Ambulans Tak Dikasih Jalan, Pasien Meninggal di Jalan

Sopir ambulans itu mengaku tidak diberi jalan, sehingga kesulitan menembus padatnya kendaraan.

 Ambulans jumbo milik DKK Sragen diparkir di depan Kantor Dinas Bupati Sragen saat pelaksanaan vaksinasi terpusat, Selasa (9/11/2021). (Solopos.com/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Ambulans jumbo milik DKK Sragen diparkir di depan Kantor Dinas Bupati Sragen saat pelaksanaan vaksinasi terpusat, Selasa (9/11/2021). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, MAKASSAR — Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sulawesi Selatan bergerak cepat menyelidiki video viral 22 detik di sosial media, di mana sopir mobil ambulans mengaku tidak diberikan jalan oleh pengendara sehingga pasien yang dibawa meninggal.

Kabid Humas Polda Sulawesi Kombes Pol Komang Suartana di Makassar, Senin (17/1/2022) malam, mengatakan adanya video viral di sosial media terkait dengan sopir ambulans mengaku tidak diberi jalan oleh pengendara lainnya sedang diselidiki.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

“Anggota sekarang sedang melakukan penyelidikan terkait video viral itu. Belum diketahui maksud sang sopir dan benar tidaknya yang disampaikan itu,” ujarnya seperti dikutip Solopos.com dari Antara.

Kombes Pol Komang Suartana mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan awal dan mencocokkan keterangan sopir ambulans dalam video dengan suasana arus lalu lintas di jalan raya.

Baca Juga: Mobil Ambulans RSUD dr. Moewardi Solo Kecelakaan di Karanganyar Saat Hendak Antar Jenazah

Video yang direkam dari kemudi setir itu, kata dia, memperlihatkan situasi arus lalu lintas di sepanjang jalan, baik yang arah depan maupun samping kiri kanan jalan.

Menurut pengamatan sementara, kondisi arus lalu lintas saat video dibuat tidak sedang padat ataupun macet dan terlihat kendaraan baik roda dua maupun roda empat di sepanjang kiri jalan semua memberikan dan membuka jalan untuk mobil ambulans tersebut.

“Kalau kita amati videonya itu terlihat sangat jelas situasi lalu lintas tidak sedang padat ataupun macet. Terlihat juga mobil-mobil di sisi kirinya banyak memberi jalan kepada mobil ambulans itu. Ini yang sementara akan didalami oleh anggota,” katanya.

Dalam rekaman video berdurasi 22 detik itu, sopir mobil ambulans bercerita jika dirinya sedang membawa pasien gawat berusia tujuh tahun dari Jalan Tala Salapang menuju RSUD Daya Makassar.

Baca Juga: Mobil Ambulans NU Pertama di Indonesia Ternyata dari Klaten

Sopir ambulans itu mengaku tidak diberi jalan, sehingga kesulitan menembus padatnya kendaraan. Akibatnya, pasien yang dibawanya dinyatakan meninggal dunia di Jalan Urip Sumoharjo sebelum tiba rumah sakit.

Dari video itu juga, terdengar suara histeris dari beberapa orang perempuan yang terus memanggil anaknya yang diduga sudah tidak sadarkan diri.

Kombes Komang menyatakan, dalam perjalanan dari Jalan Tala Salapang menuju RDUD Daya, jarak tempuhnya sangat jauh dan di sepanjang jalan itu melewati setidaknya lima rumah sakit besar.

“Ini yang akan kami selidiki, kenapa harus dibawa ke RS Daya, kan kalau berdasarkan rutenya itu menuju RS Daya ada 5 rumah sakit besar dilalui. Kalau memang gawat, kenapa tidak dibawa ke rumah sakit itu semua sebelum ke tujuan awal,” tuturnya.

Baca Juga: Brakk! Mobil Ambulans Alami Kecelakaan Saat Bawa Pasien di Solo

Menurut Kabid Humas, sesuai dengan Undang-undang lalu lintas Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 134, prioritas diberikan kepada beberapa kategori kendaraan. Pertama ambulans, kedua pemadam kebakaran, ketiga kendaraan presiden dan kendaraan duta besar.

Lebih lanjut Kombes Komang Suartana menjelaskan pemberian pelayanan kepada masyarakat serta dengan membunyikan sirine dan menyalakan rotator sesuai sosialisasi perundangan, jika ada ambulans yang lewat membawa pasien atau korban, maka pengendara otomatis harus membuka jalan agar bisa dilalui mobil ambulans tersebut.

Sumber: Antara

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Cerita di Balik Keunikan Yoni di Situs Watu Genuk Boyolali

+ PLUS Cerita di Balik Keunikan Yoni di Situs Watu Genuk Boyolali

Situs Watu Genuk di Dukuh Watu Genuk, Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Boyolali yang diduga merupakan sebuah candi, memiliki yoni berhiaskan ragam ikononografi unik yang bercerita.

Berita Terkini

Puan Maharani: Tjahjo Kumolo adalah Om dan Eyang di Keluarga Kami

Putri Megawati, Puan Maharani mengenang sosok almarhum Tjahjo Kumolo adalah om dan eyang di keluarganya.

Mantan Kepala Desa Jadi Buronan karena Tilap Duit Mobil Operasional

Buronan itu bernama Sutisna, mantan Kepala Desa Bonisari, Kecamatan Pakuhaji, Tangerang, Banten.

Imami Salat Jenazah Tjahjo Kumolo, Wapres: Kita Kehilangan Orang Baik

Wapres Ma’ruf Amin menjadi imam salat jenazah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo disalatkan di Masjid Quba, Gedung Kemenpan RB

Di Mata Jokowi, Tjahjo Kumolo Sosok Nasionalis Sejati

Jokowi mengatakan mendiang Tjahjo Kumolo semasa hidupnya merupakan nasionalis sejati yang penuh integritas dan setia pada bangsa dan negara.

Dari Abu Dhabi Jokowi Sampaikan Belasungkawa Tjahjo Kumolo Wafat

Presiden Jokowi berbelasungkawa atas meninggalnya Menpan-RB Tjahjo Kumolo saat kunjungan kenegaraan di Abu Dhabi, UEA.

Human Zoo, Saat Manusia Jadi Objek Tontonan Layaknya Binatang

Masyarakat modern menjadikan kebun binatang sebagai media tontonan atau wahana hiburan. Namun, manusia juga pernah diberlakukan sebagai objek tontonan pengunjung layaknya hewan di kebun binatang.

Menpan-RB Tjahjo Kumolo Wafat, PDIP Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan arahan kepada seluruh kader, anggota, dan simpatisan partai untuk mengibarkan bendera PDIP setengah tiang di kantor-kantor partai.

Makna Penting Lawatan Presiden Jokowi ke Eropa

Lawatan Presiden Joko Widodo ke pertemuan G7 di Jerman yang dilanjutkan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Oleksandrovych Zelenskyy dilanjutkan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin bermakna sangat strategis bagi Indonesia.

Iduladha di Indonesia dan Arab Saudi Berbeda, Ini Penjelasan Kemenag

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kementerian Agama Adib menjelaskan perbedaan waktu itu disebabkan karena letak Arab Saudi lebih barat dari Indonesia.

Kelabui Kasir, Pria Gondol Rokok di Minimarket Makmur Baki Sukoharjo

Pelaku awalnya memilih beragam jenis barang seperti kopi, gula, dan mi instan dan dia tampak mondar-mandir di dalam minimarket.

Canggihnya 2 Kereta Api Cepat Rusia yang Ditawarkan Putin untuk IKN

Sapsan dan Allegro merupakan dua jenis kereta api cepat yang paling populer di Rusia. Presiden Vladimir Putin menawarkan Russian Railways ambil bagian dalam mendukung infrastruktur transportasi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Profil Tjahjo Kumolo: Lahir di Solo & Meninggal di Jakarta

Inilah profil lengkap Tjahjo Kumolo, Menteri PAN-RB, yang meninggal pada Jumat (1/7/2022).

Innalillahi, Menpan-RB Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia

Menpan-RB Tjahjo Kumolo meninggal dunia pada Jumat (1/7/2022) dalam usia 64 tahun.

Persebaran PMK Meluas, Kebutuhan Hewan Kurban 1,81 Juta Ekor

Pemerintah meluncurkan gerakan disinfeksi nasional, Kamis (30/6/2022), untuk mengendalikan penyakit mulut dan kuku (PMK). Wabah PMK makin meluas di 19 provinsi dan tak hanya menjangkiti sapi.

Dies Natalis, UT Surakarta Tebar 19.000 Bibit Ikan di Waduk Cengklik

Dalam rangka Dies Natalis yang ke-38 Universitas Terbuka (UT) Surakarta menyelenggarakan kegiatan bakti sosial menebarkan benih ikan di Waduk Cengklik, Boyolali.

Solopos Hari Ini: Momentum Tepat Misi Jokowi

Misi perdamaian yang dibawa Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Ukraina dan Rusia diapresiasi. Upaya diplomasi itu disambut baik oleh pemimpin Ukraina dan Rusia yang diiringi isyarat positif kedua pihak bertikai.