2 Pekan Zona Oranye, Sragen Kembali ke Zona Merah
Sejumlah warga Sragen Wetan, Sragen, berswadaya melakukan penyemprotan disinfektan untuk antisipasi persebaran kasus Covid-19, belum lama ini. (Istimewa/Pemerintah Kelurahan Sragen Wetan)

Solopos.com, SRAGEN — Setelah dua pekan berada di zona oranye, status Sragen kembali ke zona merah persebaran Covid-19 mulai Jumat (15/1/2021). Status zona merah itu didasarkan pada analisis epidemiologi yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen pada Kamis (14/1/2021) sore atas data perkembangan Covid-19 selama sepekan terakhir.

“Merah lagi, Mas”, ujar Kepala Dinkes Sragen dr. Hargiyanto saat ditanya tentang hasil analisis epidemilogi kasus Covid-19 pada Kamis malam.

Protes Pembatasan Operasional, Pengusaha Kuliner Ramai-Ramai Wadul ke DPRD Sukoharjo

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengatakan zona merahnya Sragen itu tipis karena mendekati zona oranye. Yuni, sapaan akrabnya, optimistis penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang berjalan selama 14 hari ini akan mampu menekan kasus Covid-19 di Sragen.

Kenapa kasus terkonfirmasi di Sragen masih tinggi? Yuni menerangkan peningkatan kasus baru itu merupakan hasil tracing yang dilakukan dua pekan terakhir. Naiknya kasus baru dalam 3-4 hari terakhir ini merupakan kejadian pada dua pekan lalu tetapi baru keluar berlakangan. Ini karena menumpuknya antrean swab test di RSUD rujukan di RSUD dr. Moewardi Solo dan RS UNS Solo.

“Kasus harian tertinggi pernah menyentuh angka 94, terakhir per Kamis lalu ada 59 kasus baru,” ujar Yuni.

Keterlibatan RS Swasta

Dia menerangkan kembalinya Sragen ke zona merah itu karena angka kasus kematian yang tinggi. Angka kematian di Sragen mencapai 138 orang atau 3,67% dari total kasus per Kamis lalu.

Duh, Wonogiri Masuk Zona Merah Lagi

Selain itu, juga mempertimbangkan tingkat kesembuhan, serta bed occupancy rate. Untuk mengejar tingkat kebutuhan tempat tidur, Yuni sudah mendapat laporan tentang adanya rumah sakit (RS) swasta yang akan berpartisipasi membantu Pemkab Sragen.

Yuni menyebut ada lima RS swasta yang siap melayani pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Lima RS swasta itu terdiri atas RS Mardi Lestari dengan 15 tempat tidur, RS Rizky Amalia dengan 10 tempat tidur. Kemudian RSI Amal Sehat dengan 16 tempat tidur, sedangkan RS Assalam dan RS PKU Muhammadiyah juga sanggup tetapi belum menyampaikan laporan kesiapan tempat tidur ruang isolasi.

RS swasta tersebut, jelas Yuni, sebagai tempat rujukan pertama dan selanjutnya bila terjadi pemburukan bisa dirujuk ke RS rujukan kedua. Posisi RSUD dr. Soehadi Prijonegoro (RSSP) Sragen dan RSUD dr. Soeratno Gemolong menjadi tempat rujukan kedua karena di RS swasta belum memiliki fasilitas tekanan negative dan ICU Covid-19.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom