Tutup Iklan
Tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sragen, Samsuri, memantau kondisi limbah industri di Dukuh Bulu, Purwosuman, Sidoharjo, Sragen, Selasa (5/11/2019). (Istimewa/Samsuri)

Solopos.com, SRAGEN -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sragen mengecek kandungan limbah buangan dari 17 perusahaan besar di Bumi Sukowati. Pengecekan dilakukan selama beberapa hari terakhir.

Kepala DLH Sragen, Samsuri, mengatakan pada Selasa (5/11/2019), tim dari DLH Sragen memantau kadar limbah yang dihasilkan beberapa perusahaan besar di wilayah Bulu, Purwosuman, Sidoharjo.

Mobil Baru Dipakai Latihan Nyetir, Ringsek Tertimpa Pohon di Sragen

“Di Sragen ada 17 perusahaan besar yang terpusat di Bulu, Purwosuman, dan Sambungmacan. Hari ini kami memantau limbah perusahaan di Bulu. Hasilnya, limbah beberapa perusahaan di sana masih tergolong wajar," jelas dia kepada Solopos.com, Selasa.

Menurut Samsuri, setiap perusahaan yang dicek sudah punya instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Air dari IPAL di salah satu perusahaan besar di Bulu bahkan bisa digunakan untuk beternak ikan.

"Kalau ikan saja bisa hidup di air limbah itu, berarti kadar pencemarannya masih cukup aman bagi lingkungan,” ujar Samsuri.

Gaji Terlambat Dibayar, Buruh Tyfountex Kartasura Sukoharjo Minta Penjelasan

Pemantauan limbah industri besar akan terus dilakukan DLH Sragen hingga beberapa hari ke depan. Setiap perusahaan juga sudah diwajibkan mengirimkan laporan terkait kandungan limbah secara periodik kepada DLH.

Bila diketahui ada kandungan zat berbahaya, perusahaan tersebut bisa mendapat teguran. “Kalau kadar limbahnya melewati ambang batas aman tentu akan ditegur. Bila teguran itu tidak diindahkan, risikonya izin bisa dicabut atau tidak bisa diperpanjang,” tegas Samsuri.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten