Kantor BPS Kota Madiun, Jl. Mayjen DI Panjaitan No. 11 Kota Madiun, Senin (4/11/2019). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

Solopos.com, MADIUN -- Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun mencatat inflasi 0,07% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Oktober 2019. Salah satu penyumbang inflasi terbesar di kota ini yakni rokok dan tembakau.

Kasi Distribusi BPS Kota Madiun, Ida Ayu Damayanti, mengatakan ada 10 komoditas utama penyumbang inflasi pada Oktober 2019. Mereka di antaranya rokok kretek dan filter, daging ayam ras, bawang merah, jeruk, genteng, hingga kacang panjang.

Ida menyampaikan rokok ini menjadi salah satu penyumbang inflasi karena adanya rencana kenaikan cukai rokok oleh pemerintah.

Seperti diketahui pemerintah menetapkan kenaikan cukai rokok sebesar 23% pada Januari tahun 2020.

"Awal Januari kan diberlakukan cukai baru. Saat ini produsen rokok juga sudah siap-siap menaikkan harga rokok," kata dia kepada wartawan di Kantor BPS Kota Madiun, Senin (4/11/2019).

Ida menuturkan untuk saat ini harga rokok sudah mulai naik. Meskipun kenaikannya memang kecil. Kenaikan harga dan juga rencana kenaikan cukai rokok tersebut membuat inflasi di Kota Madiun semakin menguat.

Menurut kelompok pengeluaran, kata dia, inflasi pada Oktober 2019 ada di makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,21%. Kelompok perumahan air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,06%. Kelompok sandang sebesar 0,04%, kesehatan sebesar 0,04%, dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,01%.

"Pada bulan Oktober juga ada deflasi di kelompok bahan makanan yaitu sebesar -0,01%," ujarnya.

Ada sejumlah komoditas utama yang menekan angka inflasi pada Oktober 2019, yaitu apel, telur ayam ras, cabe rawit, besi beton, bawang putih, dan lainnya.

Lebih lanjut, bulan November 2019, pekerjaan untuk menekan angka inflasi cukup berat karena biasanya pada bulan tersebut angka inflasi tinggi karena persiapan Natal dan Tahun Baru 2020.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten