ASN Positif Covid-19, Dinkes Karanganyar Fokus Lacak Kontak Erat
Ilustrasi ASN atau PNS. (Antara)

Solopos.com, KARANGANYAR--Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar fokus melacak kontak erat ASN yang bertugas di Disdikbud Karanganyar.

Plt Kepala Dinkes Karanganyar, Purwanti, menyampaikan itu saat ditanya tentang informasi seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar dinyatakan positif Covid-19. Menurut dia, ASN tersebut mengikuti swab test pada Rabu (15/7/2020). Hasil swab test keluar pada Minggu (19/7/2020) sore.

"Jadi itu kasus positif karena kontak erat dengan tenaga kesehatan [nakes]. Keluarganya ada yang dokter di rumah sakit Solo. Sudah kami tracing kok [rekan kerja satu ruangan]. Makanya kan yang satu ruangan itu sudah isolasi mandiri," kata Purwanti saat berbincang dengan wartawan, Rabu (22/7/2020).

Tembok Hotel di Semarang Roboh, 4 Pekerja Bangunan Meninggal

Purwanti menuturkan Dinkes sudah melakukan swab test terhadap kontak erat ASN. Tetapi, dia belum dapat menyampaikan total kontak ASN yang sudah menjalani swab test.

"Kontak eratnya sudah ada yang swab. Totalnya belum masuk semua. Baru kemarin [Selasa] itu teman dekatnya. Kalau dari sana [kontak erat di Disdikbud Karanganyar] ada sekitar 10 orang. Pastinya belum tahu, yang jelas hari ini [Rabu] saya minta datang," jelas dia.

Senin (20/7/2020), Purwanti sempat menyampaikan ada sejumlah orang dari tambahan 11 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 hari itu berasal dari kontak erat nakes. Saat ditanya apakah berencana melaksanakan rapid test atau swab test terhadap pegawai di lingkungan Disdikbud Karanganyar, dia mengaku belum mengagendakan itu. Berulang kali Purwanti menyampaikan fokus saat ini adalah melakukan swab test terhadap kontak erat ASN tersebut.

Karaoke Bandungan Desak Satgas Covid-19 Kab Semarang Dibubarkan

 

Risiko Profesi

"Konsentrasi ke kontak erat dulu. Nanti kami bisa ke arah sana [screening di lingkungan dinas]. Ada rencana ke sana tapi ini fokus kontak erat dulu selesai baru yang lain. Setiap nama yang muncul sebagai kontak erat, langsung kami swab test. Tindakan pencegahan di dinas lain ya laksanakan protokol kesehatan dengan ketat," ujar dia.

Purwanti tidak menggunakan opsi menyelenggarakan rapid test massal. Salah satu alasannya adalah aturan yang berlaku saat ini terkait penggunaan rapid test. Tes cepat itu hanya digunakan untuk pelaku perjalanan dan kelompok rentan.

Di sisi lain, saat ditanya perihal kasus nakes terkonfirmasi positif Covid-19 semakin banyak, Purwanti menyampaikan nakes paling rentan terhadap Covid-19. Risiko itu dialami karena profesi mereka. Selain itu, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang harus ditangani di rumah sakit semakin banyak.

Persoalkan UKT, Mahasiswa Unnes Gugat Permendikbud ke MA

"Risiko tinggi terpapar karena mereka [nakes dan tenaga medis] yang menangani. Kalau APD saya kira sudah standar. Tapi mereka kan sudah cukup lama menangani Covid-19. Itu bisa juga berpengaruh ke imunitas," ujar dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom