2 Warga Karanganyar Positif Corona, Salah Satunya Peserta Ijtima Gowa
Ilustrasi virus corona (freepik)

Solopos.com, KARANGANYAR - Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan ada dua warganya yang dinyatakan positif virus corona atau Covid-19. Salah satunya merupakan peserta Ijtima Dunia Zona Asia 2020 di Kabupaten Gowa.

Juliyatmono yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar menyampaikan kabar tersebut saat jumpa pers di pos komando (posko) induk kompleks Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (10/4/2020).

Pandemi Corona, Kiper Bhayangkara FC Pilih Latihan di Hutan

"Perkembangan terakhir hingga hari ini [Jumat], dua orang dinyatakan positif Covid-19. Hasil laboratorium baru keluar hari ini. Dua orang itu adalah lelaki usia 75 tahun di Desa Sewurejo, Kecamatan Mojogedang dan lelaki usia 49 tahun di Desa Paulan, Kecamatan Colomadu. Kondisi mereka baik," kata Bupati.

Juliyatmono menjelaskan warga Sewurejo Mojogedang Karanganyar yang positif virus corona tersebut pulang dari Ijtima Dunia Zona Asia 2020 di Kabupaten Gowa. Sepulang dari acara tersebut, dia mengalami demam dan pilek dan mendapat perawatan di RSUD Karanganyar.

"Setelah dirawat itu kondisinya membaik dan minta izin pulang. Saat itu hasil swab belum keluar. Ternyata hasil laboratorium baru keluar hari ini dan positif," ujar Bupati.

Bantuan APD Untuk Tenaga Medis Kasus Corona Mengalir Ke Pemkot Solo

Sementara itu warga Paulan, Colomadu, Karanganyar yang positif corona dirawat di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo. Yuli, sapaan akrab Bupati, menjelaskan warga Paulan tersebu memiliki riwayat perjalanan dari Tangerang.

Dari Tangerang

Pasien positif corona itu mengikuti training di Tangerang pada 23-24 Februari 2020 lalu. Kemudian, dia melanjutkan aktivitas ke Batam pada 8 Maret 2020, dan selanjutnya pergi ke Kota Tasikmalaya pada 11-12 Maret 2020. Selama berkegiatan itu, warga Paulan merasa kondisinya kurang sehat.

"Pulang dari Tasik [Tasikmalaya] itu ada gejala demam. Tanggal 13 Maret 2020 ke Rumah Sakit Kasih Ibu. Tanggal 19 Maret 2020 pulang karena kondisi baik," kata Juliyatmono.

Yang Ditunggu Datang, Pemkot Madiun Salurkan Bantuan Non Tunai

"Tanggal 20 Maret 2020 kembali demam dan dibawa ke Rumah Sakit Kasih Ibu. Tanggal 23 Maret 2020 hasil swab laboratorium gagal dan tidak terbaca. Tanggal 28 Maret 2020 pulang karena kondisi baik. Kemudian tanggal 6 April 2020 itu kontrol ke Kasih Ibu. Dia melakukan swab hasilnya hari ini keluar positif," terangnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom