakan setelah dirinya menggunakan batik Wonogiren pada pilkada 2015, omzet pengrajin batik Wonogiri meningkat. Dia berharap kali ini pun efeknya sama.

Asyik, Ganjar Ingin Bangun SMA Negeri Senyaman Kafe di Tawangmangu

Selain seragam batik resmi, nama kependekan atau akronim pilihan Jekek dan pasangannya di Pilkada Wonogiri juga menarik dicermati. Pada Pilkada Wonogiri 2015, Jekek-Edy memilih singkatan “Joss”.

Sedangkan pada Pilkada Wonogiri 2020, Jekek-Setyo memilih akronim “Josss”. Pasangan Jekek-Setyo menggunakan lebih banyak “s” dalam akronim resmi nama mereka.

Yeay, Pemerintah Serius Garap Paralayang di Segorogunung Karanganyar Jadi Sport Tourism

Setyo Sukarno tak memungkiri “Josss” mirip akronim yang dipakai pada pilkada Wonogiri 2015 lalu. Namun, dia tak mempermasalahkannya.

Menurut Sekretasis DPC PDIP Wonogiri itu, “Josss” membawa harapan agar dia dan Joko Sutopo tampil “Josss” saat pilkada Desember 2020 mendatang dan akhirnya menang.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom