Kasus Jual Beli Lahan Bong Mojo Solo, Sudah 12 Saksi Diperiksa Polisi

Polisi sejauh ini telah memeriksa 12 orang saksi dan menyita beberapa barang bukti kasus jual beli lahan makam Bong Mojo, Jebres, Solo.

 Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Jumlah saksi yang diperiksa polisi dalam penyidikan kasus jual beli lahan makam Bong Mojo, Jebres, Solo, terus bertambah. Hingga Jumat (12/8/2022). polisi telah memeriksa total 12 orang saksi.

Polisi juga telah menyita barang bukti berupa kuitasi jual beli lahan milik Pemkot Solo tersebut. Kendati begitu belum ada penetapan tersangka. Hal itu disampaikan Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, saat ditemui wartawan di Mapolresta Solo, Jumat (12/8/2022).

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Kapolresta mengatakan proses penyelidikan kasus jual beli lahan makam dimulai pada 18 Juli. Kala itu, tim gabungan dari Satreskrim Polresta Solo dan Satintelkam Polresta Solo melakukan penyelidikan kasus dengan memintai keterangan warga yang menghuni makam Bong Mojo.

Kemudian, gelar perkara kasus jual beli lahan makam Bong Mojo, Solo, dilakukan pada 8 Agustus. Hal itu dilakukan untuk menentukan apakah kasus itu bisa dinaikkan ke tahap penyidikan atau tidak.

“Kami telah menerbitkan surat perintah penyidikan kasus jual beli makam. Penyidik telah memeriksa 12 saksi baik warga, pejabat dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPPKAD] Kota Solo,” ujarnya.

Baca Juga: Situasi Kawasan Bong Mojo Solo Tegang, Warga Takut Tiba-Tiba Digusur

Barang Bukti

Saksi yang diperiksa termasuk dari pemerintah Kelurahan Jebres. “Jadi diduga ada jual beli lahan di makam Bong Mojo, Jebres,” tegas Kapolresta. Ade mengatakan telah menyita barang bukti berupa kuitansi jual beli lahan makam di Bong Mojo.

Berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan, telah berdiri ratusan hunian liar di lahan makam Bong Mojo. Hunian liar itu berbentuk semi permanen hingga permanen. “Jadi istilahnya seperi tanah kavelingan yang disewakan di lahan makam Bong Mojo. Kasus dugaan jual beli itu isu seksi,” paparnya.

Fakta lainnya, bangunan liar itu berdiri di tiga sertifikat tanah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, yakni HP 59, HP 62, dan HP 71. Fakta ini sudah disinkronkan dengan data milik BPPKAD Kota Solo. Selain itu, ada sejumlah penghuni lahan makam Bong Mojo yang mengantongi sertifikat tanah.

Baca Juga: Kasus Jual Beli Lahan Bong Mojo Solo Dilaporkan ke Polisi, Warga Tiarap

Kapolresta Solo bakal melakukan penyelidikan dan penyidikan atas kasus sertifikasi tanah di lahan makam Bong Mojo pada tahap kedua. “Kasus dugaan jual beli makam di Bong Mojo masuk tahap satu. Masih ada hal lain yakni sertifikat tanah yang dikantongi penghuni. Tetap kami usut namun masuk tahap kedua,” ujarnya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      RS Indriati Solo Baru Buka Layanan Bedah Plastik: Bantu Bentuk Tubuh Impian

      Rumah Sakit Indriati, Solo Baru, Sukoharjo, menggelar talk show dengan tema Mencapai Bentuk Tubuh Impian dengan Bedah Plastik.

      Kabar Duka: Mantan Bupati Boyolali Wafat, Pencetus Slogan "Boyolali Tersenyum"

      Mantan Bupati Boyolali periode 1984-1994, Brigjen (Purn) H. Mochamad Hasbi, tutup usia, Jumat (25/11/2022) sore pukul 17.15 WIB. 

      Tak Puas Hasil Seleksi, Calon Perdes Karangtalun Sragen Protes Panitia

      Gagal terpilih menjadi Kasi Pelayanan, calon perangkat desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, Sragen, melayangkan surat keberatan kepada panitia seleksi. Ia menuding panitia tak transparan.

      Mantap! Mulan Jameela dan Penyanyi Solo Ikut Meriahkan Konser Dewa 19 Malam Ini

      Konser Dewa 19 di Solo bakal dimeriahkan Mulan Jameela dan Nisa, yang disampaikan promotor pada Sabtu (26/11/2022) jelang konser.

      Edutorium UMS Mulai Ramai, Ribuan Baladewa Bersila Menunggu Dewa 19

      Pantauan Solopos.com, ribuan penggemar Dewa 19 mulai berdatangan di Edutorium UMS sejak sore hari.

      Dibuka Pendaftaran Ratusan PPK-PPS Boyolali, Simak Jadwal dan Syaratnya

      KPU Boyolali membuka ratusan lowongan PPK dan PPS.

      Masyaallah! Murid SDN 1 Wonogiri Rama-Ramai Galang Dana untuk Korban Gempa

      SDN 1 Wonogiri menggalang dana untuk membantu korban gempa Cianjur, Jawa Barat.

      Viaduk Gilingan Solo akan Diperdalam Agar Bisa Dilewati Bus Pariwisata

      Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, memastikan akan memperdalam Viaduk Gilingan Solo agar bisa dilewati bus pariwisata yang hendak berkunjung ke Masjid Syeikh Zayed.

      Catat! Imbauan dan Larangan Nonton Konser Dewa 19 di Solo Malam Ini

      Do and dont saat konser Dewa 19 di Solo, di Edutorium UMS, Sabtu (26/11/2022) malam ini.

      Solo Bersiap! Malam Ini Konser Dewa 19 Dimeriahkan 4 Vokalis, 30 Lagu Hits

      Konser Dewa 19 di Solo bakal dimeriah karena Ahmad Dhani Cs dengan 30 lagu hits dan 4 vokalis.

      Kadisdik Boyolali Sebut Dosa Besar Pendidikan: Intoleransi & Kekerasan Seksual

      Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Darmanto, mengingatkan tiga dosa besar dunia pendidikan yakni bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi.

      UMKM Pinggiran Gunung Kemukus Belajar Branding Produk Bersama ISI Solo

      Banyak pelaku UMKM di sekitar Gunung Kemukus, Sragen, yang belum memahami pentingnya branding dan pengemasan produk.

      Banyak Kelebihan, Pupuk Organik Cair Buatan Warga Plupuh Sragen Diadopsi Pemkab

      Pupuk organik cair buatan petani milenial asal Plupuh, Sragen, berhasil menarik perhatian Pemkab untuk mengadopsinya dang menggunakannya untuk skala yang lebih luas.

      Cegah Inflasi Melonjak Tinggi, Sukoharjo Mulai Tanam Cabai Massal

      Pemerintah Sukoharjo melalui Dinas Pertanian dan Perikanan mencanangkan program gerakan penanaman cabai sebagai upaya pencegahan inflasi daerah. 

      Tak Lolos Seleksi Administrasi, Pendaftar PPPK Nakes Bisa Ajukan Keberatan

      Dari 448 nakes yang mendaftar PPPK di Karanganyar, 56 di antaranya dinyatakan tak memenuhi syarat. Mereka yang tak memenuhi syarat berkesempatan mengajukan keberatan paling lambat 27 November 2022.