Yusuf Mansur Jual Rumah untuk Tutup Utang Walisantri Daqu

Yusuf Mansur beralasan, penjualan rumah dan aset itu untuk menutup utang walisantri di Ponpes Daarul Quran yang mencapai Rp20 miliar.

 Ustaz Yusuf Mansur menyanyikan lagu Bunga Terakhir karya Romeo saat merayakan ulang tahun ke-45, Minggu (19/12/2021). Acara digelar di rooftop rumahnya yang berada di Ketapang, Tangerang, Banten. (IG @wirda_mansur)

SOLOPOS.COM - Ustaz Yusuf Mansur menyanyikan lagu Bunga Terakhir karya Romeo saat merayakan ulang tahun ke-45, Minggu (19/12/2021). Acara digelar di rooftop rumahnya yang berada di Ketapang, Tangerang, Banten. (IG @wirda_mansur)

Solopos.com, JAKARTA — Dai kondang Ustaz Yusuf Mansur menjual rumah dan aset tanahnya yang ada Ketapang, Tangerang, Banten.

Yusuf Mansur beralasan, penjualan rumah dan aset itu untuk menutup utang walisantri di Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Quran yang mencapai Rp20 miliar.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Selain itu, dana penjualan rumah dan aset juga akan dipakai untuk proses initial public offering (IPO) sejumlah perusahaannya.

Proses penjualan rumah dan tanah itu beredar dalam pesan di sejumlah grup Whatapp walisantri dan ekosistem Daarul Quran sejak beberapa pekan lalu.

Baca Juga: Yusuf Mansur: Dari Tangerang Daarul Quran Menyebar ke Lima Benua

Dua sumber Solopos.com di internal Daarul Quran membenarkan adanya penawaran rumah dan tanah tersebut.

“Iya benar, memang beredar di grup-grup walisantri. Dari Ustaz Yusuf Mansur,” ujar sumber yang meminta dirahasiakan namanya itu, beberapa hari lalu.

Dalam pesan yang beredar yang diterima Solopos.com, Yusuf Mansur menawarkan rumah dan aset tanahnya hanya untuk orang yang berada di lingkungan Daarul Quran.

Baca Juga: Yusuf Mansur Panen Gugatan, Ketua Daarul Quran Solo Bela Habis-Habisan

“Buat nutup semua hutang walisantri Daqu dari santri berbayar, yang nembus sampe 20M. Hingga akhir Mei 2022 ini. Dan kebutuhan saya dan kami-kami. Juga memproses semua IPO perusahaan-perusahaan di lingkungan kami, dan beberapa kewajiban kami. Kami memutuskan u/menjual rumah kami, yang ada rooftopnya itu, hehehe, dan kolam2–kolam ikan, berbagai pohon, kolam renang. Yang sering saya instagramin, hehehe. Plus menjual semua aset tanah, seluas kurang lebih 4ha di sekitar Pesantren Daqu Pusat. Lengkap dengan Konsep Bisnis Properti Berbasis Pesantren. Kami juga menjual 4 gedung kami, yang sedianya untuk gedung training/seminar dan guest house Daqu. Semuanya, yang punya potensi dan keinginan beli, hanya diperuntukkan u/ Walisantri dan ekosistemnya. Bukan dijual untuk umum juga. Agak ga rela jika yang memiliki ini nanti bukan yang ada sambungannya dengan visi misi Daqu selama ini. Bismillaah. Ini jual, bukan minta,” ujar Yusuf Mansur dalam pesan Whatsapp tersebut.

Baca Juga: PPPA Daarul Quran Sukoharjo rekrut kaum dhuafa

Yusuf Mansur mengungkapkan banyak santri berbayar yang keluarganya tidak membayar kewajiban sejak 2008.

Ia mengklaim sudah memutihkan kewajiban santri yang menunggak bayar itu senilai Rp60 miliar meliputi biaya makan, kebutuhan belajar dan lain-lain.

“Untuk diketahui agar didoakan. Dari 2008, santri berbayar (secara banyak bener yang ga berbayar, jangan ragu dengan Daqu, dan jangan ampe ga percaya, bahwa yang ga berbayar jumlahnya tetap jauh lebih banyak, insyaaAllah). Bahwa sampe hari ini, saya, kami, dan Daqu sudah memutihkan sekitar 60-an M, hutang walisantri berbayar. Di luar yang 20M ini. Izin Allah. Dan kami ridho dikatain apa aja oleh wali2santri berbayar yang marah-marah, kecewa, dan menunjukkan akhlak yang jauh dari akhlak seorang walisantri penghafal Qur’an. Secara anak2nya ya udah makan minum, nginep, dan mendapatkan pendidikan berbulan2, bertahun2,” lanjut Yusuf Mansur.

Baca Juga: Yusuf Mansur Menangi Kasus di PN Tangerang

Keadaan kesulitan keuangan, tambah Yusuf Mansur, tidak hanya dialami Ponpes Daarul Quran melainkan juga pesantren berbayar lainnya.

Hal itu merupakan hal yang normal terjadi di banyak tempat di Tanah Air.

“Kesulitan ini juga dialami oleh pesantren2 berbayar lainnya. Dan ini berdampak ke mana-mana. Ke honor semua yang berkhidmat di Daqu. Ke kualitas pendidikan, kualitas sarana prasarana, bahkan makan minum santri sendiri. Dan ya ga apa2. Penjualan aset ini, untuk semua yang ga bayar itu juga, lalu anak-anaknya bisa masuk kembali ke Daqu. Tapi semua jadi normal, sehat. Silakan dipikirkan. Ditambah memang keadaan saya, Yusuf Mansur. Kalo lagi sehat dan gagah keuangan dll, perkara ini, kecil sekali. Sangat kecil. Kuasa Allah. Mohon doa,” lanjut Yusuf Mansur.

Baca Juga: Ini yang Bikin Yusuf Mansur Menang Lawan TKW di PN Tangerang

Salah satu orang dekat Yusuf Mansur, Dwi Makmun, tidak menampik tentang penjualan aset tersebut. Namun Dwi membantah informasi yang beredar di media sosial bahwa Yusuf Mansur bangkrut.

“Benar Mas, beredar di grup-grup. Tapi kemudian yang muncul di Youtube dikatakan Ustaz Yusuf Mansur bangkrut,” ujarnya, Selasa (28/6/2022) lalu.

Ia menyayangkan narasi yang beredar di media sosial bahwa Yusuf Mansur menjual aset karena bangkrut. Menurutnya, dai yang tenar dengan konsep sedekah itu menjual aset demi kepentingan dakwah.

Baca Juga: Yusuf Mansur Sebut Pengganggunya Kena Karma, Siapa Mereka?

“Buat pesantren, buat santri, beliau mah nggak sayang dengan hartanya. Catatan perjalanan beliau juga kan pernah mengalami seperti itu, menjual rumah untuk pesantren dan beliau ngontrak. Dan awal perjuangan beliau dakwah tahfizul qur’an juga dimulai dari tahun 2003 di rumah kontrakannya. Untuk urusan sedekah, beliau tidak hanya sebagai penyeru atau pengajak, tapi juga sebagai pelaku kebaikan dalam sedekah,” tandas Dwi.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Gempa Bumi di Laut Jawa Simpan Banyak Misteri yang Belum Terungkap

      + PLUS Gempa Bumi di Laut Jawa Simpan Banyak Misteri yang Belum Terungkap

      Gempa bumi dalam dan menengah yang biasa terjadi di Laut Jawa menyimpan banyak misteri yang belum terungkap dengan detail. Banyak teori yang membahas tentang fenomena gempa bumi dalam dan menengah.

      Berita Terkini

      Semangat Mahasiswa Baru UKSW Salatiga Ikuti Masa Orientasi

      Mengangkat tema Fostering Your Imagination and Adaptability, OMB dibuka dengan rangkaian opening ceremony yang digelar di Lapangan Sepak Bola UKSW serta dihadiri pimpinan universitas dan fakultas.

      Dikunjungi Dewan Pers, PPP: 14 Pasal RKUHP Wajib Dibahas DPR

      Anggota Fraksi PPP itu menilai 14 pasal yang direformulasi oleh Dewan Pers itu wajib dibahas di rapat DPR.

      Operator Truk Meninggal Akibat Tertimpa Kontainer

      Korban Imam Kastiawan berada di dalam truk saat sebuah kontainer tiba-tiba jatuh menimpa.

      Ditolak LPSK, Putri Sambo Ternyata Minta Dilindungi dari Pemberitaan

      Salah pengajuan yang diminta oleh Putri Candrawathi adalah agar dilindungi dari berita atau wartawan.

      Pascaisu Ferdy Sambo Bos Judi, Ratusan Penjudi Digulung Polisi

      Sejak sepekan terakhir ratusan penjudi di berbagai tempat dibekuk aparat.

      Gempa Dangkal Guncang Sulawesi Tenggara dan Sumatra Barat

      Dua gempa terjadi masing-masing di Sulawesi Tenggara dan Sumatra Barat, Senin (15/8/2022).

      KIB Bertekad Membuat Masyarakat Indonesia Sejahtera, Begini Strateginya

      Untuk menjadikan masyarakat Indonesia sejahtera, kaya sebelum menua, KIB memiliki sejumlah strategi.

      KIB Sepakati Visi Misi, Tawarkan Keberlanjutan Kebijakan Jokowi

      Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) menyepakati visi dan misi dalam pembicaraan di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (14/8/2022).

      Beberapa Pasal RKUHP Mengancam Iklim Usaha dan Investasi

      Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) yang kini belum selesai dibahas DPR bersama pemerintah mengandung pasal-pasal yang mencampuri urusan sektor privat dunia usaha.

      Timsus Diserang, Staf Ahli Kapolri: Ada Faksi-Faksi di Kepolisian

      Menurut Muradi, serangan balik terhadap Tim Khusus pengusut Ferdy Sambo dikarenakan adanya faksi-faksi atau kelompok-kelompok di tubuh Polri.

      IPW Sebut Timsus Kapolri Diserang Balik Kelompok Ferdy Sambo

      Tim Khusus yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono tersebut saat ini mendapat serangan balik dari kelompok Ferdy Sambo yang tidak ingin praktik lancung mereka terbongkar.

      Ditangkap! Ini Tampang Pemerkosa Remaja SMP "Budak Seks" Pati

      Tersangka kasus pemerkosaan dan penyekapan yang menjadikan remaja SMP di Pati sebagai budak seks akhirnya ditangkap.

      Kunjungi SMPN 7 Solo, Ini yang Dipelajari MKKS SMP Musi Banyuasin

      SMP Negeri 7 Solo menjadi tujuan studi banding Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, Jumat (12/8/2022).

      Bharada E Resmi Justice Collaborator, Dapat Perlindungan Penuh LPSK

      LPSK mengabulkan permohonan justice collaborator yang diajukan Bharada E dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

      Bos PT Duta Palma Surya Darmadi Ditahan

      Penyidik Kejagung langsung menahan bos PT Duta Palma, Surya Darmadi, terkait kasus korupsi penguasaan lahan sawit dan pencucian uang.

      Mengenang Bung Hatta, Orde Baru Membunuh Kemandirian Koperasi

      Peringatan 120 tahun Mohammad Hatta alias Bung Hatta pada 12 Agustus 2022 mengingatkan pelajaran penting tentang pengelolaan koperasi pada masa rezim Orde Baru.