Ada Buruh Kena PHK Belum Dapat Pesangon, FKSPN Karanganyar Mengadu ke DPRD 

FKSPN Karanganyar mengadu ke DPRD tentang masalah buruh berupa pesangon setelah kena PHK dan tali asih buruh meninggal yang belum dibayarkan.

 Pemkab Karanganyar dan FKSPN Karanganyar bermediasi terkait tuntutan dua orang pekerja di dua perusahaan terkait pesangon dengan Komisi B DPRD Karanganyar di Ruang Paripurna DPRD Karanganyar, Senin (2/8/2021). (Solopos/Candra Putra Mantovani)

SOLOPOS.COM - Pemkab Karanganyar dan FKSPN Karanganyar bermediasi terkait tuntutan dua orang pekerja di dua perusahaan terkait pesangon dengan Komisi B DPRD Karanganyar di Ruang Paripurna DPRD Karanganyar, Senin (2/8/2021). (Solopos/Candra Putra Mantovani)

Solopos.com, KARANGANYAR — Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (FKSPN) Karanganyar mengadu ke Komisi B DPRD Karanganyar terkait adanya buruh yang kena PHK dan belum dapat pesangon, Senin (2/8/2021).

Selain itu, ada pula buruh yang meninggal dan keluarganya belum mendapatkan uang tali asih dari perusahaan. Ketua DPD FKSPN Karanganyar, Haryanto, mengatakan upaya mediasi secara bipartit sudah dilakukan sebelumnya.

Namun perusahaan terkait belum memberikan hak pekerja dan ahli waris yang mengadu. Karenanya, FKSPN kemudian memutuskan mengadu ke Komisi B DPRD Karanganyar untuk membantu menyelesaikan masalah pesangon dan tali asih buruh tersebut.

Baca Juga: Lowongan CPNS Apoteker Difabel Karanganyar Tidak Ada Pelamar

“Perusahaan belum memberikan pesangon dan uang tali asih untuk pengadu. Belum ada upaya penyelesaian dari perusahaan tersebut. Kami ingin masalah ini cepat selesai, makanya kami putuskan melapor ke Komisi B,” ungkapnya kepada Solopos.com seusai audiensi.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Industrial (HI) Disdagnakerkop dan UKM Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan kedua permasalahan yang diadukan FKSPN Karanganyar merupakan aduan yang masuk pada 2020.

Sebelum audiensi, Hendro mengatakan Pemkab sudah memberikan risalah solusi kepada kedua pihak dengan mengusulkan nominal yang diharapkan bisa disepakati.

Baca Juga: Alhamdulillah! Bantuan Beras Mulai Disalurkan di Karanganyar

Belum Ada Kesepakatan Nominal

Namun, perusahaan belum bisa menyanggupi dan berupaya menawar angka pesangon dan uang tali asih untuk kedua buruh asal perusahaan berbeda di Karanganyar itu.

“Untuk yang tali asih karyawan yang meninggal itu, kami beri risalah dengan nominal Rp64 juta tapi perusahaan menawar menyanggupi hanya Rp18 juta. Soal pesangon memang belum ada titik temu nominalnya,” bebernya mewakili Kepala Disdagnakerkop dan UKM Karanganyar, Martadi.

Baca Juga: Dandim Karanganyar Bujuk OTG Jalani Isolasi di Tempat Isolasi Terpusat

Pemkab Karanganyar saat ini menyerahkan keputusan tersebut kepada pengadu setelah adanya audiensi dengan Komisi B DPRD Karanganyar. Ia berharap kedua permasalahan tersebut bisa selesai di tingkat kabupaten tanpa harus masuk ke Pengadilan Hubungan Industrial.

“Semoga segera mencapai titik kesepakatan. Sebisa mungkin permasalahan ini bisa selesai di tingkat kabupaten harapan kami,” ucapnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Pemkab Sukoharjo Jamin Sekolah Gratis dan KIS Keluarga Kartasura Tidur Di Warung Wedangan

Selain tawarkan rusunawa, Pemkab Sukoharjo memberikan jaminan sekolah gratis bagi anak-anak keluarga yang tinggal di kolong meja wedangan Kartasura.

Bed Isolasi RS Covid-19 Solo Mulai Kosong, Sukarelawan Dibebastugaskan

Bed ruang isolasi untuk merawat pasien di RS rujukan Covid-19 Kota Solo sudah jauh menurun bahkan mulai kosong dalam beberapa hari terakhir.

BPBD Karanganyar: Waspadai Bencana Awal Musim Hujan

BPBD Karanganyar mulai melakukan sosialisasi antisipasi bencana ke masyarakat di kawasan rawan bencana alam.

115 Desa di Boyolali Gelar Vaksinasi Covid-19, Sasar 15.000 orang

Melalui pengoptimalan tim vaksinasi desa, diperkirakan vaksinasi Covid-19 di Boyolali akan selesai di tahun ini.

Pemkot Solo-Kemenperin Kerja Sama Kembangkan AK Tekstil, Gibran: Terpenting Lulusan Terserap Industri

Pemkot Solo bekerja sama dengan Kemenperin dalam pengembangan Akademi Komunitas atau AK Tekstil terutama penyerapan tenaga kerja.

Bioskop Sukoharjo Sudah Kembali Buka, Ini Syarat bagi Pengunjung

Bioskop di kawasan Solo Baru, Sukoharjo, sudah mulai buka, Kamis (16/9/2021), menyusul turunnya level PPKM dan zona risiko Covid-19.

Gibran Masuk Bursa Pilkada DKI Jakarta, Pengamat Politik Refly Harun: Cek Ombak

Pengamat politik nasional Refly Harun menyebut wacana Gibran maju sebagai cagub pada Pilkada DKI Jakarta hanya untuk cek ombak.

Angka Kesembuhan di Klaten Lebih Tinggi dari Kasus Terkonfirmasi Covid-19, Tapi...

Angka kesembuhan Covid-19 di Klaten dinilai jauh berada di atas angka terkonfirmasi Covid-19 dalam sehari, Kamis (16/9/2021).

Arisan Online Menjamur di Soloraya, Pengacara Solo Sebut ini Pemicunya

Arisan online marak di Soloraya belakangan ini dan tak sedikit yang akhirnya mbledos, uang member sulit kembali.

3 Warga Sragen Dibekuk Polisi Karanganyar Gara-gara Transaksi Sabu-Sabu

Tiga warga Sragen ditangkap aparat Satnarkoba Polres Karanganyar gara-gara transaksi narkoba jenis sabu-sabu di jalan Solo-Sragen.

Dilaporkan ke Polisi oleh Advokat dan Warga, Begini Tanggapan Bupati Sragen

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, dilaporkan oleh empat warga dan 18 advokat ke Polres Sragen, Kamis (16/9/2021).

Dukung Penanganan Covid-19, Telkomsel Serahkan Alat Kesehatan ke Grup 2 Kopassus

Telkomsel kembali menyalurkan bantuan alat medis dalam rangka mendukung penanggulangan Covid-19 di Indonesia

Warga dan 18 Advokat Laporkan Bupati Sragen ke Polisi, Apa Masalahnya?

Sebanyak 18 advokat yang tergabung dalam PBH Peradi Sragen mendampingi empat warga melaporkan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, kepada Polres Sragen.

Pergoki Guru di Solo Tak Bermasker saat Sidak, Gibran: Kalau Diulangi, Enggak Usah PTM Saja!

Sejumlah guru tepergok tidak memakai masker di dalam kelas saat Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka sidak PTM.

Keren, 4 Pemuda Sukoharjo Wakili Jateng di Ajang Esport PON Papua 2021

Empat anak muda asal Sukoharjo yang tergabung dalam Rein Sport bakal mewakili Jateng di ajang eksibisi Esport PON 2021 di Papua.

Aneh! Air Saluran Irigasi di Wonosari Klaten Mendadak Berwarna Merah

Air saluran irigasi di wilayah Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari, Klaten, mendadak berwarna merah. Warga tak mengetahui sumber penyebab air saluran irigasi memerah itu.