Tutup Iklan
3 Bulan Ditutup, Karaoke Inul Vizta The Park Rugi Hampir Rp1 Miliar
Suasana karaoke Inul Vizta The Park Mall Solo Baru sebelum pandemi Covid-19. (Istimewa/Inul Vizta The Park Mall)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Manajemen Tempat Karaoke Keluarga Inul Vizta The Park Mall Solo Baru, Sukoharjo, kehilangan pendapatan hingga Rp1 miliar.

Raibnya pendapatan tersebut seiring kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo menutup tempat hiburan selama pandemi Covid-19 sejak Maret lalu.

"Satu bulan biasanya pendapatan kami sampai Rp300 juta. Tapi sejak ditutup, sama sekali kami tidak ada pemasukan. Kalau dihitung sampai sekarang pendapatan yang hilang nilainya hampir Rp1 miliaran," ungkap Manager Operasional Karaoke Inul Vizta The Park Mall Solo Baru, Topan Adrian Tenangsa, kepada Solopos.com, Rabu (8/7/2020).

Topan menyebut sejak 1 April lalu telah menutup operasional tempat usaha karaoke keluarga tersebut. Sejak saat itu, tidak ada pendapatan yang masuk.

Sulit Dinalar, Mitos Pagebluk Ini Dipercaya Pernah Terbukti Di Solo Loh...

Dia mengakui hampir 30 karyawan Inul Vizta di Solo Baru itu tidak bekerja. Mereka dirumahkan sejak tempat usaha hiburan ditutup sementara selama pandemi Covid-19.

Nasib para karyawan pun belum jelas sampai kapan akan dirumahkan. Manajemen Karaoke Inul Vizta The Park masih menunggu kebijakan Pemkab Sukoharjo ihwal operasional tempat hiburan. "Kami tidak tahu lagi sampai kapan akan ditutup seperti ini," keluhnya.

Perawatan Ruangan

Selain nasib karyawan, manajemen juga tetap dibebani kewajiban membayar sewa tempat. Setiap bulan manajemen tempat karaoke itu harus membayar kewajiban sewa tempat hampir Rp100 juta.

Bukan hanya itu, Topan mengatakan pihak manajemen harus mengeluarkan uang besar dalam perawatan ruangan dan alat karaoke. Perawatan alat-alat tempat karaoke terpaksa dilakukan bersama karyawan Inul Vizta Solo Square.

Bioskop Dibuka 29 Juli, Intip Penerapan Protokol Kesehatan di Bioskop Thailand

Minimal dalam sepekan sekali dilakukan perawatan alat dan pembersihan ruangan di tempat karaoke Inul Vizta The Park. "Alat-alat ini kalau tidak digunakan lama akan rusak. Bisa dimakan tikus dan lainnya. Kemudian ruangan juga kami bersihkan," katanya.

Untuk menjaga agar perabotan di masing-masing ruangan karaoke tidak rusak, seperti kursi dan meja ditutup plastik. Sementara untuk menjaga wallpaper ruangan tidak rusak, dia membuka seluruh pintu ruangan karaoke.

Menurutnya, pintu dibuka agar kondisi ruangan tidak lembap sehingga tak merusak wallpaper. Perawatan ruangan dan uang sewa tempat tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Ribuan Warga Solo Terancam Kesulitan Air Bersih Saat Kemarau, 2 Kelurahan Ini Paling Rawan

Apalagi tempat hiburan dalam kondisi ditutup sehingga tidak ada pemasukan. Dia berharap Pemkab memberikan solusi bagi pengusaha tempat hiburan di Sukoharjo.

"Kasus Corona ini memang ada dan harus dilakukan pencegahan agar tidak menyebar. Namun jangan menutup terus menurus tempat hiburan. Kalau seperti ini perputaran ekonomi tidak berjalan," katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho