Arti Brigadir dan Bharada dalam Pangkat Polisi, Lengkap dengan Gajinya

Berikut ini terdapat arti pangkat polisi Brigadir dan Bharada yang dilengkapi dengan besaran gajinya.

 Ilustrasi pangkat polisi. (Antara)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pangkat polisi. (Antara)

Solopos.com, SOLO — Dalam dunia Kepolisian RI, ada pangkat Brigadir dan Bharada. Dua pangkat tersebut baru-baru ini membuat penasaran publik artinya apa buntut dari kasus pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat.

Dalam kasus tersebut, ditetapkan empat tersangka, yakni Bharada E, Brigadir RR, KM, dan Irjen Ferdy Sambo. Brigadir J ditembak oleh Bharada E atas perintah dari atasannya, yakni mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Dari kasus itu, banyak publik penasaran dengan tingkat kepangkatan polisi. Berdasarkan Peraturan Kepala Kepolisian Negara RI No. 3/2016 tentang Administrasi Kepangkatan Anggota Kepolisian Negara RI, pangkat polisi dibedakan menjadi tiga golongan, meliputi Perwira, Bintara, dan Tamtama.

Diulas Solopos.com sebelumnya, terkait arti Brigadir dan Bharada, dua pangkat polisi tersebut masuk dalam dua golongan berbeda.

Baca Juga: Ini Urutan Pangkat Polisi, Brigadir dan Bharada Lebih Tinggi Mana?

Untuk Brigadir termasuk golongan Bintara, yang dibedakan menjadi empat, yakni Brigadir Polisi Kepala (Bripka), Brigadir Polisi (Brigpol), Brigadir Polisi Satu (Briptu), dan Brigadir Polisi Dua (Bripda).

Sebelum 2001, pangkat ini disebut dengan Sersan Kepala atau Serka, sama dengan pangkat yang setara di militer. Untuk pangkat Brigadir, gaji pokoknya juga dibedakan menjadi empat, berikut ini di antaranya.

Baca Juga: Berapa Gaji Irjen Pol Ferdy Sambo? Ini Daftar Pendapatan Polisi

  1. Bripka: Rp2.307.400 hingga Rp3.791.700
  2. Brigadir Polisi: Rp2.237.400 hingga Rp3.676.700.
  3. Briptu: Rp2.169.500 hingga Rp3.565.200.
  4. Bripda: Rp2.103.700 hingga Rp3.457.100.

Baca Juga: Peran 4 Tersangka dalam Kasus Brigadir J, Termasuk Ferdy Sambo

Sedangkan untuk Bharada, masuk dalam golongan Tamtama. Secara posisi, Bharada lebih rendah dari Brigadir. Bharada atau Bhayangkara Dua merupakan tingkatan paling bawah dalam golongan kepangkatan polisi Tamtama. Sebelum 2001, pangkat ini disebut dengan Prajurit Dua, sama dengan militer.

Untuk gaji pokoknya, Bharada menerima Rp1.643.500 hingga Rp2.538.100 per bulannya.

Baca Juga: Daftar Ajudan Ferdy Sambo, Lengkap dengan Pangkatnya

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Cianjur Sudah Sering Hancur Diguncang Gempa

      Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merupakan zona rawan gempa yang telah sering kali rusak akibat bencana alam.

      Proyek IKN Nusantara, Menteri PUPR: 183 Investor dari Malaysia Berminat

      Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengungkapkan 183 investor dari Malaysia berminat terhadap proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.

      Deretan Penghuni Pertama IKN Nusantara

      Inilah deretan orang yang akan menjadi penghuni pertama Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada 2024 mendatang.

      Besok, Siaran Televisi Analog di Soloraya Dihentikan

      Selain wilayah Soloraya, penghentian siaran analog pada 2 Desember 2022 juga dilakukan di wilayah Yogyakarta, dan Jabar.

      Profil Veronica Yulis Prihayati, Wanita Berpangkat AKBP dan Tugas di Baharkam

      Profil Veronica Yulis Prihayati merupakan istri KSAL Laksamana Yudo Margono dan menjabat ketua umum Jalasenastri TNI AL.

      Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2 akan Dibuka, 30 Perusahaan BUMN Ikut Partisipasi

      Kementerian BUMN segera membuka Rekrutmen bersama bumn batch 2 dan diikuti 30 perusahaan BUMN.

      Mendagri Ungkap Daerah dengan Serapan APBD Rendah, Ini Daftarnya

      Sejumlah daerah serapan APBD masih rendah meski tahun anggaran 2022 tinggal sebulan selesai.

      14.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun akibat Jumlah Dokter Jantung Minim

      Menkes mengatakan kelainan jantung bawaan menjadi penyebab kematian bayi tertinggi ketiga di Indonesia.

      Usul Kriteria Pemimpin Ditambah, Bahlil: Selain Rambut Putih, Berkepala Botak

      Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, memberikan saran tambahan kepada Presiden Jokowi terkait kriteria pemimpin pada Pilpres 2024, yakni berkepala botak.

      Hanya 20 Persen RSUD di Indonesia yang Bisa Pasang Ring Jantung

      Kemenkes akan mengalokasikan anggaran agar rumah sakit daerah tersebut memiliki dokter spesialis jantung.

      Gempita Piala Dunia Qatar, 400 Nyawa jadi Tumbal

      Qatar menggelontorkan dana paling besar sepanjang sejarah Piala Dunia, yakni senilai 200 miliar dollar AS atau setara Rp3,13 kuadriliun.

      Jokowi Sebut Maluku Utara Provinsi Paling Bahagia di Indonesia, Ini Alasannya

      Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi menyebut warga di Provinsi Maluku Utara menjadi yang paling bahagia di Indonesia.

      Belum Ditemukan, Pilot Helikopter Polri Diperkirakan Masih Terikat di Kokpit

      Ia menjelaskan, asumsi pertama pilot Helikopter NBO-105 Polri tersebut masih berada di dalam kokpit.

      Presiden Geram Uang APBD Rp278 Triliun Ngendon di Bank

      Tahun ini, menurut Presiden, uang APBD yang ngendon di bank mencapai Rp278 triliun.

      Jumlah Dokter Jantung Anak Minim, Menkes: 14.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun

      Menkes, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan bahwa sekitar 14.000 bayi meninggal setiap tahun akibat kelainan jantung bawaan atau congenital heart disease.

      Misteri Empat Jasad Mengering Kalideres

      Berbagai fakta tentang satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat itu terus bermunculan namun belum mampu mengungkap misteri kematian mereka.