Yusuf Mansur Jual Rumah, Orang Dekat: Ustaz Tidak Bangkrut!

Orang dekat Yusuf Mansur, Dwi Makmun, menyayangkan informasi yang berkembang di media sosial bahwa dai kondang itu menjual aset karena bangkrut. 

 Ustaz Yusuf Mansur, istrinya Siti Maimunah dan Wirda Mansur (IG @yusufmansurnew)

SOLOPOS.COM - Ustaz Yusuf Mansur, istrinya Siti Maimunah dan Wirda Mansur (IG @yusufmansurnew)

Solopos.com, JAKARTA — Dai kondang Ustaz Yusuf Mansur menjual rumah dan aset tanahnya yang ada Ketapang, Tangerang, Banten untuk menutup utang walisantri di Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Quran yang mencapai Rp20 miliar.

Orang dekat Yusuf Mansur, Dwi Makmun, menyayangkan informasi yang berkembang di media sosial bahwa dai kondang itu menjual aset karena bangkrut.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

“Benar Mas, beredar di grup-grup. Tapi kemudian yang muncul di Youtube dikatakan Ustaz Yusuf Mansur bangkrut,” ujarnya saat dimintai konfirmasi Solopos.com, Selasa (28/6/2022) lalu.

Ia membantah narasi yang beredar di media sosial bahwa Yusuf Mansur menjual aset karena bangkrut. Menurutnya, dai yang tenar dengan konsep sedekah itu menjual aset demi kepentingan dakwah.

Baca Juga: Yusuf Mansur Sebut Pengganggunya Kena Karma, Siapa Mereka?

“Buat pesantren, buat santri, beliau mah nggak sayang dengan hartanya. Catatan perjalanan beliau juga kan pernah mengalami seperti itu, menjual rumah untuk pesantren dan beliau ngontrak. Dan awal perjuangan beliau dakwah tahfizul qur’an juga dimulai dari tahun 2003 di rumah kontrakannya. Untuk urusan sedekah, beliau tidak hanya sebagai penyeru atau pengajak, tapi juga sebagai pelaku kebaikan dalam sedekah,” tandas Dwi.

Saat ini, lanjut dia, banyak bermunculan Youtuber yang membuat konten terkait Yusuf Mansur. Sayangnya, menurut dia, para pemilik konten tersebut membuat cerita secara sepihak.

“Para Youtuber penebar kebencian memang kreatif, membuat sudut pandang baru, dengan komentar provokatif ajakan negatif. Mereka mengatasnamakan media tapi tak paham nilai dan adab jurnalisme. Dan yang buat saya merasa heran, media formal nasional turut serta mengikuti arus informasi itu. Tapi ya saya sadar karena ini industri, dan Ustaz Yusuf Mansur adalah magnet,” katanya.

Baca Juga: Yusuf Mansur Jual Rumah untuk Tutup Utang Walisantri Daqu

Sebelumnya diberitakan, Yusuf Mansur menjual rumah dan asetnya untuk menutup utang walisantri di Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Quran yang mencapai Rp20 miliar.

Selain itu, dana penjualan rumah dan aset juga akan dipakai untuk proses initial public offering (IPO) sejumlah perusahaannya.

Proses penjualan rumah dan tanah itu beredar dalam pesan di sejumlah grup Whatapp walisantri dan ekosistem Daarul Quran sejak beberapa pekan lalu.

Baca Juga: Yusuf Mansur: Dari Tangerang Daarul Quran Menyebar ke Lima Benua

Dua sumber Solopos.com di internal Daarul Quran membenarkan adanya penawaran rumah dan tanah tersebut.

“Iya benar, memang beredar di grup-grup walisantri. Dari Ustaz Yusuf Mansur,” ujar sumber yang meminta dirahasiakan namanya itu, beberapa hari lalu.

Dalam pesan yang beredar yang diterima Solopos.com, Yusuf Mansur menawarkan rumah dan aset tanahnya hanya untuk orang yang berada di lingkungan Daarul Quran.

Baca Juga: Yusuf Mansur Panen Gugatan, Ketua Daarul Quran Solo Bela Habis-Habisan

“Buat nutup semua hutang walisantri Daqu dari santri berbayar, yang nembus sampe 20M. Hingga akhir Mei 2022 ini. Dan kebutuhan saya dan kami-kami. Juga memproses semua IPO perusahaan-perusahaan di lingkungan kami, dan beberapa kewajiban kami. Kami memutuskan u/menjual rumah kami, yang ada rooftopnya itu, hehehe, dan kolam2–kolam ikan, berbagai pohon, kolam renang. Yang sering saya instagramin, hehehe. Plus menjual semua aset tanah, seluas kurang lebih 4ha di sekitar Pesantren Daqu Pusat. Lengkap dengan Konsep Bisnis Properti Berbasis Pesantren. Kami juga menjual 4 gedung kami, yang sedianya untuk gedung training/seminar dan guest house Daqu. Semuanya, yang punya potensi dan keinginan beli, hanya diperuntukkan u/ Walisantri dan ekosistemnya. Bukan dijual untuk umum juga. Agak ga rela jika yang memiliki ini nanti bukan yang ada sambungannya dengan visi misi Daqu selama ini. Bismillaah. Ini jual, bukan minta,” ujar Yusuf Mansur dalam pesan Whatsapp tersebut.

Baca Juga: PPPA Daarul Quran Sukoharjo rekrut kaum dhuafa

Yusuf Mansur mengungkapkan banyak santri berbayar yang keluarganya tidak membayar kewajiban sejak 2008.

Ia mengklaim sudah memutihkan kewajiban santri yang menunggak bayar itu senilai Rp60 miliar meliputi biaya makan, kebutuhan belajar dan lain-lain.

“Untuk diketahui agar didoakan. Dari 2008, santri berbayar (secara banyak bener yang ga berbayar, jangan ragu dengan Daqu, dan jangan ampe ga percaya, bahwa yang ga berbayar jumlahnya tetap jauh lebih banyak, insyaaAllah). Bahwa sampe hari ini, saya, kami, dan Daqu sudah memutihkan sekitar 60-an M, hutang walisantri berbayar. Di luar yang 20M ini. Izin Allah. Dan kami ridho dikatain apa aja oleh wali-wali santri berbayar yang marah-marah, kecewa, dan menunjukkan akhlak yang jauh dari akhlak seorang walisantri penghafal Qur’an. Secara anak-anaknya ya udah makan minum, nginep, dan mendapatkan pendidikan berbulan2, bertahun2,” lanjut Yusuf Mansur.

Baca Juga: Yusuf Mansur Menangi Kasus di PN Tangerang

Keadaan kesulitan keuangan, tambah Yusuf Mansur, tidak hanya dialami Ponpes Daarul Quran melainkan juga pesantren berbayar lainnya.

Hal itu merupakan hal yang normal terjadi di banyak tempat di Tanah Air.

“Kesulitan ini juga dialami oleh pesantren2 berbayar lainnya. Dan ini berdampak ke mana-mana. Ke honor semua yang berkhidmat di Daqu. Ke kualitas pendidikan, kualitas sarana prasarana, bahkan makan minum santri sendiri. Dan ya ga apa2. Penjualan aset ini, untuk semua yang ga bayar itu juga, lalu anak-anaknya bisa masuk kembali ke Daqu. Tapi semua jadi normal, sehat. Silakan dipikirkan. Ditambah memang keadaan saya, Yusuf Mansur. Kalo lagi sehat dan gagah keuangan dll, perkara ini, kecil sekali. Sangat kecil. Kuasa Allah. Mohon doa,” lanjut Yusuf Mansur.

Baca Juga: Ini yang Bikin Yusuf Mansur Menang Lawan TKW di PN Tangerang

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Tewas Ditembak, Buronan MIT Poso Dituding Pernah Lakukan 10 Pembunuhan

      Pemakaman yang berlangsung setelah proses autopsi oleh tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) tidak dihadiri keluarga maupun kerabat dari buronan MIT Poso Askar.

      Pemakaman Jenazah Buronan MIT Poso Tanpa Keluarga dan Kerabat

      Pemakaman yang berlangsung setelah proses autopsi oleh tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) tidak dihadiri keluarga maupun kerabat dari buronan MIT Poso Askar.

      Jadi Calo Penerimaan Bintara Polri, Briptu Bagas Dipecat

      Briptu Bagas terbukti melakukan perbuatan tercela dan mencoreng nama baik institusi Polri karena menjadi calo penerimaan anggota Polri.

      Besok, Presiden Jokowi Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

      Pada tahun 2021, Jokowi juga memimpin upacara yang sama di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Jumat (1/10/2021).

      50 Wartawan Diajak Temui Gubernur Papua Lukas Enembe di Kediaman

      Ajakan membawa 50 wartawan itu terkait dengan pihak keluarga Lukas Enembe akan memberikan keterangan pers mengenai kesehatan kliennya.

      Indonesia Merintis Jalan Damai Konflik Israel vs Palestina 

      Konflik Israel dan Palestina sudah berumur lebih dari setengah abad, upaya mendamaikan dua negara tersebut selalu gagal.

      Kapolri: Tiga Kapolda Tak Terbukti Bantu Ferdy Sambo

      Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyatakan sudah memeriksa ketiga Kapolda tersebut dan memastikan mereka tidak terlibat dalam skenario Ferdy Sambo.

      Kapolri: Ferdy Sambo Sudah Bukan Anggota Polri

      Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, menegaskan bahwa Ferdy Sambo sudah bukan anggota Polri.

      KKB Papua Klaim Bantai 4 Pekerja Jalan, Aparat Cari Jasad Korban

      Foto dan video keempat warga sipil yang menjadi korban pembunuhan KKB itu tersebar di media sosial.

      Putri Candrawathi Ditahan, Kapolri: Haknya sebagai Ibu akan Dipenuhi

      Polisi memastikan akan memenuhi hak-hak Putri Candrawathi selama ditahan di Rutan Bareskrim Polri.

      Putri Candrawathi Ditahan Hari Ini, Kapolri: Kondisi Jasmani dan Psikologi Baik

      Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, memastikan kondisi Putri Candrawathi, tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J, sehat secara jasmani dan psikologi.

      Korsel, AS, dan Jepang Gelar Latihan Perang Antikapal Selam

      Kapal perang Korea Selatan (Korsel), Amerika Serikat (AS), dan Jepang, Jumat (30/9/2022), menggelar latihan perang antikapal selam pertama dalam lima tahun. 

      Putri Candrawathi Ditahan di Rutan Bareskrim Polri Hari Ini

      Tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J resmi ditahan hari ini, Jumat (30/9/2022) di Rutan Bareskrim Polri.

      Ini Penyebab Kelangkaan Vaksin Meningitis untuk Umrah

      Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan kelangkaan vaksin meningitis yang melanda hampir di seluruh daerah di Indonesia.

      Jokowi Harapkan Rukunnya Menkeu dan Gubernur BI Kunci Sukses Ekonomi RI

      Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah tetap waspada di tengah lonjakan inflasi yang menjadi momok banyak negara.  

      Surat Pemecatan Ferdy Sambo Sudah Ditandatangani Presiden Jokowi

      Presiden Joko Widodo sudah menandatangani surat pemecatan mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, Ferdy Sambo.