11 Pengendara Motor Jadi Korban, Jalan Plupuh-Sangiran Sragen Rusak Dipasangi Patok
Sejumlah patok kayu terpasang di ruas jalan Plupuh-Sangiran, tepatnya di Dukuh Cengklik, Desa Bukuran, Kalijambe, Sragen, Rabu (19/2/2020). (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)Sejumlah patok kayu terpasang di ruas jalan Plupuh-Sangiran, tepatnya di Dukuh Cengklik, Desa Bukuran, Kalijambe, Sragen, Rabu (19/2/2020). (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN -- Kerusakan jalan Plupuh-Sangiran membuat warga Dukuh Cengklik, Desa Bukuran, Kalijambe, Sragen, prihatin.

Apalagi sejauh ini sudah ada 11 pengendara motor menjadi korban. Mereka terperosok dan mengalami kecelakaan.

Kerusakan jalan kabupaten itu makin parah seiring musim hujan. Kerusakan jalan itu dipicu pergerakan tanah yang membuat permukaan jalan retak dan bergelombang.

Retakan itu muncul di banyak lokasi. Retakan jalan paling banyak ditemukan di Dukuh Cengkik, Desa Bukuran.

Diundang ILC, Prof Suteki Tuding Kepala BPIP Yudian Wahyudi Menodai Agama

“Kalau saya hitung, sudah ada 11 pengendara motor yang terjatuh karena rodanya masuk dalam retakan jalan. Paling parah itu warga Masaran,” papar Triyanto, 40, warga setempat, Rabu (19/2/2020).

Warga Masaran tersebut, kata Triyanto, terjatuh hingga gigi depannya tanggal, kakinya juga luka lecet. Seorang tukang sayur juga terjatuh sampai masuk parit.

Ada juga warga setempat yang jatuh sampai ban sepeda motornya meletus. Korbannya rata-rata mengalami luka lecet

Suroto, Calon Wakil Bupati Sragen yang "Tak Punya" Kendaraan

Karena menelan banyak korban, warga setempat berinisiatif memasang patok bambu pada retakan jalan itu. Setidaknya terdapat enam patok yang dipasang warga.

Bagian atas patok itu terdapat karung warna putih. Warga tidak bermaksud memblokade jalan dengan memasang patok bambu itu.

Warga hanya ingin memberi tanda bahaya bagi pengendara motor supaya lebih berhati-hati karena ada banyak retakan di permukaan jalan.

“Sejak dipasangi patok beberapa waktu lalu itu, jumlah pengendara motor yang terjatuh berkurang,” kata Triyanto.

5 Pejabat Pemkab Sukoharjo Diperiksa Bawaslu, Ada Apa?

Jalan Plupuh-Sangiran kali terakhir diperbaiki sekitar 2011. Permukaan jalan kabupaten itu sebetulnya sudah dicor beton.

Namun, faktor pergerakan tanah memicu terjadinya retakan di permukaan jalan. Pergerakan tanah itu juga memicu permukaan jalan bergelombang.

Terdapat permukaan jalan yang cukup miring hingga membahayakan pengguna jalan. Triyanto menceritakan belum lama ini juga ada truk yang nyaris terguling karena lewat jalan yang miring itu.

PDIP Umumkan Rekomendasi 12 Paslon untuk Pilkada Jateng

"Untung badan truk terhalang pohon jati sehingga tidak jadi terguling. Kalau tidak ada pohon jati, mungkin truk itu sudah terguling ke parit sedalam tiga meter,” paparnya.

Jalan Plupuh-Sangiran merupakan salah satu akses menuju Situs Manusia Purba Sangiran. Tidak jarang wisatawan dari arah barat tersesat sampai ke jalan rusak itu.

Mereka tidak tahu Museum Manusia Purba Sangiran sudah terlewati.

Ashraf Sinclair Diduga Meninggal Akibat GERD, Cek Faktanya!

“Dulu ada bus besar yang membawa wisatawan dari Bandung nyasar ke sini. Padahal, jalannya rusak dan tidak ada jalan yang lebar untuk berbalik arah,” jelasnya.

Kepala Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Widodo, mengaku kerap mendapat keluhan dari pengguna jalan, terutama wisatawan terkait kerusakan jalan Plupuh-Sangiran.

Menurutnya, jalan itu merupakan milik Kabupaten Sragen sehingga kewenangan untuk memperbaiki jalan itu adalah Pemkab Sragen.

Gagal Buang Bayi, Pemuda Karanganyar Malah Diantar ke Polsek Jebres Solo

“Dalam setiap forum pertemuan, saya berulang kali mengusulkan supaya ada perbaikan infrastruktur khususnya jalan kabupaten sebagai penunjang pariwisata di Situs Sangiran,” bebernya.

Widodo mendapat informasi tahun ini jalan rusak tersebut akan diperbaiki. Namun, dia tidak bisa memastikan kapan waktunya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho