Ada 2 Calon Tersangka Jual Beli Lahan Makam Bong Mojo Solo, Siapa Saja?

Polisi telah mengantongi dua nama yang potensial menjadi tersangka pada kasus jual beli lahan makam Bong Mojo, Jebres, Solo.

 Petugas Satpol PP Solo memasang spanduk larangan mendirikan bangunan di lahan makam Bong Mojo, Jebres, Solo, Selasa (12/7/2022). (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Petugas Satpol PP Solo memasang spanduk larangan mendirikan bangunan di lahan makam Bong Mojo, Jebres, Solo, Selasa (12/7/2022). (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Polisi mengantongi dua nama yang berpotensi menjadi tersangka kasus jual beli lahan makam Bong Mojo, Jebres, Solo. Penyidik Satreskrim Polresta Solo bakal melakukan gelar perkara kasus tersebut pada akhir pekan depan.

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, saat ditemui wartawan di Mapolresta Solo, Jumat (12/8/2022), mengatakan penyidik bakal memeriksa delapan hingga sembilan saksi tambahan pada pekan depan. Sesuai rencana tahap penyidikan, pemeriksaan dilakukan hingga 16 Agustus.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

“Insyaallah, minggu [pekan] depan akan ada gelar perkara. Mungkin Jumat atau pekan ketiga Agustus, sudah ada gelar perkara,” katanya. Kapolresta menyebut ada dua orang yang berpotensi menjadi tersangka kasus jual beli lahan di makam Bong Mojo, Solo.

Namun, hal itu masih menunggu hasil pemeriksaan dari saksi tambahan dan gelar perkara pada akhir pekan depan. “Sekitar dua orang akan digelar apakah layak menjadi tersangka atau tidak. Kalau sekarang sifatnya masih sebatas saksi karena masih ada saksi tambahan yang akan diperiksa,” ujarnya.

Modus kasus jual beli lahan di makam Bong Mojo, lanjut Kapolresta, bermula dari pembersihan dan pemerataan lahan oleh oknum tak bertanggung jawab. Mereka nekat melakukan hal itu setelah lahan di makam Bong Mojo tak lagi difungsikan sebagai tempat permakaman.

Baca Juga: Kasus Jual Beli Lahan Bong Mojo Solo, Sudah 12 Saksi Diperiksa Polisi

Uang Pengganti Pembersihan

Oknum tak bertanggung jawab itu meminta uang pengganti pembersihan dan perataan lahan kepada masyarakat yang hendak mendirikan bangunan di lokasi tersebut. Uang yang ditarik bervariasi mulai dari Rp250.000, Rp8 juta, hingga Rp24 juta.

“Sebenarnya, praktik jual beli lahan makam Bong Mojo, Solo, ini sudah lama. Warga yang menghuni makam Bong Mojo tak hanya berasal dari Solo melainkan Soloraya. Bahkan, luar Soloraya. Jadi campur tak hanya warga Solo,” paparnya.

Seperti diberitakan, polisi yang mendapat laporan mengenai kasus jual beli lahan makam Bong Mojo dari Pemkot Solo telah melakukan penyelidikan dan menaikkan kasus itu menjadi penyidikan pada 8 Agustus 2022. Sebanyak 12 orang saksi telah diperiksa hingga Jumat (12/8/2022).

Baca Juga: Kasus Jual Beli Lahan Bong Mojo Solo Dilaporkan ke Polisi, Warga Tiarap

Sebelumnya, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka juga mengatakan telah mengantongi dua nama orang yang diduga melakukan praktik jual beli lahan Bong Mojo, Jebres. Gibran juga sudah mengumpulkan barang bukti kuitansi pembelian tanah dari warga.

“Sudah jadi [lapor ke polisi]. Nanti ditunggu wae proses e seperti apa,” kata Gibran. Dia menjelaskan ada lebih dari satu organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Solo yang membuat laporan kepada polisi secara kolektif.

“Ya penyerobotan lahan, pembongkaran pagar, iki ya termasuk. Pengrusakan, pagere dibongkar,” ujarnya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      RS Indriati Solo Baru Buka Layanan Bedah Plastik: Bantu Bentuk Tubuh Impian

      Rumah Sakit Indriati, Solo Baru, Sukoharjo, menggelar talk show dengan tema Mencapai Bentuk Tubuh Impian dengan Bedah Plastik.

      Kabar Duka: Mantan Bupati Boyolali Wafat, Pencetus Slogan "Boyolali Tersenyum"

      Mantan Bupati Boyolali periode 1984-1994, Brigjen (Purn) H. Mochamad Hasbi, tutup usia, Jumat (25/11/2022) sore pukul 17.15 WIB. 

      Tak Puas Hasil Seleksi, Calon Perdes Karangtalun Sragen Protes Panitia

      Gagal terpilih menjadi Kasi Pelayanan, calon perangkat desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, Sragen, melayangkan surat keberatan kepada panitia seleksi. Ia menuding panitia tak transparan.

      Mantap! Mulan Jameela dan Penyanyi Solo Ikut Meriahkan Konser Dewa 19 Malam Ini

      Konser Dewa 19 di Solo bakal dimeriahkan Mulan Jameela dan Nisa, yang disampaikan promotor pada Sabtu (26/11/2022) jelang konser.

      Edutorium UMS Mulai Ramai, Ribuan Baladewa Bersila Menunggu Dewa 19

      Pantauan Solopos.com, ribuan penggemar Dewa 19 mulai berdatangan di Edutorium UMS sejak sore hari.

      Dibuka Pendaftaran Ratusan PPK-PPS Boyolali, Simak Jadwal dan Syaratnya

      KPU Boyolali membuka ratusan lowongan PPK dan PPS.

      Masyaallah! Murid SDN 1 Wonogiri Rama-Ramai Galang Dana untuk Korban Gempa

      SDN 1 Wonogiri menggalang dana untuk membantu korban gempa Cianjur, Jawa Barat.

      Viaduk Gilingan Solo akan Diperdalam Agar Bisa Dilewati Bus Pariwisata

      Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, memastikan akan memperdalam Viaduk Gilingan Solo agar bisa dilewati bus pariwisata yang hendak berkunjung ke Masjid Syeikh Zayed.

      Catat! Imbauan dan Larangan Nonton Konser Dewa 19 di Solo Malam Ini

      Do and dont saat konser Dewa 19 di Solo, di Edutorium UMS, Sabtu (26/11/2022) malam ini.

      Solo Bersiap! Malam Ini Konser Dewa 19 Dimeriahkan 4 Vokalis, 30 Lagu Hits

      Konser Dewa 19 di Solo bakal dimeriah karena Ahmad Dhani Cs dengan 30 lagu hits dan 4 vokalis.

      Kadisdik Boyolali Sebut Dosa Besar Pendidikan: Intoleransi & Kekerasan Seksual

      Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Darmanto, mengingatkan tiga dosa besar dunia pendidikan yakni bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi.

      UMKM Pinggiran Gunung Kemukus Belajar Branding Produk Bersama ISI Solo

      Banyak pelaku UMKM di sekitar Gunung Kemukus, Sragen, yang belum memahami pentingnya branding dan pengemasan produk.

      Banyak Kelebihan, Pupuk Organik Cair Buatan Warga Plupuh Sragen Diadopsi Pemkab

      Pupuk organik cair buatan petani milenial asal Plupuh, Sragen, berhasil menarik perhatian Pemkab untuk mengadopsinya dang menggunakannya untuk skala yang lebih luas.

      Cegah Inflasi Melonjak Tinggi, Sukoharjo Mulai Tanam Cabai Massal

      Pemerintah Sukoharjo melalui Dinas Pertanian dan Perikanan mencanangkan program gerakan penanaman cabai sebagai upaya pencegahan inflasi daerah. 

      Tak Lolos Seleksi Administrasi, Pendaftar PPPK Nakes Bisa Ajukan Keberatan

      Dari 448 nakes yang mendaftar PPPK di Karanganyar, 56 di antaranya dinyatakan tak memenuhi syarat. Mereka yang tak memenuhi syarat berkesempatan mengajukan keberatan paling lambat 27 November 2022.