80% Warga Sragen Sudah Mematuhi Aturan PPKM

Komunikasi yang dibangun dengan masyarakat, sudah baik sehingga tidak ada reaksi yang berlebihan di masyarakat.

SOLOPOS.COM - Bupati Sragen Yuni Sukowati menaiki sepeda gunung melintas di terowongan jalur kereta api (KA) di sebelah selatan Pasar Kota Sragen, Jumat (15/1/2021). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Tingkat kepatuhan warga Sragen dalam mentaati Instruksi Bupati tentang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM mencapai 80%.

Termasuk juga patuh protokol kesehatan atau 3M1H (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan hindari kerumunan). Oleh karena itu Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di tingkat kabupaten hingga desa harus greteh atau rajin sosialisasi dan mengingatkan warga.

Penjelasan itu disampaikan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat ditemui Solopos.com, di Pendapa Rumah Dinas Bupati Sragen seusai bersepeda, Jumat (15/1/2021). Tingkat kepatuhan warga tersebut diketahui Bupati setelah melakukan evaluasi PPKM di Sragen yang berjalan selama lima hari (11-15/1/2021).

2 Pekan Zona Oranye, Sragen Kembali ke Zona Merah

“Ya, harus rajin dan greteh. Kalau tidak mereka akan teledor lagi dan tidak mentaati protokol kesehatan. Saat situasi malam cukup bagus di Sragen. Warga sudah mematuhi instruksi Bupati sehingga Sragen tidak ada kasus yang sampai viral seperti di daerah lain,” ujar Yuni, sapaan akrab Bupati.

Yuni mengatakan pendekatan Satgas Penanganan Covid-19 di Sragen cukup baik. Komunikasi yang dibangun dengan masyarakat, ujar dia, juga baik sehingga tidak ada reaksi yang berlebihan di masyarakat saat PPKM di Sragen.

Yuni mengungkapkan Gubernur Jawa Tengah lewat Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah sudah mengeluarkan surat edaran sebagai tindak lanjut focus group discussion (FGD) virtual yang dilakukan Solopos beberapa waktu lalu.

Sehari Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Yang Dirasakan Ketua DPRD Solo Budi Prasetyo

Aturan PPKM Diseragamkan

Artinya, aturan dalam PPKM akan diseragamkan di Jawa Tengah sehingga daerah tidak memiliki kebijakan sendiri-sendiri yang berbeda dengan daerah terdekatnya. Termasuk PPKM di Sragen.

“Semua usaha malam berhenti sampai pukul 19.00 WIB. Kecuali untuk pesan antar bisa dilakukan sampai pukul 21.00 WIB. Itu nanti akan berlaku di Soloraya. Harapannya tidak ada curiga-curiga lagi antardaerah,” ujarnya.

Komisi X DPR Apresiasi Menpora Terkait Realisasi Anggaran 2020

Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto menyampaikan pendekatan Satgas di Sragen menggunakan cara-cara promotif dan dialogis. Dia mengatakan lewat pendekatan persuasif itulah Satgas membangun pemahaman bersama untuk solidaritas sosial untuk keselamatan bersama.

“Kami memahamkan warga tentang pentingnya protokol kesehatan, tentang PPKM, sehingga tidak ada gejolak di Sragen. Di sisi lain aturan yang dikeluarkan Satgas itu memiliki legitimasi di hadapan warga sehingga bisa dipatuhi warga. Meskipun tingkat kepatuhannya baru 80%,” ujarnya.

 

Berita Terbaru

17 Wastafel Berpedal Jadi Sarana Penegakan Protokol Kesehatan di SMPN 1 Sragen

Solopos.com, SRAGEN -- Sebuah wastafel yang berfungsi jika penggunanya menginjak pedal yang berada di bagian bawah terpasang di depan...

Bantu Nakes Lacak Kontak Erat, 177 Bhabinkamtibmas Ikuti Pelatihan 3T

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sebanyak 177 orang bhabinkamtibmas Polres Karanganyar mendapatkan pelatihan sebagai pelacak Covid-19. Dalam waktu dekat, mereka akan...

PMI Solo Jadikan Rumah Sakit Institusi Pertama Jaring Donor Plasma

Solopos.com, SOLO — Masih ada antrean pasien yang membutuhkan plasma konvalesen dari PMI Kota Solo. Semua pihak berkepentingan berkomitmen...

Dinkes Jateng: Vaksin Untuk Pelaku Ekonomi Ditarget April

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mulai melaksanakan penyuntikan vaksin Covid-19 bagi petugas pelayanan publik mulai Rabu (24/2/2021). Sementara...

Inspiratif, 20 Perempuan Donor Plasma Konvalesen

Solopos.com, SOLO--Tangan kanan Erlyn Tusara, 23, meremas bola karet sekitar satu jam untuk menyumbangkan  komponen darah pada alat di...

Kuatkan Daya Tubuh Anak di Masa Pandemi, Polres Wonogiri Beri Ratusan Paket Susu

Solopos.com,WONOGIRI -- Polres Wonogiri membagikan ratusan paket susu di Kampung Siaga Candi Covid-29, Selasa (23/2/2021). Susu itu selanjutkan didistribusikan...

Pangdam & Kapolda ke Boyolali demi Dukung PPKM Mikro

Solopos.com, BOYOLALI — Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari, dan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Ahmad Luthfi,...

Di Klaten, Pasien Tanpa Gejala Pilih Isolasi di Rumah

Solopos.com, KLATEN — Sejumlah desa dan kecamatan di Klaten jauh hari sudah menyiapkan tempat isolasi terpusat. Nyatanya, warga yang...

Satgas Sukoharjo Optimalkan Posko Covid-19 di Desa

Solopos.com, SUKOHARJO – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sukoharjo mengoptimalkan posko Covid-19 di setiap desa/kelurahan. Hal ini untuk pencegahan,...

Kasus Covid-19 di Wonogiri Cenderung Turun, Ini Penjelasan Pemkab 

Solopos.com, WONOGIRI—Pemerintah Kabupaten Wonogiri mengklaim tren penambahan kasus terkonfirmasi positif, Februari ini, menurun dibanding dua bulan sebelumnya. Pada sisi...