Ilustrasi penganiayaan (JIBI/Solopos/Dok)

Solopos.com, SOLO -- Anjar Widodo alias Jodoh, 35, warga Kampung Demangan RT 003/RW 007 Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo, ditangkap jajaran Unit Reskrim Polsek Pasar Kliwon, Solo, di rumahnya, Kamis (14/11/2019) siang.

Anjar Widodo diduga membacok tetangganya, Diki Pradana Putra, 25, warga Sawahan RT 006/RW 010, Sangkrah, Pasar Kliwon, pada Selasa (29/10/2019) lalu. Anjar ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya sekitar pukul 10.00 WIB.

Kapolsek Pasar Kliwon, AKP Tegar Satrio Wicaksono, mewakili Kapolres Solo AKBP Andy Rifai saat ditemui wartawan mengatakan Anjar dijerat Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman pidana kurungan paling lama lima tahun.

Polisi Klaten Temukan Sabu-Sabu di Jok Motor Korban Kecelakaan

“Ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara karena korban mengalami luka berat patah tangan,” ujar dia.

Menurut Tegar, penganiayaan terjadi karena Anjar tidak terima anak kandungnya dihina oleh Diki. Anjar yang emosi dan naik pitam langsung mendatangi rumah Diki.

Begitu bertemu Diki, Anjar langsung membacoknya menggunakan celurit. Celurit berikut kaus berlumuran darah yang dipakai Diki saat kejadian ini disita polisi sebagai barang bukti.

“Celurit yang masih terdapat bekas darah menjadi bukti autentik terjadinya penganiayaan terhadap korban,” imbuh dia.

KA Kalijaga Disetop! Solo-Semarang Ini Jadwal Joglosemarkerto

Tegar menuturkan sebenarnya Anjar dan Diki masih tetangga dan merupakan teman lama. Di sisi lain kondisi Diki kini sudah stabil dan tengah menjalani proses penyembuhan.

“Sudah tidak dirawat di rumah sakit. Beberapa waktu terakhir sudah rawat jalan. Indikasinya patah tangan,” kata dia.

Tegar mengimbau masyarakat untuk saling menghormati dan menjaga guyub rukun dengan tetangga. Konflik atau kesalahpahaman yang bisa terjadi sewaktu-waktu lebih baik diselesaikan secara kekeluargaan, bukan dengan kekerasan fisik.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten