5,2 Kg SS Disita, 2 Mahasiswa Jadi Pengedar Narkoba Lintas Provinsi

Kedua mahasiswa itu tertangkap tangan membawa sabu-sabu seberat 5.214 gram atau 5,2 kg.

 Dua mahasiswa di Sulawesi Tenggara ditangkap karena diduga menjadi pengedar narkotika lintas provinsi dengan barang bukti 5,2 kg sabu-sabu. (Antara)

SOLOPOS.COM - Dua mahasiswa di Sulawesi Tenggara ditangkap karena diduga menjadi pengedar narkotika lintas provinsi dengan barang bukti 5,2 kg sabu-sabu. (Antara)

Solopos.com, KENDARI — Dua mahasiswa di Sulawesi Tenggara ditangkap karena diduga menjadi pengedar narkotika lintas provinsi.

Kedua mahasiswa itu tertangkap tangan membawa sabu-sabu seberat 5.214 gram atau 5,2 kg.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Wakapolda Sultra Brigjen Pol Waris Agono di Kendari, Jumat (5/8/2022), mengatakan kedua tersangka berinisial GS, 20, dan FJ, 21, merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Kota Kendari yang ditangkap pada 1 Agustus 2022, sekitar pukul 23.43 Wita, di Balai Kota IV Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, Kendari.

“Kedua tersangka merupakan kurir, pengedar, dan jaringan pengedar narkotika di Kendari. Ini merupakan bagian dari jaringan antarprovinsi,” katanya saat merilis pengungkapan kasus tersebut.

Baca Juga: Polres Sragen Ungkap 4 Kasus Narkoba, Eks Anggota DPRD Jadi Tersangka

Dia menyampaikan dari penangkapan kedua pengedar itu, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sultra menyita barang bukti 5,2 kilogram sabu yang ditaksir senilai Rp7,5 miliar, 16 butir pil ekstasi, dan satu sachet diduga ganja kurang lebih seberat 1 gram.

“Barang ini (sabu) sebenarnya dari Provinsi Jawa Timur kemudian dibawa ke Kalimantan Selatan dan sampai ke Sulawesi Tenggara diedarkan. Berdasarkan informasi dari masyarakat, maka anggota Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Sultra membuntuti sehingga berhasil diungkap,” ujar dia.

Baca Juga: Mahasiswa dan Penggiat Medsos Direkrut Jadi Duta Damai Dunia Maya

Dari kasus tersebut, Polda Sultra menyita barang bukti lain di antaranya telepon genggam Iphone 13, Iphone 13 mini, tas, dua bungkus pipet, tas plastik bening, satu sendok plastik, buku tabungan, dan alat hisap.

Ia menambahkan dari hasil pengungkapan ternyata kedua tersangka telah dua kali mengedarkan barang tersebut di wilayah Sultra di mana yang pertama mencapai 10 kilogram, namun lolos dari penangkapan aparat penegak hukum.

???Dia menegaskan Polda Sultra berkomitmen menindak tegas tindakan pidana yang berkaitan dengan narkoba, baik itu sebagai pengguna, pengedar atau distributor bandar.

Baca Juga: Ayah Batal Nikahkan Anak Gara-Gara Narkoba

“Percayalah setiap kejahatan tidak ada yang sempurna dan tindak kejahatan meninggalkan jejak. Jadi kalau ada yang mau coba-coba begini (pengedar) pasti kita tindak tegas,” ujar dia.

Kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Kalau Pasal 114 ancamannya pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara antara enam sampai 20 tahun dengan denda Rp10 miliar. Kalau Pasal 112 ayat (2) penjara seumur hidup, paling singkat lima sampai 20 tahun, dan denda Rp8 miliar,” katanya.

Sumber: Antara

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

    Espos Plus

    Mengenal Perempuan Pencetus Kali Pertama Teori Pemanasan Global

    + PLUS Mengenal Perempuan Pencetus Kali Pertama Teori Pemanasan Global

    Banyak perempuan di dunia sains yang wafat tanpa menyaksikan masyarakat modern hidup dengan memanfaatkan dan mengakui kontribusi mereka. Eunice Newton Foote (1819-1888) adalah pencetus kali pertama teori pemanasan global.

    Berita Terkini

    Kunjungi Ferdy Sambo di Mako Brimob, Putri Candrawathi Sampaikan Ini

    Putri Candrawathi sempat menyampaikan sesuatu kepada wartawan saat datang ke Mako Brimob di Kelapa Dua Depok untuk menjenguk suaminya pada Minggu (7/8/2022).

    Putri Candrawathi Belum Diizinkan Jenguk Ferdy Sambo di Mako Brimob

    Istri mantan Kadiv Propam Polri, Putri Candrawathi dan keluarga belum diizinkan menjenguk Irjen Pol Ferdy Sambo di Mako Brimob pada Minggu (7/8/2022).

    Muncul di Mako Brimob, Istri Ferdy Sambo Putri Candrawathi Menangis

    Istri mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo, yakni Putri Candrawathi, datang ke Mako Brimob di Kelapa Dua Depok pada Minggu (7/8/2022).

    Bharada E Akan Jadi Justice Collaborator Kasus Brigadir J, Ini Maknanya

    Apa itu justice collaborator yang akan diajukan Bharada E pada kasus pembunuhan Brigadir J.

    Sopir dan Ajudan Putri Candrawathi Istri Ferdy Sambo Ditahan

    Ditipidum Bareskrim Polri menahan dua orang terkait kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas mantan Kadiv Propam, Irjen Pol Ferdy Sambo.

    Heboh Kabar Penembakan di Rumah Dinas Kabareskrim, Begini Faktanya

    Begini fakta tentang kabar penembakan di rumah dinas Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto.

    Mengenal Perempuan Pencetus Kali Pertama Teori Pemanasan Global

    Banyak perempuan di dunia sains yang wafat tanpa menyaksikan masyarakat modern hidup dengan memanfaatkan dan mengakui kontribusi mereka. Eunice Newton Foote (1819-1888) adalah pencetus kali pertama teori pemanasan global.

    Sejarah Hari Ini: 7 Agustus, Ledakan Bom Truk di Kedubes AS

    Berbagai peristiwa penting dan bersejarah terjadi dari tahun ke tahun pada 7 Agustus.

    Biografi Moh Hatta: Wakil Presiden Pertama RI yang Mundur dari Jabatan

    Berikut ini Solopos.com rangkumkan biografi Moh Hatta yang dilansir dari berbagai sumber.

    Kisah 2 Mahasiswa UKSW Juliette-Christian Jadi Duta Genre Kota Salatiga

    Dua mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Kota Salatiga, Jawa Tengah, Juliette Heuvel Harlapan dan Christian Wolter William Tambani menjadi Duta Generasi Berencana (Genre) 2022.

    Sudah Ditangkap, Ferdy Sambo Belum Jadi Tersangka Kasus Brigadir J

    Ferdy Sambo belum ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan ajudannya Brigadir J.

    Teks Proklamasi: Isi, Sejarah Singkat & Perbedaan Naskah Klad-Otentik

    Teks Proklamasi Kemerdekaan dibacakan oleh Soekarno didampingi Mohammad Hatta di serambi depan rumah Soekarno, Jl. Pengangsaan Timur No.56 Jakarta pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB.

    Copot CCTV di TKP Pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo Terancam Pidana?

    Mafud MD menyebut tindakan Ferdy Sambo mencopot CCTV di rumah dinasnya yang menjadi TKP pembunuhan Brigadir J terancam pidana.

    Biografi Soekarno, Masa Kecil Sakit-sakitan hingga Menjadi Proklamator

    Berikut ini biografi Soekarno, Bapak Proklamator Indonesia yang juga Presiden pertama Republik Indonesia.

    Bharada E Mau Jadi Justice Collaborator Kasus Pembunuhan Brigadir J

    Bharada E setuju menjadi justice collaborator dalam kasus pembunuhan Brigadir J.