Tutup Iklan
Ribuan Warga Solo Terancam Kesulitan Air Bersih Saat Kemarau, 2 Kelurahan Ini Paling Rawan
Ilustrasi dropping air bersih (Solopos-Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com SOLO -- Memasuki musim kemarau tahun 2020 ini ribuan warga Kota Solo dibayangi kesulitan air bersih. Kesulitan air bersih tidak hanya dari sumur-sumur warga yang mengering, tapi juga dari suplai air Perumda Air Minum yang tak lancar.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Air Minum Kota Solo, Agustan, saat diwawancarai Solopos.com, Senin (6/7/2020), mengaku sudah rapat dengan jajarannya untuk mengantisipasi kesulitan air masyarakat pada musim kemarau tahun ini.

“Sudah saya rapatkan bagaimana nanti di masa tanggap darurat, apa saja yang harus kami lakukan. Termasuk bila diperlukan dropping air. Berkaca pada kondisi tahun 2019, daerah yang berpotensi kesulitan air di wilayah Solo selatan,” terang Agustan.

Positif Covid-19 Sukoharjo Tambah 3 Kasus Baru, 1 Pasien Meninggal

Secara spesifik dia menyebut wilayah Kelurahan Semanggi dan Kelurahan Sangkrah sebagai daerah paling rawan kesulitan air bersih di Solo. Pelanggan air Perumda Air Minum Solo di dua kelurahan itu ada 3.000-5.000 pelanggan.

Gangguan suplai air Perumda Air Minum Solo di dua kelurahan itu mulai dari aliran air yang kecil hingga mati total pada jam-jam tertentu. Bila dalam 24 jam air sama sekali tidak mengalir, Perumda Air Minum Solo siap mengirim air pakai tangki.

Prioritas Pelanggan

“Prioritas kami warga Solo yang selama ini menjadi pelanggan Perumda Air Minum. Kami harus pastikan mereka mendapat suplai air cukup. Tapi kami tak menutup mata bila ada warga nonpelanggan yang kesulitan air,” imbuh dia.

Pasien Positif Covid-19 Sukoharjo Didominasi Usia Produktif, Mayoritas Laki-Laki

Seperti pada musim kemarau tahun-tahun sebelumnya, menurut Agustan, Perumda melayani permintaan warga nonpelanggan yang kesulitan air bersih di Solo. Berdasarkan catatan Solopos.com cukup banyak warga yang kesulitan air bersih saat kemarau.

Seperti di wilayah Kelurahan Mojosongo, Joglo, Kadipiro, Jagalan, Nusukan, dan kelurahan-kelurahan lainnya. Pada musim kemarau 2019 warga yang kesulitan air bersih mengandalkan suplai air bersih bantuan dari berbagai pihak yang peduli.

Ampuh! Jabatan Wakil Rakyat DPRD Solo Dikuasai Lulusan SMAN 5, Siapa Saja?

Bantuan air bersih datang dari berbagai pihak seperti partai politik (parpol), kalangan pengusaha, perkumpulan warga, hingga kandidat peserta Pilkada Solo 2020. Salah satunya calon wali kota, Gibran Rakabuming Raka. Putra Presiden Jokowi itu juga membantu pengadaan sumur.

Persoalan kekurangan air bersih warga saat musim kemarau sudah berlangsung bertahun-tahun terakhir. Dalam safari kunjungannya ke kampung-kampung, Gibran mendapat banyak keluhan ihwal ketersediaan air bersih saat kemarau.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho