Tutup Iklan
Wonogiri Jadi Zona Kuning, Sekolah Batal Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka
Ilustrasi Pelajar SD (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, WONOGIRI — Satuan pendidikan dari jenjang sekolah dasar sederajat hingga SMA/SMK dan yang sederajat di Wonogiri urung menerapkan pembelajaran tatap muka pada tahun pelajaran baru 2020/2021 mulai Senin (13/7/2020) ini.

Sebab, berdasar tingkat penularan kasus Covd-19, Wonogiri berubah menjadi zona kuning dari sebelumnya hijau pada akhir Juni lalu. Hal itu lantaran kasus terkonfirmasi Covid-19 melonjak. Hingga Sabtu (11/7/2020), pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 13 orang. Sebanyak 10 pasien di antaranya kasus baru.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Minggu (12/7/2020), penerapan metode pembelajaran ditentukan para pihak berwenang setelah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Wonogiri, Sabtu. Koordinasi dipimpin Bupati yang juga Ketua GTPCC, Joko Sutopo.

Senin Besok Objek Wisata Pura Mangkunegaran Dibuka Lagi, Ini Harga Tiketnya

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Disdikbud Wonogiri, Yuli Bangun Nursanti, menyampaikan pembelajaran SD hingga SMP negeri di Wonogiri menerapkan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara penuh. Artinya, masa pengenalan lingkungan sekolah atau MPLS juga dilaksanakan secara dalam jaringan atau daring.

Kebijakan ini diambil karena Wonogiri masuk zona kuning menyusul bertambahnya jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19. Awalnya, SD-SMP di Wonogiri sudah bersiap menerapkan pembelajaran tatap muka dengan sistem sif mengingat saat itu Wonogiri msauk zona hijau atau daerah dengan risiko penularan Covid-19 rendah.

Skenario

Sebelumnya, Disdikbud sudah menyiapkan skenario pembelajaran kombinasi tatap muka dan PJJ dengan durasi tiga jam/hari. Namun, skenario tersebut urung dilaksanakan mengingat kasus Covid-19 meningkat, sehingga Wonogiri masuk zona kuning. Seperti diketahui, sekolah bisa menerapkan pembelajaran tatap muka jika daerah masuk zona hijau.

“Skenario yang sudah ada tetap dipegang. Kalau ke depan menerapkan pembelajaran tatap muka skenario tinggal dilaksanakan,” kata perempuan yang akrab disapa Bangun itu saat dihubungi Solopos.com, Minggu.

Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Wonogiri, Gunarsi dan Ketua MKKS SMA Wonogiri, Sentot menginformasikan hal sama. Pembelajaran SMK dan SMA dilaksanakan dengan metode PJJ. MPLS pun digelar secara daring.

Juosss… Sragen Sempat Jadi Surga Serat Nanas, Begini Kisahnya

SMK dan SMA sebenarnya sudah menyiapkan skenario pembelajaran tatap muka sif sesuai petunjuk Disdikbud Jawa Tengah, karena sebelumnya Wonogiri masuk zona hijau.

Terpisah, Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wonogiri, Fauzi Rokhman Jauhari, menyampaikan hal sama. Raudhatul athfal atau RA hingga madrasah aliyah (MA) menerapkan PJJ pada tahun ajaran baru ini. Kendati demikian, sekolah sudah menyiapkan skenario pembelajaran tatap muka.

Apabila ke depan Wonogiri masuk zona hijau, sekolah tinggal menerapkan skenario tersebut. Di Wonogiri terdapat 61 RA, 59 madrasah ibtidaiyah atau MI, 23 madrasah tsanawiyah atau MTs, dan tujuh MA.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho