24 Jam Nonsetop Sukarelawan Pantau Aktivitas Merapi dari Posko Induk Pemkab Klaten

Para petugas yang memantau situasi Gunung Merapi terbagi dalam kelompok jaga.

 Anggota Orari Klaten mengecek aktivitas Gunung Merapi di Posko induk di pendapa Pemkab Klaten, Senin (16/11/2020). (Solopos-Ponco Suseno)

SOLOPOS.COM - Anggota Orari Klaten mengecek aktivitas Gunung Merapi di Posko induk di pendapa Pemkab Klaten, Senin (16/11/2020). (Solopos-Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mendirikan posko induk guna memantau aktivitas Gunung Merapi, dalam beberapa hari terakhir. Posko induk tersebut berada di pendapa Pemkab Klaten.

Para sukarelawan menjaga posko induk pemantauan Gunung Merapi selama 24 jam sehari. Pemantauan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Klaten, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Ada juga keterlibatan Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) Klaten dan sukarelawan di Klaten. Pemantauan dilakukan dengan cara mengecek visual puncak Gunung Merapi sesuai rekaman kamera closed circuit television (CCTV) pos induk pemantauan Gunung Merapi.

2.579 Pendaftar Ajukan BPUM Tahap X Karanganyar

Pemantauan juga dengan menjalin komunikasi melalui handy talky (HT) dengan para sukarelawan di lereng Gunung Merapi.

"Posko pemantauan di pendapa Pemkab Klaten dilakukan 24 jam setiap harinya. Para petugas yang memantau terbagi dalam kelompok jaga, pukul 07.00 WIB-15.00 WIB, 15.00 WIB-23.00 WIB, dan 23.00 WIB-07.00 WIB. Ini sudah berjalan selama beberapa hari terakhir," kata anggota Orari Klaten, Didik Gautama, kepada Solopos.com, Senin (16/11/2020).

Didik Gautama mengatakan para petugas dan sukarelawan yang bertugas di posko induk pemantauan Gunung Merapi segera menyebarluaskan informasi perkembangan terkini aktivitas Gunung Merapi ke berbagai daerah di Klaten.

Ini Penjelasan BPPTKG Soal Suara Gemuruh yang Didengar Warga Merapi

Hal itu termasuk saat terjadi erupsi Gunung Merapi.

"Kami membantu dalam hal komunikasi. Kebetulan di Klaten ini juga sudah disiapkan tempat evakuasi akhir (TEA), seperti di tiga selter di Klaten, yakni selter Demakijo (Karangnongko), selter Menden (Kebonarum), dan selter Kebondalem Lor (Prambanan)," katanya.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Sip Anwar, mengatakan berbagai upaya guna mengantisipasi terjadinya erupsi Gunung Merapi sewaktu-waktu sudah dilakukan jauh-jauh hari.

Berperan Aktif Mencegah Covid-19

Selain menyiapkan TEA, BPBD bersama pemerintah desa (pemdes), sukarelawan, dan elemen masyarakat lainnya telah menyiapkan tempat evakuasi sementara (TES).

"Di pendapa Pemkab Klaten sudah didirikan posko induk. Di BPBD Klaten sendiri juga melakukan pemantauan [aktivitas di puncak Gunung Merapi]," kata Sip Anwar.

Kasus Covid-19 Tinggi, Ganjar Sebut Tes PCR di Klaten & Karanganyar Rendah

Selain mewaspadai ancaman potensi erupsi Gunung Merapi, lanjut Sip Anwar, BPBD Klaten juga berperan aktif mencegah Covid-19.

"Kami akan semprot barak pengungsian yang ada [dengan cairan disinfektan]. Setiap orang yang berada pengungsian diwajibkan menaati protokol kesehatan. Barak pengungsian yang ada juga sudah disekat. Itu semua dilakukan agar jangan sampai terjadi klaster Covid-19 di barak pengungsian," katanya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Kreasso 2022 Berlangsung Offline di Hall Tirtonadi Solo, Panitianya Pelajar SMP

      Ajang Kreatif Anak Sekolah Solo atau Kreasso kembali digelar ada 2022 ini secara offline dengan melibatkan siswa-siswi SMP sebagai panitia.

      2 Pekan Penggalian, Pemkab Boyolali Selamatkan Situs Gumuk Watu Serut

      Pemerintah melakukan penggalian atau ekskavasi selama dua pekan pada Situs Gumuk, Watu Serut, di Desa Tlawong Kecamatan Sawit Kabupaten Boyolali.

      Catat Lur! Jalan KH Samanhudi Sukoharjo Ditutup 3-30 Oktober 2022

      Jalan KH Samanhudi Sukoharjo ditutup pada 3-30 Oktober 2022 karena adanya pengecoran jalan sepanjang 100 meter dekat trafict light (TL) Simpang Carikan.

      Cuci Celana di Sungai Nguter Sukoharjo, Warga Sragen Tewas Terseret Arus

      Cuci celana di Sungai Nguter, Sukoharjo, warga Kecamatan Masaran, Sragen, tewas terseret arus sejauh 400 meter, Kamis (29/9/2022).

      Mobil Ditumpangi Anggota DPRD Solo Dirusak di Minahasa, Diduga Ada Provokator

      Ketua Komisi I DPRD Solo Suharsono menyebut ada provokator saat kejadian mobil ditumpangi anggota Komisi I Hartanti dirusak warga di Minahasa, Sulawesi Utara.

      Konsisten Dukung Gerakan Indonesia Inklusif, Aqua Klaten Diganjar Penghargaan

      Komisi Nasional Disabilitas (KND) memberikan anugerah Prakarsa Inklusi kepada PT Tirta Investama, Pabrik Klaten (Aqua Klaten).

      Lahan Terdampak Proyek Underpass Simpang Joglo Solo, Warga: Kami Butuh Waktu

      Warga yang lahannya terdampak proyek pembangunan underpass di Simpang Joglo, Banjarsari, Solo, berharap diberi waktu untuk bersiap pindah sebelum lahan dibebaskan.

      Ketika Pimpinan PKI Gelar Pertemuan Kilat di Prambanan Klaten

      Peristiwa G30S sampai sekarang masih membekas di benak masyarakat Indonesia.

      Dulu sampai Sekarang, Sekaten Ajang Warga Cari Hiburan

      Tradisi Sekaten di Alun-alun Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat merupakan salah satu cara dakwah agama Islam juga sarana hiburan masyarakat dari dulu hingga sekarang.

      Harga Kedelai Naik, Ukuran Tahu dan Tempe di Pasar Boyolali Kian Mengecil

      Kenaikan harga kedelai sebagai imbas kenaikan harga BBM berdampak pada menurunnya penjualan tahu dan tempe di Pasar Boyolali.

      Kunjungan Wisatawan di Klaten Mulai Meningkat, Sudah Capai 15.000 Orang/Bulan

      Destinasi wisata di Klaten disebut-sebut mulai bangkit setelah dua tahun terpukul gara-gara pandemi Covid-19.

      Sakjose Mazzeh! Petani Milenial Klaten Kembangkan Aplikasi Sirojo & Sitampan

      Komunitas Petani Muda Klaten (KPMK) mengembangkan dua aplikasi sekaligus.

      Korban Ledakan Aspol Sukoharjo Luka Bakar 70%, Pemeriksaan Tunggu Pemulihan

      Polres Sukoharjo menunggu proses pemulihan korban ledakan di asrama polisi (aspol) Sukoharjo yang saat ini masih dirawat di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD dr Moewardi Solo (RSDM) karena mengalami luka bakar hingga 70%.

      Gawat! Sungai Bagor-Sungai Ujung di Klaten Ternyata dalam Kondisi Kritis

      Kondisi alur Sungai Bagor-Sungai Ujung dari hulu hingga hilir dalam kondisi kritis.

      Cerita Keluarga di Solo Hidup dari Jualan Rica-Rica Gukguk selama 4 Generasi

      Pedagang kuliner anjing atau rica-rica gukguk di Solo kebanyakan sudah berjualan turun-temurun mewarisi dari kakek dan ayah.