Wonogiri Hari Ini: 17 Mei 2014, 2 Siswi SMK Meninggal, Dibunuh?

Delapan tahun yang lalu, tepatnya pada 17 Mei 2014, Solopos.com menurunkan berita tentang penemuan dua jenazah perempuan di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur pada Kamis (15/5/2014).

 Ilustrasi penemuan mayat (JIBI/Solopos/Dok)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi penemuan mayat (JIBI/Solopos/Dok)

Solopos.com, WONOGIRI — Delapan tahun yang lalu, tepatnya pada 17 Mei 2014, Solopos.com menurunkan berita tentang penemuan dua jenazah perempuan di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur pada Kamis (15/5/2014).

Kedua korban itu teridentifikasi EF, 18, dan NY, 19, warga Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Keduanya merupakan siswi SMK swasta di Kabupaten Wonogiri.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Keduanya ditemukan di lokasi berbeda, namun hanya terpaut jarak sekitar 15 meter. Satu korban ditemukan di ladang jagung, seorang lainnya di gubuk dan tertimbun pupuk kompos.

Terkait kasus ini, polisi menangkap seorang warga asal Kabupaten Wonogiri, ZA, 17, pada Jumat (16/5/2014) sekitar pukul 02.15 WIB. ZA diduga menjadi pelaku pembunuhan dua perempuan tersebut.

Informasi yang dihimpun Solopos.com kala itu menyebutkan bahwa kedua korban bertetangga.

Baca Juga : Berawal Ketukan di Jendela, Ini Kronologi Terbunuhnya Wanita Kismantoro Wonogiri

Keduanya meninggalkan rumah sejak Rabu (14/5/2014) siang. Lantaran libur sekolah, mereka pamit hendak menginap di rumah rekannya.

Penangkapan tersangka pelaku pembunuhan terhadap dua siswi SMK di Wonogiri itu bermula dari sepeda motor yang terparkir di dekat lokasi pembunuhan.

Kapolres Wonogiri yang kala itu dijabat oleh AKBP Tanti Septiyani saat ditemui Solopos.com menyatakan penanganan kasus penemuan jenazah ini menjadi kewenangan Polres Pacitan.

“Komunikasi antara Polres Pacitan dengan Polres Wonogiri terus dilakukan. Salah satunya bekerja sama dengan polsek setempat [di lokasi tersangka tinggal] untuk mengamankan barang bukti berupa sepeda motor yang diduga dipakai pelaku. Juga dengan polsek [di tempat korban tinggal],” ujar Kapolres, Jumat (16/5/2014).

Baca Juga : Belajar dari Kasus Pembunuhan Kismantoro, Kapolres Wonogiri: Jika Diancam Dibunuh Segera Lapor Kami!

Dijelaskannya, selang beberapa jam setelah menyita satu unit sepeda motor yang sering digunakan terduga pelaku, anggota polsek membantu menangkap seorang lelaki.

“Barang bukti masih disimpan di polsek. Pelaku diserahkan ke Polres Pacitan untuk proses penyidikan. Informasi awal, pelaku ingin menguasai harta korban.”

Kapolsek dimana tersangka tinggal saat itu menyampaikan bahwa sepeda motor diparkir di pinggir jalan.

“Sepeda motor dibiarkan di pinggir jalan. Pada Kamis sekitar pukul 12.00 WIB, warga mengamankan sepeda motor tersebut di rumah warga setelah mendengar penemuan jenazah. Warga menyebutkan bahwa sepeda motor tersebut biasa digunakan ZA. Kamis malam dua anggota mendatangi rumah ZA dan menangkapnya pada Jumat sekitar pukul 02.15 WIB.”

Baca Juga : Warga Purwantoro Wonogiri Diduga Dibunuh, Ada Luka Bacok Di Kepala

Konten Soloraya Hari Ini menyajikan berita peristiwa pada masa lalu yang menyita perhatian publik di Soloraya. Tujuannya tak lain supaya pembaca bisa mengambil pelajaran berharrga dari setiap peristiwa di masa lalu.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Wah! Mulai Uji Coba, PLTSa Putri Cempo Solo Segera Beroperasi Lur

PLTSa di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Solo, memulai uji coba pengoperasian mesin pengolah sampah menjadi energi listrik pada Selasa (28/6/2022).

Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini: Berawan Tanpa Hujan

BMKG merilis prakiraan cuaca Sragen hari ini bakal cerah berawan tanpa hujan.

Sebelum Beraktivitas Simak Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini Lur

Prakiaan cuaca Karanganyar hari ini akan cerah berawan tanpa turun hujan.

Masih ada 34.000 RTLH di Sragen, Kemiskinan Struktural Jadi Penyebab

Jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Sragen masih tinggi meski tiap tahun ada intervensi. Kemiskinan struktural disebut sebagai penyebab.

Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Ini Rabu 29 Juni 2022 Potensi Berawan

Inilah prakiraan cuaca wilayah Boyolali sepanjang hari Rabu (29/6/2022) menurut informasi BMKG.

Bersahabat, Cek Yuk Prakiraan Cuaca Kota Solo Hari Ini Rabu 29 Juni

Prakiraan cuaca Kota Solo dari BMKG untuk hari ini, Rabu (28/6/2022), terpantau cukup bersahabat.

Pagi Cerah, Tengok Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini Rabu 29 Juni 2022

Simak prakiraan cuaca wilayah Sukoharjo pada Rabu (29/6/2022) hari ini.

Prakiraan Cuaca Wonogiri Hari Rabu Ini: Cerah Berawan Pagi

Prakiraan cuaca Wonogiri hari ini Rabu 29 Juni 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

Prakiraan Cuaca Klaten Hari Rabu Ini: Cerah Berawan Pagi

Prakiraan cuaca Klaten hari ini Rabu 29 Juni 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

Ini 2 Kecamatan Dengan Tunggakan Pajak Kendaraan Tertinggi Di Solo

Tunggakan pajak kendaraan bermotor Kota Solo paling tinggi ada di dua kecamatan ini dengan nilai yang cukup fantastis.

Giliran Pajang Solo Dapat Pembagian Migor Dan Beras Henry Indraguna

Politikus Partai Golkar yang akan maju sebagai caleg DPR pada Pemilu 2024 Henry Indraguna bagi-bagi beras dan minyak goreng di Pajang, Laweyan, Solo.

Penduduknya Paling Sedikit, Kelurahan Laweyan Solo Hanya Punya 3 RW

Kelurahan Laweyan, Kecamatan Laweyan, yang memiliki jumlah penduduk paling sedikit di Solo hanya terdiri atas tiga RW dan 10 RT.

Suara Ungguli Gabungan 15 Parpol, Modal PDIP Solo Tatap Pemilu 2024

PDIP Solo memiliki modal kuat untuk menatap Pemilu 2024 mendatang jika melihat perolehan suara parpol tersebut pada Pemilu 2019 lalu.

Sempet Terkendala Cuaca, Detour Track Simpang Joglo Solo Sudah 80%

Proses pembuatan detour track atau jalur pengalihan kereta api di Simpang Joglo, Solo, saat ini sudah mencapai 80% meski sempat terkendala cuaca.

Terapkan IP 400, Petani Sukoharjo Minta Dam Colo Tak Ditutup Oktober

Kunci keberhasilan penerapan konsep IP 400 adalah ketersediaan pasokan air, mekanisasi pertanian yang mumpuni, dan penggunaan benih genjah