Arkeolog Temukan Jasad Majikan & Budak Korban Erupsi 79 Masehi
Dua korban yang ditemukan dalam penggalian. (Luigi Spina/Parco Archeologico/EPA)

Solopos.com, POMPEII — Sekelompok arkeolog Pompeii telah menemukan dua korban letusan Vesuvius, yang diawetkan dengan sempurna sekitar 2000 tahun yang lalu. Penemuan tersebut dianggap sebagai penemuan yang luar biasa di kota Pompeii Romawi kuno.

Ganti Rugi Lahan Terdampak Tol Solo-Jogja di Klaten Segera Cair, Diprediksi Mulai Desember

Dilansir The Guardian, Senin (23/11/2020) dua fosil mayat tersebut diidentifikasi sebagai orang kaya dan budaknya. Mereka diyakini meninggal saat melarikan diri dari letusan dasyat Gunung Vesuvius pada 79 Masehi.

Menurut pejabat taman arkeologi Pompeii, dua jasad tersebut ditemukan selama penggalian di sebuah vila di pinggiran kota, di luar Pompeii kuno. Massimo Osanna, direktur taman mengungkapkan bahwa temuan itu adalah penemuan yang luar biasa.

Sementara Menteri Kebudayaan Dario Franceschini menggarisbahwahi pentingnya kota Pompeii sebagai tempat untuk studi dan penelitian. Kedua jasad tersebut berbaring berdekatan. Mereka diyakini telah lolos dari fase awal letusan gunung berapi, dan tewas akibat ledakan yang terjadi keesokan harinya.

Sisa-sisa mereka juga ditemukan di lokasi yang sama, di mana sebuah kandang berisi sisa-sisa tiga kuda yang diikat ditemukan pada tahun 2017. Para arkeolog mengatakan jasad dari pria yang lebih muda diperkirakan berusia antara 18 dan 25 tahun.

RS Sibuk Tangani Covid-19, Banyak Laporan Pasien Penyakit Kronis Meninggal

Terkompresi

Jasad itu memiliki beberapa tulang belakang yang terkompresi, yang membuat mereka percaya bahwa dia adalah seorang pekerja kasar atau seorang budak. Dia diperkirakan mengenakan tunik berlipit, yang terbuat dari wol.

Sedangkan dari pria yang lebih tua, diperkirakan berusia antara 30 dan 40 tahun. Ia memiliki struktur tulang yang lebih kuat terutama disekitar area dadanya. Jasad ini kemungkinan juga mengenakan tunik. Mereka ditemukan tergeletak di koridor vila.

Pejabat taman mengatakan bahwa penggalian lebih lanjut untuk beberapa bulan mendatang, mungkin akan mengungkapkan ke mana tujuan para pria itu. Menurutnya ini adalah serangkaian penemuan menarik yang dihasilkan dari penggalian di Pompeii dalam beberapa tahun terkhir.

Jasad dua wanita dan tiga anak juga ditemukan meringkuk bersama di kamar vila di Kawasan Regio V pada Oktober 2018. Seminggu sebelumnya, di vila yang sama mengungkap prasasti arang yang menunjukkan Vesuvius Meletus pada 79 Masehi.

29 Objek di Karanganyar Dinyatakan Lolos Kajian sebagai Cagar Budaya, Ini Daftarnya

Letusan Pompeii

Letusan gunung berapi Vesuvius digambarkan dalam laporan saksi mata oleh hakim Romawi Pliny The Younger, sebagai pemandangan yang luar biasa dan mengkhawatirkan.

Lepas letusan tersebut, Pompeii dan kota-kota sekitarnya menjadi tidak aktif, karena terkubur oleh abu, batu apung dan bebatuan. Hingga pada 1748, Raja Charles III dari Bourbon menugaskan penggalian resmi pertama situs tersebut. Dikutip dari New York Times, Senin (23/11/2020).

Sejak itu, sebagian besar kota kuno telah digali dan memberi para arkeolog dan sejarawan banyak informasi. Informasi tersebut antara lain bagaimana penghuni pada zaman itu hidup, bagaimana dekorasi rumah hingga apa yang mereka makan dan peralatan yang mereka gunakan.

Ketum Partai Nasdem Surya Paloh Terkonfirmasi Positif Covid-19

Meskipun taman arekologi itu ditutup untuk pengunjung pada 6 November karena larangan pandemi Covid-19, penggalian di situs tersebut terus berlanjut. Menurut laporan kementerian kebudayaan sedang dalam proses membeli tanah di mana vila tersebut berada. Massimo Osanna berharap nantinya taman arkeologi tersebut bisa dibuka untuk umum.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom