Wih.... Tempat Kursus Setir Mobil Gratis di Sragen Ini Kebanjiran Peserta
Ilustrasi menyetir mobil (Freepik)

Solopos.com, SRAGEN — Sekitar 25 orang berkumpul di halaman Kantor DPC Partai Demokrat Sragen, Sabtu (27/2/2021). Mereka datang dengan membawa mimpi bisa mengemudi kendaraan roda empat di kemudian hari.

Warga datang untuk mengikuti program kursus mengemudi mobil gratis yang diselenggarakan DPC Partai Demokrat Sragen. Sebelum mengikuti program ini, para peserta diharuskan mengikuti pengarahan dari instruktur berpengalaman.

“Sebelumnya saya sudah belajar menyetir mobil. Saya ikut program ini untuk melancarkan teknik mengemudi saya,” ujar Adinda, salah satu peserta dari Kuwungsari, Sragen, kepada wartawan di lokasi.

Baca juga: Kakek Supomo Wonogiri Selamat dari Rumah Terbakar Gegara Lilin

Ketua DPC Partai Demokrat Sragen, Budiono Rahmadi, mengatakan pandemi Covid-19 berpengaruh ke sendi-sendi kehidupan. Selain banyak karyawan yang jadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK), warga juga kesulitan untuk mendapat pekerjaan baru karena keterbatasan lapangan kerja. Atas dasar itu, DPC Partai Demokrat ingin menghadirkan solusi untuk menjawab permasalahan yang dihadapi warga.

“Jargon kami itu berkoalisi dengan rakyat. Memberi pelatihan keterampilan mengemudi kendaraan roda empat secara gratis itu bagian dari koalisi dengan rakyat. Harapan kami, keterampilan mengemudi itu bisa jadi nilai tambah untuk cari pekerjaan baru atau berwira usaha,” papar Budiono Rahmadi.

Baca juga: Ditabrak KRL Solo – Jogja hingga Terpental 8 Meter, Warga Ceper Klaten Meninggal

Budiono menjelaskan ini adalah kali keenam kursus mengemudi diadakan oleh DPC Partai Demokrat. Kursus mengemudi secara gratis itu biasa dikuti sekitar 20 orang untuk tiap angkatan. Pada angkatan keenam ini, ada lebih dari 20 orang yang mendaftar. Karena keterbatasan jumlah mobil dan instruktur, sebagian dari mereka akan diikutkan program kursus mengemudi angkatan ke tujuh.

“Kami menyediakan dua unit mobil dan dua instrukstur. Pelatihan digelar setiap Senin-Sabtu, selama dua bulan ke depan. Durasi latihan tiap peserta rata-rata satu jam, namun durasi itu biasa ditambah sesuai keinginan peserta,” terang Budiono.



Berita Terkini Lainnya








Kolom