Antisipasi Corona Wonogiri: Pengemudi dan Penumpang Bus Di-Screening
Petugas melakukan screening kepada sopir dan kru bus di Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri, Rabu (25/3/2020). (Istimewa)

Solopos.com, WONOGIRI -- Penumpang dan pengemudi bus yang melintasi Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri menjalani screening untuk antisipasi persebaran virus corona atau Covid-19.

Ketentuan tersebut berlaku untuk bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) maupun Antarkota Dalam Provinsi (AKDP). Screening kepada penumpang dan pengemudi bus diberlakukan sejak Selasa (24/3/2020) sore.

Tindakan antisipasi persebaran virus corona di Wonogiri itu dilakukan dengan mengecek suhu badan penumpang dan pengemudi. Petugas kesehatan masuk ke dalam bus untuk mengecek kondisi penumpang, sementara pengemudi dan kru bus diminta turun dari bus untuk screening.

Resmi Diperpanjang, Pelajar di Jateng Belajar di Rumah hingga 13 April

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri, Agus Hasto Purwanto, mengatakan jadwal keberangkatan bus AKAP ke wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) terbagi tiga yakni pagi, siang dan sore.

Sementara kedatangan bus AKAP dari Jabodetabek hanya terbagi menjadi dua waktu yaitu sore dan malam. Sebelumnya pada Kamis-Minggu (19-22/3/2020) terjadi peningkatan kedatangan bus dan jumlah kedatangan penumpang.

Bupati Jekek Mendorong Kesadaran Kolektif Untuk Antisipasi Corona

Puncak lonjakan penumpang terjadi pada Minggu (22/3/2020). Pada Senin-Selasa (23-24/3/2020), kedatangan bus dan penumpang mengalami penurunan, bahkan lebih rendah dibanding hari biasanya.

Pasien Corona Meninggal Ke-3 RSUD Moewardi Warga Mojosongo Solo

“Selain mengantisipasi persebaran virus corona atau Covid-19, cek screening juga untuk mengurangi kepanikan warga Wonogiri dengan adanya penduduk perantau yang pulang kampung,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Rabu (25/3/2020).

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo yang akrab disapa Jekek, mengatakan kegiatan screening merupakan langkah antisipasi persebaran virus corona. Selanjutnya jika ada penumpang, khususnya warga perantauan yang mudik ke Wonogiri, yang mengalami gejala mengarah ke Covid-19 diminta segera periksa fasilitas kesehatan.

Meninggal Sepulang Prancis, Jasad Warga Jebres Solo Diperlakukan Seperti Jenazah Covid-19

“Masyarakat harus mempunyai kesadaran kolektif. Jika mengandalkan aparat yang mengecek warga hingga ke tingkat RT dan RW tidak memungkinkan," tegas Jekek.

Dia menambahkan sosialisasi secara masif yang dilakukan di setiap kecamatan bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat. Jika masyarakat tidak mempunyai kesadaran, upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah tidak efektif


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho