Anak-anak mencoba alat menulis dan membaca huruf braille milik Balai Literasi Braille Indonesia (BLBI) Abiyoso saat Gelar Pustaka dan Arsip Solo 2019 di kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Solo, Rabu (9/10/2019). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, meluncurkan studio audio visual enam dimensi, Rabu (9/10/2019). Peluncuran tersebut berbarengan dengan pembukaan Gelar Pustaka dan Arsip Solo 2019.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kota Solo, Sri Ismiyati, mengatakan, studio enam dimensi tersebut memiliki efek lebih dibandingkan empat dimensi.

Efek tambahan yang melengkapi studio di antaranya angin, petir, salju, api, serta kursi penonton yang bisa bergeser kanan, kiri, depan dan belakang.

“Ruang audio visual enam dimensi ini adalah wahana kreasi pemutaran film animasi dan edukasi berkapasitas 32 kursi. Studio satu-satunya di Jawa Tengah tersebut diharapkan dapat menarik pengunjung perpustakaan sehingga berdampak pada peningkatan minat dan budaya baca warga Solo,” kata dia, dalam laporan penyelenggaraannya, Rabu.

Ismi mengatakan Gelar Pustaka dan Arsip Solo 2019 digelar di Kantor Dinas Arpusda setempat pada 9-12 Oktober 2019. Kegiatan melibatkan sejumlah penerbit, toko buku, UMKM dan dinas terkait.

Acara dimeriahkan oleh 13 stan yang terdiri dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Balai Penerbit Braille Indonesia (BPBI) Abiyoso Bandung, LIPI Bandung, UPT Universitas Sebelas Maret (UNS), UPT Universitas Slamet Riyadi (Unisri), sejumlah penerbit dan toko buku dan UMKM.

“Penerbit dan toko buku dapat menjual buku dengan di bawah harga toko. Kami membantu masyarakat membeli buku murah," kata Ismiyati, saat jumpa pers, Senin (7/10/2019).

Stan tersebut disewakan secara cuma-cuma bagi para penerbit, toko buku, UMKM maupun instansi. Namun, penerbit harus berpartisipasi memberikan buku untuk masyarakat yang ditampung dalam bank buku.

Di samping untuk meningkatkan minat baca masyarakat, acara tersebut juga bertujuan memfasilitasi agar anak-anak berinovasi dan berkreasi lewat berbagai lomba, dialog, dan bedah buku.

Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional (Arpusnas), Sri Sumekar, mengapresiasi langkah Dinas Arpusda Solo dalam menarik minat dan meningkatkan budaya baca masyarakat.

Saat ini, kata dia, jumlah perpustakaan di Indonesia mencapai 164.000an baik tingkat nasional, daerah, hingga desa.

“Saya berharap kegiatan ini bermanfaat untuk menguatkan indeks literasi dan budaya baca masyarakat Solo,” kata dia dalam sambutannya, Rabu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten