Beberapa Pasal RKUHP Mengancam Iklim Usaha dan Investasi

Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) yang kini belum selesai dibahas DPR bersama pemerintah mengandung pasal-pasal yang mencampuri urusan sektor privat dunia usaha.

 Seorang mahasiswa mengangkat poster dalam unjuk rasa menggugat Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) di DPRD Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (6/7/2022). Mereka menuntut pemerintah dan DPR membuka draf RKUHP yang mereka nilai mengandung sejumlah pasal bermasalah yang merugikan publik. (Antara/Jessica Helena Wuysang)

SOLOPOS.COM - Seorang mahasiswa mengangkat poster dalam unjuk rasa menggugat Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) di DPRD Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (6/7/2022). Mereka menuntut pemerintah dan DPR membuka draf RKUHP yang mereka nilai mengandung sejumlah pasal bermasalah yang merugikan publik. (Antara/Jessica Helena Wuysang)

Solopos.com, SOLO – Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) yang kini belum selesai dibahas DPR bersama pemerintah mengandung pasal-pasal yang mencampuri urusan sektor privat dunia usaha.

Pasal-pasal ini berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum dan mengganggu iklim berusaha dan berinvestasi di Indonesia. Pemerintah dan DPR kembali melanjutkan pembahasan RKUHP yang pada 2019 terhenti setelah ditolak banyak elemen masyarakat.

Kelanjutan pembahasan RKUHP dilakukan dengan fokus perubahan formula 14 masalah atau isu krusial yang menjadi perdebatan. DPR dan pemerintah sepakat tidak membahas ulang substansi di luar 14 isu kontroversial tersebut.

Espos Plus

Menilik Kualitas Hidup Warga Finlandia yang Disebut Paling Berbahagia di Dunia

+ PLUS Menilik Kualitas Hidup Warga Finlandia yang Disebut Paling Berbahagia di Dunia

Finlandia dinobatkan sebagai negara dengan kualitas hidup terbaik. Negara Seribu Danau ini diberi skor 99,06 dari 100 dan dianggap memiliki kualitas hidup tertinggi secara global.

Espos Plus Lainnya

+ PLUS Kejayaan Dangdut Koplo: Selera Lokal Tembus Pasar Nasional

Dangdut koplo adalah kesenian dangdut yang lahir di daerah, namun berubah menjadi selera nasional.

+ PLUS PHK Besar-Besaran Indosat dan Senjakala Layanan Telepon & SMS

Disrupsi teknologi mengancam keberlangsungan operator telekomunikasi. Kini, semakin jarang orang yang memanfaatkan layanan telepon dan SMS akibat gempuran instant messenging seperti WhatsApp yang menawarkan layanan lebih praktis dan hemat tentunya.

+ PLUS Dilema Tim Escort Pengawal Ambulans, Dibutuhkan tapi Tak Diinginkan

Walau dianggap melanggar undang-undang, keberadaan Indonesia Escorting Ambulance (IEA) amat dibutuhkan ambulans, terutama untuk mengawal perjalanan pasien menuju rumah sakit supaya tidak terjebak kemacetan.

+ PLUS Label Haram Capit Boneka dan Nasib Permainan Lain di Game Zone

Permainan capit boneka yang banyak dijumpai di game zone pusat perbelanjaan mendapat label haram dari PC NU Purworejo.

+ PLUS Peluang Lukas Enembe jadi Kepala Daerah Paling Korup Sepanjang Sejarah

Gubernur Papua, Lukas Enembe berpotensi menjadi kepala daerah paling korup sepanjang sejarah menurut Indonesia Corruption Watch (ICW). Hingga kini terdapat 176 kepala daerah baik bupati, wali kota hingga gubernur terjerat kasus korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

+ PLUS One Piece, Mahakarya Fenomenal Kelas Dunia

One Piece adalah mahakarya fenomenal kelas dunia yang memiliki puluhan juta penggemar.

+ PLUS Uji Prestasi Kompor Induksi

Tidak semua makanan cocok dimasak menggunakan kompor induksi.

+ PLUS Jembatan Callender Hamilton, Urat Nadi Jalur Trans Jawa

Jembatan tipe Callender Hamilton merupakan urat nadi di jalur utama trans Jawa.

+ PLUS Manusia dan Ternak Berbagi Lewat Secuil Brem Wonogiri

Brem merupakan makanan khas Wonogiri, Jawa Tengah, yang menjadi sarana berbagi antara manusia dengan hewan ternak.

+ PLUS Teori Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman, Tuai Kontroversi tapi Raih Apresiasi

Berdasar bukti sejarah, Candi Borobudur bukan peninggalan Nabi Sulaiman. Alasannya, Nabi Sulaiman hidup pada masa sebelum masehi, sedangkan Syailendra hidup setelah masehi. Namun, Fahmi Basya tidak menggunakan waktu sebagai ukuran untuk menyampaikan teori.

+ PLUS Satria Piningit & Mitos Presiden RI Harus dari Jawa

Ramalan tentang kemunculan Satria Piningit selalu dikaitkan dengan kecenderungan Presiden RI selalu datang dari Suku Jawa.

+ PLUS Akonipuk, Mumi Ratusan Tahun dari Lembah Baliem Papua

Tradisi pengawetan mayat atau pemumian hampir ada di seluuruh benua di dunia, termasuk di Indonesia, salah satunya dilakukan oleh Suku Hubula di Lembah Baliem Papua, yang disebut Akonipuk.

+ PLUS 6 dari 7 Presiden RI dari Jawa tapi Dikotomi Jawa & Non-Jawa Cederai Demokrasi

Berdasarkan fakta sejarah, sejak meraih kemerdekaan pada 1945, enam dari tujuh presiden Indonesia berasal dari Suku Jawa. B.J. Habibie jadi menjadi satu-satunya presiden dari luar Suku Jawa, tepatnya dari Etnis Gorontalo, Sulawesi. Namun, dikotomi putra Jawa dan non-Jawa tak pantas diributkan kembali jelang Pemilu Presiden 2024.

+ PLUS Jurus Mendadak Artis ala Farel Prayoga & Tegar Septian

Viral di media sosial menjadi jurus Farel Prayoga dan Tegar Septian untuk menjadi idola baru setelah mendadak menjelma sebagai artis dangdut masa kini.

+ PLUS Babat Alas Ki Kebo Kenanga Lahirkan Kampung Batik Kliwonan, Pilang dan Pungsari

Lahirnya sentra kerajinan batik di Kliwonan, Pilang dan Pungsari di Sragen tidak bisa dilepaskan dari peran Ki Ageng Kebo Kenanga, ayah dari Joko Tingkir yang membuka hutan di tepi Sungai Bengawan Solo untuk syiar agama Islam.

+ PLUS Tradisi Mandi Safar dan Rabu Wekasan di Hari Terakhir Bulan Safar

Rabu (21/9/2022) adalah Rabu terakhir di bulan Sapar atau Safar pada Kalender Jawa maupun Kalender Hijriyah, yang banyak diisi kegiatan tradisi seperti mandi safar di beberapa wilayah di Indonesia, utamanya di luar Pulau Jawa, dan selametan atau tahlilan di sebagian masyarakat Pulau Jawa.

+ PLUS Cerita di Balik Tingginya Kaum Boro Wonogiri

Jumlah kaum boro asal Wonogiri ke berbagai daerah di Indonesia mencapai 35 persen atau 350.000 orang dari 1 juta penduduk, yang terbilang tinggi dan di baliknya punya cerita tersendiri.

+ PLUS Isu Pertalite Lebih Cepat Menguap, Antara Sugesti atau Fakta

Selepas harganya dinaikkan menjadi Rp10.000/liter, banyak warga mengeluhkan borosnya penggunaan Pertalite. Sebagian beranggapan Pertalite mengalami penurunan kualitas setelah harganya dinaikkan.

+ PLUS Kisah Si Anak Pedagang Kayu Wujudkan Mimpi Jadi Cendekiawan

Berawal dari mimpi, seorang anak yang lahir dari keluarga tidak mampu asal Lubuk Alung Sumatra Barat bisa tumbuh menjadi seorang cendekiawan muslim yang disegani di Indonesia.

+ PLUS Hikayat Mbok Mase di Kampung Batik Laweyan Solo

Mbok Mase adalah sosok yang tak pernah lepas dari sejarah Kampung Batik Laweyan Solo.