Ada 3 Simpang Susun Tol Solo-Jogja di Klaten, Ini Penjelasannya
06Ilustrasi pembangunan jalan tol. (Antara)

Solopos.com, KLATEN -- Pelaksana proyek pembangunan jalan tol Solo-Jogja bakal menempatkan tiga simpang susun di Kabupaten Klaten.

Tiga simpang susun ini tentunya akan membuat wajah transportasi di Kabupaten Klaten berbeda. Diberitakan sebelumnya, Kabupaten Klaten menjadi daerah terluas terdampak proyek jalan tol Solo-Jogja. Jalan tol bakal membelah Klaten dengan panjang ruas 30 kilometer.

Hal itu diungkapkan pejabat pembuat komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Solo-Jogja saat digelar sosialisasi dan konsultasi publik pengadaan tanah untuk jalan tol Solo-Jogja di Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Rabu (5/8/2020).

Curhat Warga Terdampak Tol Solo-Jogja di Klaten Berat Tinggalkan Tanah Kelahiran

Staf PPK Satker PJBH Solo-Jogja, Galih Alfandi, menjelaskan ada tiga titik keluar-masuk jalan tol serta tiga simpang susun di Klaten.

Tiga wilayah tersebut yakni Kecamatan Polanharjo, Kecamatan Ngawen, dan Kecamatan Jogonalan. Salah satu simpang susun berada di Desa Kapungan, Polanharjo, Klaten.

"Di Kapungan ada simpang susun. Jadi arah manapun akan lewat simpang susun di Kapungan. Mulutnya [jalur keluar-masuk] nanti di Desa Kuncen, Kecamatan Ceper," tutur dia, Rabu.

Terjebak Macet, Pencuri Mobil BRI Solo Ngumpet di Halaman Rumah Anggota DPRD Solo

Tol di Klaten Bukan Jalan Layang

Galih menjelaskan konstruksi jalan tol di Klaten bukan berbentuk jalan layang. Secara teknis, desain jalan tol yang melintasi Klaten berupa at grade atau berada di atas timbunan tanah.

Lebih lanjut, dia mengatakan bentang jalan yang bakal dibebaskan di sepanjang kawasan yang direncanakan dilintasi jalan tol bervariasi antara 80 meter hingga 130 meter. “Untuk lebar jalan tol sendiri direncanakan 23 meter,” urai dia.

Sementara itu, pada sosialisasi dan konsultasi publik pengadaan tanah jalan tol Solo-Jogja di Kapungan, PPK kembali menegaskan jalan tol tak bakal mematikan saluran irigasi serta jalan. Begitu pula saat proses pembangunan, saluran irigasi serta akses keluar-masuk kampung tidak akan terganggu.

Pedagang Makanan Gonilan Sukoharjo Diduga Tertular Covid-19 dari Pembeli

Anggota Tim Persiapan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Kepentingan Umum Provinsi Jawa Tengah (Jateng) yang menangani jalan tol Solo-Jogja, Endro Hudiyono, mengatakan sosialisasi dan konsultasi publik pembangunan proyek ini di wilayah Klaten dimulai pada Selasa (4/8/2020).

Sosialisasi dan konsultasi publik digelar ke desa-desa terdampak proyek pembangunan jalan tol Solo-Jogja dari wilayah Kecamatan Polanharjo hingga Prambanan.

Klaten Terluas Dibandingkan Boyolali dan Karanganyar

Pada sosialisasi dan konsultasi publik, tim memberikan informasi terkait tahapan pengadaan tanah dan mekanisme pemberian ganti kerugian. Selain itu, tim meminta warga selaku pihak yang berhak atas tanah sepakat mendukung pembangunan jalan tol.

Polisi Tangkap Muncikari Penyedia Pijat Plus di Sleman

Jalan bebas hambatan ini diproyeksikan melintasi tiga kabupaten yakni Kabupaten Boyolali, Karanganyar, dan Klaten sepanjang 35,6 km. Ada sekitar 50 desa di Klaten yang akan dilalui jalan tol tersebut. Jumlah itu adalah yang terbanyak dibandingkan wilayah Kabupaten Boyolali dan Karanganyar.

Di Kabupaten Klaten jumlah bidang tanah yang dilalui jalan tol sekitar 4.071 bidang, dari total sekitar 5.128 bidang yang ada di Kabupaten Boyolali, Karanganyar dan Klaten. Sedangkan, lahan yang terkena bervariasi baik pertanian maupun permukiman.

“Namun yang jelas hal itu sudah memenuhi aspek ketentuan tata ruang dan lingkungan hidup," ujar Endro yang juga Kepala Bidang Pertanahan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jateng berdasarkan rilis yang diterima Solopos.com dari Pemprov Jateng, Rabu.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom