175 Loket Penukaran Uang Tersebar di Soloraya, Ini Daftarnya
Ilustrasi uang tunai rupiah. (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

Solopos.com, SOLO – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo telah menyiapkan loket untuk layanan penukaran uang pada periode Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Sebanyak 175 loket penukaran uang telah disiapkan yang tersebar di wilayah Soloraya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Bambang Pranomo, mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan dana senilai Rp4,1 triliun untuk layanan penukaran uang pada kali ini. Persediaan uang tunai itu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat secara nominal dan pecahan dalam kondisi layak edar.

Dukung Seruan Damai dengan Corona, Rudy: Virus Ini Ciptaan Tuhan, Tak Mungkin Dilawan

“Jumlah persediaan uang kali ini naik 5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada 2019 lalu, kami menyediakan dana sekitar Rp4,1 triliun,” tutur Bambang dalam rilis yang diterima Solopos.com, Senin (18/5/2020).

Kantor Perwakilan BI Solo telah berkorodinasi dengan sejumlah pihak dalam peningkatan dan perluasan pelayanan kali ini. Di antaranya adalah Perbankan, Perbarindo, PT. Pegadaian, hingga PT. Pos Indonesia.

Dapat Laporan Harga Gula Pasir di Sragen Sentuh Rp16.500 per Kilo, Ini Reaksi Ganjar Pranowo

Tak Ada Batasan

Menariknya, KPw BI Solo tidak melakukan pembatasan jumlah penukaran uang kali ini. Namun, dalam pelaksanaannya akan diatur agar terdapat pemerataan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Masyarakat dapat menukarkan seluruh pecahan sesuai dengan kebutuhannya baik dalam pecahan yang sama maupun pecahan lainnya,” jelas Bambang.

Layanan penukaran uang di 175 titik di Soloraya ini dimulai pada 4-22 Mei 2020 dengan jam layanan yang telah ditetapkan. Sementara itu, karena adanya pandemi Covid-19, KPw BI Solo meniadakan penukaran uang keliling di ruang publik. Layanan penukaran uang hanya disediakan di loket layanan yang telah disediakan.

60 Karyawan Perusahaan Makanan Cepat Saji di Jogja Dipaksa Resign, Gara-Gara Minta THR?

KPww BI Solo juga mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 saat melakukan penukaran uang. Masyarakat diminta untuk menggunakan masker, mengecek suhu badan, serta penerapan physical distancing.

“Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan penukaran uang melalui jasa penukaran uang tak resmi atau perantara lainnya. Hal itu karena adanya risiko berupa tidak adanya jaminan ketepatan jumlah uang yang ditukar. Kemudian kemungkinan adanya uang palsu, serta adanya pungutan biaya,” terang Bambang.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho