45 Perempuan di Jateng Jadi Korban KDRT, Paling Banyak dari Semarang

Sebanyak 45 perempuan di Jawa Tengah (Jateng) mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dalam kurun dua tahun terakhir.

 Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Solopos)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Solopos)

Solopos.com, SEMARANG — Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) rupanya masih marak terjadi di wilayah Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Berdasarkan laporan dari Lembaga Resource Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRCKJHAM), ada sekitar 45 perempuan di Jateng yang menjadi korban KDRT dalam kurun dua tahun terakhir.

Kepala Divisi Informasi dan Dokumentasi LRCKJHAM, Citra Ayu Kurniawati, mengatakan jumlah korban KDRT itu diperoleh dari laporan korban di berbagai daerah di Jateng seperti Kota Semarang, Kendal, Pati, Blora, Kabupaten Semarang, Grobogan, Jepara, Kota Salatiga, dan Demak.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

“Banyak laporan yang kita terima [dari berbagai daerah]. Tapi paling banyak dari Semarang,” ujar Citra kepada wartawan di Semarang, Kamis (6/10/2022).

Citra mengatakan pada tahun 2021, LRCKJHAM menerima laporan adanya 23 kasus KDRT di Jateng mencapai 23 kasus. Sedangkan pada tahun 2022 ini, selama periode Januari hingga September, pihaknya baru menerima 22 laporan kasus KDRT di Jateng.

“Itu kasus yang tercatat belum sampai akhir tahun. Kemungkinan [kasus] bertambah, jika korban berani melapor,” jelasnya.

Baca juga: KDRT di Boyolali Layaknya Gunung Es, Laporan Pada 2022 Hanya 2 Kasus

Citra pun menilai kasus kekerasan KDRT merupakan fenomena gunung es yang hanya terlihat sedikit dipermukaan. Pasalnya, banyak kasus yang tidak terungkap atau dilaporkan.

“Dari yang kita dampingi secara hukum, korban ini melaporkan kasus yang dialami atau melaporkan pelaku KDRT di kepolisian,” jelasnya.

Citra pun berharap agar perempuan yang menjadi korban KDRT berani melapor. Korban harus berani menuntut keadilan dan melindungi diri dari berbagai bentuk kekerasan.

Baca juga: Profil Catherine Wilson yang Dinikahi Anggota DPRD Sidrap Idham Mase

Apalagi, saat ini sudah ada peraturan atau perundang-undangan yang mengatur tentang kasus KDRT. “Saya minta [korban] jangan takut untuk melapor,” jelasnya.

Citra menambahkan dari sekian banyak perempuan korban KDRT di Jateng mayoritas berusia 25 tahun ke atas. Mereka yang menjadi korban, rata-rata memilih menggugat cerai pelaku atau suaminya. Selain itu, banyak juga korban yang memilih melaporkan pelaku KDRT ke polisi.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Jelang Tutup Tahun, DPRD Kota Semarang Desak Pemkot Kebut Proyek Infrastruktur

      DPRD Kota Semarang mendesak OPD Pemkot Semarang segera menyelesaikan rencana pembangunan infrastruktur menjelang berakhirnya tahun 2022.

      Komisaris KAI Dukung Penataan Stasiun Cepu yang Sudah Berusia 120 Tahun

      Penataan Stasiun Cepu menyasar perluasan lahan parkir, pembangunan shelter UMKM, dan fasilitas penunjang lainnya.

      Firasat Ayah Korban Kecelakaan Bus di Sarangan, Sempat Mimpi Dirikan Tenda

      Ayah korban meninggal dunia dalam kecelakaan bus asal Semarang di Jalan Raya Sarangan sempat memiliki firasat buruk yang diperoleh dari mimpi.

      Salatiga Digoyang Gempa, BPBD: Ada 2 Sesar Aktif

      BPBD Kota Salatiga menyebutkan adanya dua sesar aktif yang bisa memicu terjadinya gempa di Kota Salatiga.

      Hadiri Kirab Pusaka HUT Blora, Mangkunagoro X Beri Tombak

      Selain menghadiri kirab, Mangkunagoro X juga menandatangani kerja sama dengan Pemkab Blora untuk pengembangan kebudayaan.

      Kesaksian Warga Manyaran Semarang Selamat dalam Kecelakaan Maut Bus di Sarangan

      Berikut kesaksian warga Manyaran Semarang yang selamat saat menumpang bus yang terlibat kecelakaan maut di Jalan Raya Sarangan.

      Pasutri Semarang Meninggal Kecelakaan Maut Bus di Sarangan, Anak Cucu Selamat

      Korban kecelakaan maut bus wisata di Sarangan di antaranya merupakan pasangan suami istri (pasutri) asal Manyaran, Semarang.

      Kota Salatiga Raih Penghargaan I-SIM for Cities

      Penghargaan ini bukan untuk personal melainkan untuk masyarakat Kota Salatiga dan seluruh perangkat Kota Salatiga, Sekda, OPD, camat, lurah dan unit terdekat di masyarakat

      Air Sumur Warga Salatiga Sempat Panas, Diduga Aliran Lahar Gunung Merbabu

      Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Salatiga, Roy Anjar, menyebut saat ini sumur sudah kembali dingin dan normal.

      Bejat! Guru Ngaji di Batang Cabuli Bocah Berusia 6 Tahun

      Seorang guru ngaji di Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng), ditangkap karena melakukan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 6 tahun.

      Festival Kampung Singkong Salatiga, Sebuah Mimpi Bahagia

      Ketua panitia Toni Anandya Wicaksono mengaku bahwa kegiatan diselenggarakan pada 3-4 Desember 2022 itu adalah sebuah mimpi.

      Iriban, Tradisi Warga Desa Kenteng Kabupaten Semarang Bersihkan Sendang Desa

      Tradisi yang disebut dengan iriban itu bertujuan menjaga kebersihan Sendang Tlogo dan sebagai ungkapan syukur.

      Pemkot Semarang Jamin Biaya Perawatan Korban Selamat Kecelakaan Bus Sarangan

      Pemkot Semarang menjamin biaya perawatan korban yang luka-luka akibat kecelakaan bus pariwisata di Sarangan.

      Tiba di Semarang, Jenazah Korban Kecelakaan Bus Sarangan Langsung Dimakamkan

      Tujuh jenazah korban kecelakaan maut bus pariwisata di Sarangan, Jawa Timur (Jatim), langsung dimakamkan begitu tiba di Semarang.

      Cerita Korban Selamat Bus Masuk Jurang di Sarangan

      Begini pengakuan rombongan wisatawan asal Semarang yang selamat dari kecelakaan bus di Jalan Raya Sarangan, Magetan, Jatim.