Kategori: Teknologi

Astronom Klaim Temukan Kembaran Bulan di Balik Mars


Solopos.com/Fransisco Primus Hernata

Solopos.com, JAKARTA — Astronomer di Inggris menemukan asteroid menyerupai Bulan yang bersembunyi di belakang Planet Mars. Kalangan ilmuwan itu meyakini bahwa asteroid yang dianggap sebagai kembaran bulan itu bisa menjadi pendamping yang telah lama hilang dari satu-satunya satelit alami yang kita dimiliki planet tersebut.

Anomali astronomi tersebut diketahui telah terbentuk miliaran tahun yang lalu pada masa-masa awal tata surya. Astronom dari Armagh Observatory and Planetarium (AOP) di Irlandia Utara telah melacak objek yang dianggap sebagai kembaran bulan tersebut dalam suatu kelompok yang disebut asteroid Trojan yang berbagi orbit dengan Mars.

Trojan adalah semua benda luar angkasa yang kebetulan berbagi orbit Matahari dengan planet atau bulan. Asteroid Trojan—secara khusus—sangat menarik bagi para ilmuwan karena merupakan bahan sisa dari waktu pembentukan planet.

Jinny dan Lea Tampil Menawan di Teaser Comeback Secret Number

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (National Aeronautics and Space Administration (NASA) bahkan telah memberi julukan asteroid tersebut sebagai "kapsul waktu dari kelahiran tata surya kita". Julukan itu merujuk pada kenyataan asteroid itu dapat menawarkan informasi tentang bagaimana planet dilahirkan.

Mayoritas Trojan di sistem antariksa itu ditemukan di dua awan yang mengorbit Matahari bersama dengan Jupiter. Tetapi para astronom Inggris tertarik untuk mempelajari apakah ada Trojan yang mengorbit Bumi.

Yang sangat mengejutkan, para astronom menemukan (101429) 1998 VF31, yaitu asteroid yang secara samar-samar terlihat sebagai kembaran Bulan dan bukan benda kecil lain di dekat Mars. Dengan kata lain, komposisi permukaan asteroid ternyata memantulkan cahaya dengan cara yang lebih menyerupai Bulan daripada asteroid atau objek lainnya.

Rencana Petualangan Sherina 2 Diumumkan, Baru Tayang Akhir 2021

Galin Borisov, doktor pada Armagh Observatory and Planetarium (AOP) yang mengambil bagian dalam analisis spektral tersebut, mengatakan banyak spektrum yang dimiliki asteroid tersebut tidak jauh berbeda dari Bulan. Tetapi ketika lembaga observatori itu melihat lebih dekat, maka ditemukan perbedaan penting, misalnya, perbedaan pada bentuk dan kedalaman dari luasnya absorpsi spektral pada panjang gelombang satu dan dua mikron.

Sangat Menyerupai Bulan

Namun, spektrum asteroid khusus ini tampaknya hampir menyerupai bagian pada Bulan, yakni ditemukannya batuan dasar yang terbuka seperti interior kawah dan pegunungan. Penemuan itu dilakukan dengan menggunakan European Southern Observatory’s (ESO) Very Large Telescope (VLT) di Gurun Atacama, Chili. Penelitian ini didukung oleh Dewan Fasilitas Sains dan Teknologi Inggris (STFC) dan telah dipresentasikan dalam jurnal Icarus.

Meskipun asal muasal dari asteroid tersebut dianggap menyerupai Bulan, tetapi hal itu tetap menjadi misteri. Karenanya astronom AOP mengajukan beberapa teori. Menurut penulis utama, Apostolos Christous, asteroid tersebut mungkin terlihat seperti Bulan karena asalnya dari Bulan.

 

Pas Ditonton Saat Halloween, Ini Rekomendasi 6 Film Horror Thailand

"Tata surya pada awalnya sangat berbeda dari tempat yang kita lihat sekarang. Ruang antara planet yang baru terbentuk itu penuh dengan puing-puing dan tabrakan adalah hal yang biasa. Asteroid besar yang dimana kami menyebutnya sebagai planetesimal telah menghantam Bulan dan planet lain. Pecahan dari tabrakan semacam itu bisa saja mencapai orbit Mars saat planet itu masih terbentuk dan terperangkap di awan Trojan-nya," ujarnya.

Teori kedua merujuk pada petunjukk asteroid itu berasal dari Planet Merah itu sendiri. Sama seperti Bumi dan Bulan, Mars dibombardir dengan batuan luar angkasa dan puing-puing di masa-masa awal tata surya. Tabrakan besar mungkin sebabkan dikirimkannya bongkahan batu seperti bulan ke orbit planet. Salah satu dampak tersebut diyakini telah menciptakan Bulan kita miliaran tahun yang lalu.

Dalam skenario ini, sebuah objek yang dijuluki sebagai Theia mungkin telah menabrak planet dan mengirimkan awan berisikan puing-puing ke luar angkasa. Puing-puing itu kemudian menyatu dan membentuk Bulan seperti yang dikenal saat ini. Terdapat juga teori serupa yang menunjukkan dua objek yang lima kali lebih besar dari Mars bertabrakan dan menciptakan hal tersebut dalam proses, baik di Bulan maupun di Bumi.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Share
Dipublikasikan oleh
Rahmat Wibisono