News
Minggu, 24 Agustus 2014 - 08:14 WIB

JOKOWI PRESIDEN : Sampaikan Pesan ke Jokowi, SBY Janji Tidak akan Ngrecoki

Redaksi Solopos.com  /  Adib Muttaqin Asfar  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Presiden SBY di Raja Ampat, Papua Barat, Sabtu (23/8/2014). (JIBI/Solopos/Antara/Prasetyo Utomo)

Solopos.com, JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan akan menyampaikan berbagai titipan dan pesan dari masyarakat di seluruh Indonesia kepada Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden terpilih Pilpres 2014. Dia kembali mengatakan tidak akan ngrecoki Jokowi-JK (baca: SBY Dapat Pesan Jangan Ngrecoki Jokowi).

Hal itu, disampaikan Presiden SBY saat memberikan sambutan pada puncak acara Sail Raja Ampat di di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Raja Ampat, Papua Barat, Sabtu (23/8/2014) pagi.

Advertisement

Menurut Presiden SBY, titipan itu bukan hanya dari tanah Papua agar Jokowi juga memiliki komitmen yang besar untuk membangun tanah Papua ini, tapi juga dari masyarakat di banyak provinsi di Tanah Air.

“Insya Allah akan saya sampaikan dan saya yakini pemimpin kita yang baru nanti bersama pemerintahannya juga akan sungguh mendengar apa yang diharapkan oleh saudara-saudara kita di seluruh Indonesia,” kata SBY.

SBY berharap mudah-mudahan bisa menyampaikan semua pesan dan titipan untuk disampaikan kepada Jokowi yang telah dinyatakan sah sebagai Presiden RI periode 2014-2019. “Tentu ini untuk kepentingan yang baik, bukan untuk ngrecoki tapi untuk kebaikan negara kita sekarang dan ke depan,” tegasnya.

Advertisement

Dalam kesempatan itu, Presiden menyampaikan, kunjungannya untuk membuka Sail Raja Ampat itu kemungkinan juga kunjungan dirinya yang terakhir selaku Presiden Republik Indonesia ke Papua Barat. SBY mengingatkan pada 20 Oktober nanti, dirinya akan mengakhiri masa bakti sebagai pemimpin negeri ini, setelah 10 tahun bekerja.

Sebelumnya, Presiden SBY melalui akun Twitter mengaku mendapatkan pesan agar dirinya tidak ngrecoki Jokowi-JK termasuk dalam persiapan pemerintahan baru. Entah dari mana pesan itu berasal, SBY tidak mengungkapkannya. Dia hanya mengatakan pihaknya bersama Partai Demokrat tidak berniat mendapat posisi tertentu di pemerintahan.

“Sejumlah kader PD dilobi utk bergabung ke kubu politik tertentu. Kami katakan tidak. Jadi tidak ada istilah ngrecoki. Jangan dibalik,” kata SBY.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif